- Kenakan Pita Hitam, 9 Ribu Personel Gabungan TNI Polri Kawal 47 Kegiatan Termasuk Demo di Jakarta
- Polda Metro Peduli Korban Gempa NTT, Kirim 12 Truk Bantuan Kemanusiaan
- Komisi Ii DPRD Kota Tangerang Apresiasi Program CKG
- Semangat Kemerdekaan Menggema di Barito Utara, Merah Putih Berkibar di Arena Tiara Batara
- Tutup Rangkaian Kegiatan Hut 8I RI Pemkab Barito Utara Gelar Resepsi dan Malam Ramah Tamah
- H.Parmana Setiawan dan Gun Sri Witanto Turut Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Ramah Tamah
- Wakil Ketua I DPRD H. Benny Siswanto Hadiri Malam Resepsi Kenegaraan dan Silaturahmi
- Jalin Silaturahmi Antara Legislatif dan Pemerintah, Politisi PKB Hadiri Resepsi Kenegaraan HUT Ke-81 RI
- Pimpin Apel HUT RI KE-81 Wali Kota Blitar Ajak Warga Jaga Keutuhan NKRI
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
Ketua Komisi II Minta Pemkot Optimalisasi Pendapatan Pajak

MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Ketua Komisi II DPRD Kota Bogor, Abdul Kadir Hasbi Alatas, meminta Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk mengoptimalisasi pendapatan pajak agar pembangunan di Kota Bogor bisa ditingkatkan dan memberikan kebermanfaatan kepada masyarakat.
"Dengan kolaborasi yang baik, kami yakin potensi pajak daerah dapat dimaksimalkan untuk membiayai program-program pembangunan demi mewujudkan Kota Bogor yang maju, sejahtera, dan berdaya saing," kata Hasbi setelah menghadiri acara Penghargaan Gebyar Pajak, Selasa (17/12/2024).
Hasbi menyampaikan kolaborasi dengan berbagai pihak dan ditunjang dengan inovasi dan akuntabilitas, maka potensi kebocoran pajak bisa ditekan sehingga pendapatan yang diterima bisa maksimal.
Baca Lainnya :
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
Sebab sampai saat ini tercatat masih ada utang pajak senilai Rp22 miliar yang berasal dari sektor hotel, restoran makanan atau minuman, reklame, kesenian dan hiburan, air tanah.

"Ke depan, optimalisasi pengelolaan pajak daerah harus terus kita dorong melalui inovasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk para mitra pendukung," jelas Hasbi.
Kendati demikian, Hasbi tetap memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang telah menunaikan kewajibannya dan mendapatkan penghargaan dari Pemkot Bogor.
"Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para wajib pajak yang telah berkontribusi nyata dalam meningkatkan pendapatan asli daerah Kota Bogor. Dukungan dan kepatuhan ini menjadi penting bagi keberlanjutan pembangunan kota kita," tutupnya. ** (Jhn)

















