- Bupati Majalengka Kucurkan Rp 7 Miliar, Jembatan Waringin Akhirnya Terwujud
- Tan Ngi Hing : Bazar Merdeka Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM RW 14 Karangtengah
- Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia
- HUT ke-41 Dufan Ancol Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Nikmati Wahana Gratis
- Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global
- PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum kepada Presiden, Persoalkan Pembatalan Lahan di Batam
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
- Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Kirim Bantuan Korban Gempa Bumi NTT melalui PELNI
- MBK Buka 24 Jam Aturan Ruwet Pelaku Usaha Terancam Gulung Tikar
- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
Jaga Keseimbangan Lingkungan, Pj Minta Masyarakat Sedekah Air dan Sampah Secara Masif

Keterangan Gambar : Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengajak masyarakat untuk melakukan sedekah air dan sedekah sampah
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Penjabat (Pj) Wali Kota Tangerang, Dr. Nurdin, mengajak masyarakat untuk melakukan sedekah air dan sedekah sampah, sebagai upaya konservasi air untuk menangani banjir di Kota Tangerang.
Demikian disampaikan Dr. Nurdin, saat kegiatan Gerakan Sedekah Air dan Sampah, yang berlangsung di Gedung Perumahan Setneg, Pinang, Kota Tangerang. Rabu, (24/01/2024).
Dalam kesempatannya, Penjabat Wali Kota Tangerang, mengatakan, sedekah air dan sedekah sampah merupakan cara untuk menyimpan air di musim hujan, sehingga bisa digunakan saat musim kemarau.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Kucurkan Rp 7 Miliar, Jembatan Waringin Akhirnya Terwujud
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
- Wabup Majalengka : Perang Melawan Narkoba Tak Boleh Berhenti Lagi
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Pabrik Uang Palsu Grade A Digerebek di Tangsel, Nilainya Capai Rp36 Miliar
"Kita sering mendengar, di musim kemarau ada yang mengeluh tidak mendapatkan air. Di musim hujan, banjir terus-menerus terjadi. Ini menjadi tantangan kita, bagaimana caranya agar air di musim hujan bisa kita simpan, dan bisa disedekahkan kepada makhluk hidup, baik manusia, hewan, maupun tanaman," ujar Dr. Nurdin.
Gerakan ini, lanjut Dr. Nurdin, jika ingin mencapai hasil optimal tentunya harus dilakukan secara masif, sehingga dapat memberikan dampak luas bagi masyarakat Kota Tangerang.
“Gerakan ini dapat dilakukan oleh siapa saja, di mana saja. Misalnya di halaman rumah, kita bisa membuat kolam resapan untuk menampung air hujan. Kita juga bisa membuat biopori untuk mengurangi air yang masuk ke saluran air,” ucapnya.
Dr. Nurdin, juga menyampaikan, dengan dilakukannya sedekah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan kekeringan, serta menjaga kelestarian lingkungan. Dirinya juga mengajak seluruh masyarakat Kota Tangerang untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi yang dilakukan bersama-sama dengan pemerintah.

“Gerakan ini perlu kita lakukan secara bersama-sama dan masif. Mari kita tingkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi air, sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir dan kekeringan, serta menjaga keseimbangan lingkungan," pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam kesempatan ini, Pemkot melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), menyerahkan 13 Alat Biotor (untuk Membuat Biopori) dan Alat pemantau Udara Parameter (PM) 2.5 yang merupakan salah satu parameter Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) kepada 13 Kecamatan.
Benih/bibit tanaman sebanyak 25 Paket yang akan diserahkan kepada 9 Kampung Iklim dan 16 Bank Sampah yang ada di Kecamatan Pinang dan Cipondoh. Kemudian, tong komposter sebanyak 49 yang akan diserahkan kepada 13 Kecamatan, 11 Kelurahan, 9 Kampung Iklim dan 16 Bank sampah, dan 50 karung Bekasa Maggot (Kasgot) @25 Kg yang akan diberikan kepada kecamatan, perwakilan Proklim dan Bank sampah serta 11 kelurahan di Pinang. ** (Nan)







.jpg)








