- Kementerian UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan Tambahan
- Dari Kebun ke Rak Retail, PTPN I Perkuat Hilirisasi Produk Teh, Kopi, dan Gula
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- JakOne Mobile Antar Bank Jakarta Raih Digital Excellence Awards 2026
- Sinergi Lintas Sektor Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Barito Utara Perkuat Mitigasi Karhutla dan Hidrometeorologi
- Wisuda XIII BKPRMI Barito Utara, Pemkab Dorong Lahirnya Generasi Qur\\
- Jakarta Bidik Empat Sukses PON 2028, Siapkan Rp166 Miliar untuk Sulap Venue Bertaraf Nasional
- Endro Hermono Anggota Komisi VIII DPR-RI Sosialisasikan Keuangan Ibadah Haji Praktis Cepat dan Terjangkau
- Bupati Blitar Serahkan Sertifikat Redistribusi Tanah Tahap 2
- Lantik Pamong Praja Muda IPDN, Prabowo Tekankan Birokrasi Bersih dan Antikorupsi
Kemendikbudristek dan ICCN Kumpulkan Penggerak Kreativitas Berbasis Budaya dari 10 Provinsi di Bali

Megapolitanpos.com, Bali- Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2023 berkolaborasi dengan Indonesia Creative Cities Network (ICCN), menyelenggarakan serangkaian Lokakarya Luring serta Rancang Aksi di Jakarta, Bali, serta Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Dewan Kurator PKN Tahun 2023, Dengan tema “Merawat Bumi, Merawat Kebudayaan”, Yang bertujuan menanamkan nilai-nilai kreativitas dari budaya lokal.
“Saya sangat mengapresiasi Lokakarya Penjenamaan Kota dan Cipta Ruang bersama perwakilan Pentahelix stakeholders dari 10 provinsi yang menghasilkan gagasan program di level kota masing-masing. Saya sangat berharap dapat terus ditindaklanjuti dan menghasilkan kolaborasi-kolaborasi kreatif ke depannya,” tegas Ketua Umum ICCN, Tubagus Fiki Chikara Satari,
Baca Lainnya :
- Kementerian UMKM Tegaskan KUR hingga Rp100 Juta Tanpa Agunan Tambahan
- Kementerian UMKM Luncurkan Arah Baru Kewirausahaan, Fokus Naik Kelas dan Daya Saing Global
- KUMITRA Jambore 2026 Perkuat Kemitraan UMKM dan Rantai Pasok Nasional
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
Dihadiri para peserta dari 10 provinsi, yaitu Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Papua Barat Daya, serta Papua Tengah. Masing-masing peserta berasal dari unsur Pentahelix Ekonomi Kreatif, yakni Akademisi, Pengusaha atau UMKM, Komunitas Kreatif, dan Pemerintah Daerah (Bappeda).
Pembahasan serta diskusi Rancang Aksi dalam Lokakarya di Bali ini adalah Cipta Ruang (Placemaking), yang mana dapat digunakan pula menjadi sumber daya inspirasi dan kreativitas untuk diterapkan di daerah-daerah asal.
Selain itu, mengenai Penjenamaan Kota (City Branding) sebagaimana telah lama diperjuangkan ICCN sejak tahun 2015, hingga berhasil menjadikan jejaring Kota Kreatif Dunia dari Indonesia, seperti Pekalongan, Bandung, Ambon, serta Jakarta.
Lokakarya di Bali ini dimulai dari Uma Seminyak, dengan diskusi mengenai PKN 2023 sebagai program dua tahunan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan bersama narasumber Rifandi Nugroho, Asisten Kurator Segala Bidang PKN 2023.
Giat tersebut juga terkait program Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek yang dihadiri pula Abi Kusno, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XV (Bali dan Nusa Tenggara Barat), termasuk mengenai amanat strategi kebudayaan, yang mana semua memusat kepada 7 Agenda Strategis Pemajuan Kebudayaan.
Program strategis Ditjen Kebudayaan di antaranya ada BLU Museum, Dana Abadi Kebudayaan, atau Indonesiana.
Jika terdahulu hanya dibagi “benda” dan “takbenda”, maka kini dinilai menjadi lebih mengalir serta fleksibel sebagai “proses” secara menyeluruh.
Gede Robi Navicula, selaku seniman musik menekankan mengenai Agroekologi, atau menciptakan lagu dengan esensi yang tajam memandang fenomena sosial.
" produk kreatif dari Bali, atau Indonesia secara keseluruhan, juga banyak sekali terinspirasi dari kondisi alam serta budaya kita, sehingga dapat menjadi tindakan ekonomi untuk tujuan kemakmuran bersama. Ujar Gede Robi Navicula.
Ida Bagus Agung Gunarthawa, Pendiri Samsara Living Museum, saat yang sama bercerita mengenai proses kehidupan manusia, atau khususnya The Circle of Balinese Life. Termasuk nilai Segehan, proses harmonisasi, api, angin, air, serta udara.
Musim kehidupan di Samsara Living Museum menjadikannya bukan hanya destinasi, melainkan praktik baik permodelan. “Inisiatif Samsara Living Museum sebagai strategi pengembangan potensi sumber daya unggulan berbasis budaya di daerah yang penuh tantangan,” jelas Ida Bagus Agung Gunarthawa, yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjen) ICCN.
Dalam Lokakarya di Bali ini juga para peserta memiliki ruang dan waktu untuk memaparkan berbagai potensi budaya lokal, rencana, hingga tantangan yang dihadapi daerah masing-masing. Koordinator Fasilitator Lokakarya Rancang Aksi, Tita Larasati juga selaku Executive Committe ICCN, dalam hal ini menegaskan bahwa setiap daerah penting untuk memiliki daya pikat, daya wujud, serta daya langgeng.
Reporter: Achmad Sholeh


.jpg)
.jpg)













