Kapolda Metro Resmikan Buku Panduan dan SOP Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

By Anton 15 Feb 2022, 12:52:23 WIB DKI Jakarta
Kapolda Metro Resmikan Buku Panduan dan SOP Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran resmi meluncurkan Buku Panduan dan Bimbingan Teknis SOP (Standar Operasional Prosedur) Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak. Buku hasil karya jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bekerja sama dengan sejumlah pihak ini diluncurkan di Balai Polda Metro Jaya, Selasa (15/2/2022). Fadil menyampaikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya atas peluncuran buku panduan tersebut. "Mengapresiasi Dirreskrimum yang sudah menginisiasi kegiatan ini, buku panduan SOP ini akan memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak," kata Fadil dalam sambutannya. Ia berharap, buku pedoman SOP dapat menjadi panduan penanganan kasus kejahatan perempuan dan anak bagi jajaran Ditreskrimum. "Bagaimana menghadapi korban kejahatan terhadap perempuan dan anak, mulai dari tahap pelaporan, penyelidikan hingga penyidikan," ujarnya. Kata Fadil, perempuan dan anak yang menjadi korban tidak pidana, disamping mengalami kerugian harta benda juga alami trauma. "Oleh karena itu kejahatan perempuan dan anak perlu mendapatkan perlakuan khusus. Karena memang secara struktural, perempuan dan anak adalah kaum perlu dilindungi," tuturnya. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Tubagus Ade Hidayat menjelaskan, maksud diluncurkan buku ini adalah sebagai pedoman buat seluruh jajaran di Polda Metro Jaya dalam menanggulangi masalah kejahatan terhadap perempuan dan anak. "Secara khusus tindak pidana terhadap perempuan dan anak itu berbeda dengan penanganan kejahatan pada umumnya, oleh karena itu maka perlakuannya pun harus berbeda. Karena perlakuan yang berbeda maka disusunlah buku standar operasional prosedurnya, yang ini nanti akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan tugas unit-unit TPA di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang mungkin bisa jadi nanti akan dijadikan sebagai rujukan bagi pedoman pelaksanaan proses penanggulangan," ujarnya. Jadi, lanjut Hidayat, bukan hanya aspek pendidikan tetapi lebih kepada penanggulangan dengan melibatkan semua stakeholder, baik dari pemerintah daerah, organisasi Ipas dan lainnya. "Karena penanganan terhadap wanita dan anak tidak mungkin bisa diselesaikan oleh polisi sendiri karena polisi lebih kepada aspek pendidikan sementara harus ada perawatan, psikologis dan lain-lain. Karena itulah panduan SOP ini supaya bisa dipedomani untuk dilaksanakan," cetusnya.




  • Ribuan Jamaah Meriahkan Pawai Obor dan Gempita Muharram 1448 H di Masjid Jami Nurul Hidayah

    🕔20:04:13, 18 Jun 2026
  • Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden

    🕔01:13:49, 15 Jun 2026
  • 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman

    🕔15:10:55, 15 Jun 2026
  • Serahkan Lebih dari 1.000 Sertipikat Tanah Wakaf dalam ICOP 2026, Menteri Nusron Minta Penerima Jadi Pionir Percepatan

    🕔22:09:27, 07 Jun 2026
  • Penutupan Latsarmil Komcad Gelombang I 2026, Wamen Ossy Sebut Latsarmil Perkuat Karakter dan Integritas ASN

    🕔22:13:22, 07 Jun 2026