Breaking News
- Toko Kosmetik Diduga Jadi ‘Markas’ Peredaran Pil Koplo, Ada Dugaan Bekingan Mafia?
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan
- LPDB Koperasi Siapkan SOP Baru untuk Perkuat Pengelolaan Dana Bergulir
- Hadapi Musim Kemarau, MUI Depok Terbitkan Imbauan Salat Istisqa
- Cek Pelebaran Jalan Bersama Bupati, Wabup Felix Tekankan Koordinasi dan Kualitas Pekerjaan
- Kabid PAUDIKMAS Akan Cek Ulang Papan Panitia P2SP di Rajagaluh
- Bupati Shalahuddin Serap Aspirasi Lahei Barat, Air Bersih hingga Ambulans Air Jadi Perhatian
- Bupati Shalahuddin Konsolidasikan Pembangunan Infrastruktur, Langsung Cek Pelebaran Jalan di Muara Teweh
- Koramil 07 Pondok Aren Bersihkan Lapangan SMA BINS Terdampak Abu Vulkanik.
- Sachrudin: Kolaborasi Pemerintah dan Swasta Perkuat Pendidikan
Keji, Residivis Perkosa dan Kuras Harta Korban

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Keji dua orang residivis melakukan perkosaan dan percobaan pembunuhan, serta menguras harta benda korban. Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan Selasa (25/01/22) pelaku IS (22) dan BG (22) melakukan tindakan pencurian dan kekerasan, disertai pemerkosaan dan percobaan pembunuhan, Pada Jumat 20/1/22. "Pelaku yang juga sebagai supir dan kernet angkot melakukan dengan sadis, korban sampai saat ini masih trauma," ujar Kapolresta. Menurut Kapolresta kronologis kejadian pada Kamis (201/1/22) pukul 00.30 WIB, Korban akan menjenguk orangtua di Balaraja. SP (24) sebagai korban dari kontrakan naik angkot, dari serang ke Balaraja Kabupaten Tangerang. "Korban bertiga dengan supir dan kenek. Setelah Mengisi BBM di SPBU, tiba tiba kernet menutup pintu angkutan. Korban dipukulin sehingga pingsan. Kemudian korban diperkosa, oleh pelaku supir," ujarnya. Menurut Kapolresta Barang barang korban diambil semua, pelaku untuk menghilangkan jejak berupaya membunuhnya dicekik dan dipukul pakai serep ban, dan bangku kernet Dibawa ke arah Serang di jembatan daerah Tirtayasa sungai Ciujung. "Korban yang pingsan dilempar ke atas jembatan.Korban kemudian sadar, masih bisa berenang ke pinggir sungai, dibantu warga lapor ke Polsek Tirtayasa," ucapnya. Kemudian Polisi selama 2 hari berhasil mengindentifikasi mobil dan kedua pelaku. Pada tanggal 22 dan 23 Januari pelaku ditangkap, KTP dan handphone korban masih ada di pelaku. IS (22) sebagai supir adalah sebagai otak pencurian dengan kekerasan, memukul korban dengan kursi dan mencekik korban. Pelaku adalah Residivis kasus pencurian dan pencabulan.BG kernet memukul ban serep, dan mencekik. Tersangka BG residivis kasus pencurian kendaraan bermotor. Pasal berlapis dikenakan kepada kedua pelaku dengan ancaman hukuman mati.(jhn/nan)
















