- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
- Anggota DPRD Barito Utara Hadiri Safari Ramadhan dan Peresmian Masjid Nurul Iman di Desa Lemo I
Kepala BP2MI Lepas 613 Pekerja Migran Indonesia ke Korsel, Ingatkan Soal Integritas

Keterangan Gambar : Benny Rhamdani melepas 613 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani melepas 613 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan, di eL Royal Hotel, Kelapa Gading, Jakarta. Senin, kemarin (11/12/2023).
Ada 613 pekerja migran Indonesia penempatan Korea Selatan ini akan bekerja di sektor manufaktur sebanyak 579 PMI dan 34 PMI bekerja di sektor perikanan. Selain pelepasan, Benny juga memberikan pembekalan kepada 77 calon pekerja migran Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Benny Rhamdani kembali mengingatkan jajarannya untuk tak menyakiti hati rakyat, khususnya pekerja migran. Sebab sudah banyak yang mereka berikan kepada bangsa, salah satunya devisa yang sangat besar.
Baca Lainnya :
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
- Hujan di Jatiwangi dan Harapan Baru UMKM
- Menteri Ara Lepas 14 Truk Genteng UMKM dari Majalengka
"Saya ingin jajaran saya, mereka yang hari ini memimpin di kementerian lembaga mana pun, tahu diri dikit deh jangan sombong dengan pangkat dan jabatan yang tinggi, gelar akademik yang panjang," ujar Benny dalam sambutannya.
Adapun salah satu wujud dirinya menjalankan amanat dari rakyat, termasuk pekerja migran dengan sebaik-baiknya, caranya dengan terbuka soal penghasilan sebagai pejabat.
"Saya terima gaji tiap bulan. Dan saya terbiasa terbuka, saya tiga periode di DPRD Provinsi, saya terbiasa terbuka dengan gaji saya," tutur Benny.
Menurut Benny, dengan gaji sebagai pejabat yang ia terima setiap bulannya, takkan mungkin dirinya bisa kaya-raya. Jika mendadak kaya-raya, kata dia pasti ada penyelewengan.
"Kalau tiba-tiba Benny Rhamdani kaya raya selama tiga tahun, empat tahun tiba-tiba dia beli rumah dimana. Ayo rakyat kontrol saya, pasti korupsi (kalau tiba-tiba saya kaya raya)," beber Benny.
Diakui Benny, dari tunjangan jabatan yang ia peroleh, total penghasilannya sebagai Kepala BP2MI cukup besar. Namun, uang tersebut takkan cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi gaya hidup.
"Tunjangan saya besar sebagai Kepala Badan, Rp 26 juta ditambah Rp 5 juta, Rp 31 juta. Anak saya empat, satu masih sekolah SMP, tiga mahasiswa, biaya makan? Nggak akan cukup kita bermimpi membeli sesuatu, apalagi hal-hal yang mewah, membeli tambahan mobil," imbuhnya.
Walau demikian, Benny mengaku terbiasa dengan kondisi itu. Menurut dia, situasi tersebut lebih terhormat daripada menjadi pencuri uang rakyat apalagi PMI.
"Demi Allah, gaji yang dimakan anak-istri kita tiap bulan di rumah, mobil dinas, rumah dinas, demi Allah itu diberikan rakyat termasuk pekerja migran Indonesia. Jadi kalau ada yang kerja nggak bener, siapa pun mereka, dia jahat, dia zalim kepada rakyat. Cuma rakyat baik, nggak mau juga doain yang gitu-gituan kan," tandasnya. ** (Anton)

















