- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
- Menkop Teken MoU dengan AL Jamiyatul Washliyah untuk Mengembangkan Usaha Melalui Koperasi
- Nurhadi Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Dengan Rutin Skrining Kesehatan
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Bicarakan Digitalisasi Layanan Pertanahan di Universitas Udayana, Wamen Ossy: Bukan Sekadar Ganti Dokumen Kertas ke Digital
Kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Wabup Blitar Turut Berduka Cita Atas Meninggal 4 Warganya

Keterangan Gambar : Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Pertandingan antara kesebelasan Persebaya Surabaya melawan Arema Malang di Stadion Kanjuruhan Malang menyisakan duka yang mendalam bagi warga Blitar, akibat kerusuhan saat itu dilaporkan oleh Kapolres Malang dalam konferensi pers Minggu dini hari (02/10/22) tercatat ada 153 dikabarkan meninggal dunia dan 180 orang sedang dalam perawatan. Informasi terkini Minggu (02/10/22) pukul 10.13 WIB ( sumber dari kominfo Kabupaten Blitar dan grup Suporter Red.)
Sedangkan korban suporter warga Blitar ada 4 orang meninggal dunia, tercatat masing masing : 1 Andika bayu pradana warga dusun Salam rt 03/04 kedawung nglegok, Ambulan penjemputan dari LazisNU. 2. Anak kecil warga Kanigoro, 3. Nama korban : Muhamad Mustofa Ngeni 4. Nama : M Mungizul Hidayatullah Alamat : jl Raden patah RT/RW 01/01 Kel Kedung bunder kec. Sutojayan kabupaten Blitar.
Dalam keterangan Pers pihak kepolisian menyebutkan kronologi kejadian di lokasi Stadion Kanjuruhan pertandingan Liga Persebaya vs Arema Malang yang dilaporkan kepada, Wakapolri, Irwasum Polri, PJU Mabes Polri.
Baca Lainnya :
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Jelang Operasi Ketupat Semeru 2026, Kapolres Blitar Kota Cek Kesiapan Kendaraan Dinas
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
Laporan Konferensi Pers Terkait Kejadian Kerusuhan Supporter Pasca Pelaksanaan Pertandingan Liga 1 Antara Arema FC vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan Malang. Pada Sabtu, (01/10/22) pukul 04.30 WIB s/d selesai, di Mapolres Malang yang dihadiri Kapolda Jatim, Ketua DPRD Prov. Jatim, Wakapolda Jatim, PJU Polda Jatim, Kapolresta Malang Kota, Bupati Malang, Qakil Bupati Malang, Ketua DPRD Malang, Kapolres Malang, Dandim Malang, Kapolres Batu.
Kronologis kejadian kerusuhan suporter pasca pelaksanaan pertandingan Liga 1 antara Arema FC Vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.
Pada pukul 21.58 Wib setelah pertandingan selesai, pemain dan official Persebaya Surabaya dari lapangan masuk ke dalam kamar ganti pemain dan dilempari oleh suporter aremania dari atas tribun dengan botol air mineral dan lain lain.
Pukul 22.00 Wib, saat pemain dan _official_ Pemain Arema FC dari lapangan berjalan masuk menuju kamar ganti pemain, suporter Aremania turun ke lapangan dan menyerang pemain dan official Arema FC, oleh petugas keamanan di lindungi dan dibawa masuk ke dalam kamar ganti pemain.
Selanjutnya suporter aremania yang turun ke lapangan semakin banyak dan menyerang aparat keamanan, karena suporter aremania semakin brutal dan terus menyerang aparat keamanan serta diperingatkan beberapa kali tidak dihiraukan, kemudian aparat keamanan mengambil tindakan dengan menembakkan gas air mata ke arah suporter aremania yang menyerang tersebut. Kemudian aremania yang berada di tribun berlari membubarkan diri keluar stadion.
Kemudian pihak keamanan masuk ke dalam loby dalam stadion kanjuruhan dan standby di loby depan pintu VIP.
Sekira pukul 22.30 Wib saat rombongan pemain dan official Persebaya Surabaya dengan menggunakan Rantis dan pengawalan akan bergerak meninggalkan Stadion Kanjuruhan, suporter aremania menghadang dengan meletakkan pagar besi pembatas di jalur sebelum pintu keluar stadion kanjuruhan serta melempari kendaraan rombongan dengan paving blok, botol air mineral, batu, kayu dan lain lain. Kemudian aremania juga merusak 2 unit Mobil Patwal Sat Lantas dan membakar 1 unit Truk Brimob dan 2 unit Mobil di pintu masuk depan Stadion Kanjuruhan. Selanjutnya aremania yg mengadang tersebut dibubarkan oleh aparat keamanan dengan menembakkan gas air mata.
Rombongan tertahan karena jalan masih dihadang oleh pagar besi pembatas pd jalur yang dilalui.
Akibat kejadian tersebut banyak suporter aremania dan aparat keamanan yang mengalami luka-luka. Suporter aremania yang mengalami luka luka dan sesak nafas dirawat ruang Medis Stadion Kanjuruhan. Karena korban terlalu banyak dan ruang medis tidak bisa menampung, selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit di wilayah Kepanjen antara lain RS Kanjuruhan, RS Wava Husada, RS Hasta Husada dan RS lain dengan menggunakan kendaraan ambulance, truk Polres Malang, truk Yon Zipur 5 Kepanjen, truk Kodim dan kendaraan lain lainnya total kendaraan dirusak dan dibakar : 13 Unit.
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso dihubungi wartawan melalui Phonselnya mengucapkan ikut berduka cita atas korban insiden kerusuhan suporter di stadion, total kendaraan dirusak dan dibakar 13 Unit.
Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso dihubungi wartawan melalui Ponselnya mengucapkan ikut berduka cita atas korban insiden kerusuhan suporter di stadion Kanjuruhan Malang khususnya korban warga Kabupaten Blitar.
"Saya atas nama pribadi maupun Pemerintah Kabupaten Blitar ikut bela sungkawa yang sedalam dalamnya atas musibah yang dialami oleh suporter, khususnya warga Blitar, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi keteguhan iman, dilapangkan hatinya, dan kepada almarhum tenang disisi Allah SWT.(za/mp)















