- Robot Wudhu Otomatis hingga Robot Sumo, Wapres Gibran Tinjau Karya Santri Didampingi PRSI
- Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
- PLN UID Jakarta Raya Perkuat Ketahanan Air Tanah Lewat Bantuan 12 Mesin Bor
- Persatuan Perempuan Sidoarjo Berbagi Takjil dan Suarakan Perdamaian Untuk Pimpinan Sidoarjo
- AKG Jadi Sorotan Utama, Bupati dan Kadisdik Awasi Menu MBG hingga Detail
- Satgas Saber Polda Metro Tegur dan Minta Pedagang Pasar di Jakarta Barat Menjual Bapokting Sesuai Harga Acuan
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- PWHI Surati DPKAD Kab.Tangerang Terkait Dugaan Penyalahgunaan Lahan Fasos Fasum RW 09 Kel. Kutabumi
- Bencana Alam Datang Tanpa Permisi, Sertipikat Elektronik Jadi Pilihan karena Beri Rasa Aman
- Kembangkan Aplikasi Dashboard SDM, Sekjen ATR/BPN: Proses Mutasi dan Promosi Jadi Lebih Efektif dan Efisien
Jembatan Penghubung Warga di Majalengka Nyaris Putus, Warga Desa Mirat Bergerak Swadaya di Tengah Minim Bantuan

Keterangan Gambar : Warga Blok Mekarsari, Desa Mirat swadaya rehab jembatan penghubung.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Krisis infrastruktur kembali dirasakan warga pedesaan. Sebuah jembatan penghubung antarpermukiman di Blok Mekarsari, Desa Mirat, Kecamatan Leuwimunding, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, nyaris terputus setelah bagian pinggirnya terkikis derasnya aliran air.
Jembatan tersebut merupakan akses vital penghubung antara RT 02 dan RT 03 di RW 08. Kerusakan yang semakin parah membuat warga terpaksa turun tangan melakukan rehabilitasi darurat secara gotong royong, dengan peralatan seadanya dan dukungan yang masih terbatas.
"Kalau sampai putus, aktivitas warga benar-benar lumpuh. Ini jalan satu-satunya," ujar salah seorang warga di lokasi.
Baca Lainnya :
- 117 Kilometer Jalan Dikebut, Warga Majalengka Sambut Mudik Tanpa Waswas
- Safari Ramadan 1447 H, Bupati Eman Suherman Hadirkan Kehangatan dan Semangat SAE Keun di Putridalem
- Langkah Besar Transformasi Digital, Diskominfo Majalengka Tebar WiFi Gratis
- Nilai 32,40 dari KLH, Ateng Sutisna: Sumedang Sedang Berdiri di Bibir Krisis Sampah!
- Di Festra Ramadan, Bupati Eman Tegaskan Dukungan Kegiatan Pro Rakyat di Tengah Efisiensi
Tiga Hari Gotong Royong di Tengah Hujan
Sejak tiga hari terakhir, warga bekerja tanpa henti meski cuaca hujan terus mengguyur. Perbaikan dilakukan demi menjaga akses tetap bisa dilalui masyarakat, termasuk anak-anak sekolah dan warga yang beraktivitas setiap hari.
Namun keterbatasan bantuan menjadi persoalan besar. Hingga kini, material yang terkumpul masih berasal dari swadaya masyarakat, di antaranya : Semen sebanyak 48 sak, Pasir dua engkel, Batu 10 mobil colt bak.
Pemdes Mirat Ikut Turun Tangan, Bantuan Masih Terbatas
Pemerintah Desa Mirat turut berpartisipasi, meski dengan anggaran yang sangat terbatas.
Kepala Desa Mirat, Asep Sumekar, mengakui pihaknya hanya mampu menyumbang sekitar Rp 1 juta secara pribadi, sembari terus berupaya mencari dukungan tambahan.
"Desa dengan keterbatasan anggaran hanya mampu membantu seadanya. Jembatan ini sebelumnya pernah diperbaiki dengan dana desa, tetapi faktor cuaca membuat kerusakan kembali terjadi," ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah desa sudah mengajukan laporan dan permohonan bantuan kepada BPBD Majalengka, serta telah diketahui pihak kecamatan.
Warga Menunggu Respons Pemerintah Kabupaten
Meski gotong royong terus dilakukan, warga berharap adanya perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Majalengka agar perbaikan dapat dilakukan secara permanen.
"Kami masih berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten. Ini akses vital penghubung dua RT dalam satu RW," tegas Asep.
Kerusakan jembatan di Desa Mirat menjadi gambaran nyata bagaimana warga di daerah masih harus berjibaku sendiri menghadapi kondisi darurat infrastruktur, terutama saat musim hujan yang meningkatkan risiko bencana dan kerusakan akses transportasi. ** (Agit)

















