- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
- Nurhadi Gelar Jalan Sehat Merdeka di Kerjen Blitar Hadianya paling Spektakuler Dinosaurus
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Kepala Desa Sumberjo Ajarkan Generasi Muda Produktif Kreatif Apa Kiatnya
- PSHT Cabang Kota Blitar Pusat Madiun Boyong 19 Medali di Kejurnas SH Terate UIN Satu Cup IV
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Semarak HUT RI Ke-81, PAUD Melati 08 Kalibata Gelar Aneka Lomba
- Karang Taruna RW 09 Kalibata Gelar Pesta Kemerdekaan Meriah pada 29 Agustus 2026
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
Kerjasama BP2MI dan BNI Terkait Pendaftaran Skema G to G Korea Selatan Cetak Rekor Baru Mencapai 62 Ribu

Keterangan Gambar : Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) mengumumkan jumlah Pendaftaran Program Government to Government (G to G) Korea Selatan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Pasalnya, tahun ini (2024) BP2MI mendapatkan rekor baru yakni mencapai 62 ribu lebih pendaftar.
Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, rekor baru tersebut merupakan hasil upaya dan bentuk komitmen BP2MI untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pekerja migran Indonesia (PMI). Diungkap Benny, pihaknya bekerjasama dengan lembaga perbankan plat merah BNI (Bank Negara Indonesia) untuk memberikan pelayanan terbaik itu.
"Kami (BP2MI) bekerjasama dengan BNI melalui syarat resmi pendaftaran. Calon PMI harus mempunyai rekening taplus PMI G to G. Hal ini tentu sesuatu yang baik karena ada 62.300 nasabah baru BNI melalui pembukaan rekening taplus G to G," kata Benny di Kantor Pusat BP2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin sore (26/2/2024).
Baca Lainnya :
- Bioskop Mini Jak Cinema Hadir di Rusun Pasar Rumput, Warga Bisa Nonton Film Indonesia Mulai Rp15 Ribu
- Mulai 31 Agustus, Pemkot Jaktim Larang PKL Berjualan di Trotoar Jalan Raya Bogor Kramat Jati
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Bank Jakarta dan ITB Perkuat Kolaborasi Pendidikan, Riset, dan Pengembangan Talenta
- Bukan Sekadar Gangguan Sinyal, KRL Bogor-Jakarta Terganggu akibat Insiden di Tebet
Menurut Benny, kerjasama ini dilakukan untuk memudahkan remitansi dan pembayaran asuransi bagi para pekerja Indonesia yang bekerja di Negeri Ginseng itu. Soalnya, banyak dana pekerja migran di Korea Selatan yang telah purna tugas (PMI) tak bisa dicairkan karena berbagai alasan.
"Saya selalu mengatakan bahwa ini merupakan komitmen kami memberikan kemudahan kepada PMI karena melalui BNI Taplus ini PMI akan mendapatkan beberapa kemudahan," tambahnya.
Selain itu, Benny juga mengungkapkan, adanya permasalahan dana milik PMI purna yang mengendap di Korea Selatan yang akan menjadi perhatian BP2MI.
Menyoroti masalah dana ini, BP2MI berharap melalui kerjasama dengan BNI dapat menjadi solusi untuk pencairan dana bagi tenaga kerja Indonesia yang sudah kembali ke Tanah Air atau PMI purna.
"Saya baru mendapatkan informasi setelah kunjungan direktur ke Korea, ternyata di sana ada dana-dana PMI yang tidak bisa dicairkan. Jumlahnya miliaran, bahkan puluhan miliar rupiah," ujarnya.(*/Anton)




.jpg)












