- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Puasa Bukan Sekadar Ibadah, Ade Duryawan: Energi Perubahan Sosial dan Kemanusiaan

Keterangan Gambar : Pembina Majelis Sabda Langit Ar-Rahman, Ade Duryawan
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Momentum Ramadan dimaknai lebih luas oleh Pembina Majelis Sabda Langit Ar-Rahman, Ade Duryawan. Dalam pesannya yang disampaikan kepada jamaah, ia menegaskan bahwa puasa bukan hanya ibadah transendental, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan kemanusiaan yang kuat.
"Puasa adalah energi perubahan sosial. Berdimensi luas, tidak sekadar ibadah transendental, tetapi terpaut erat dengan relasi sosial-kemanusiaan," ujar Ade Duryawan.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam ibadah puasa seharusnya mampu melahirkan kepedulian sosial, memperkuat solidaritas, serta membangun empati terhadap sesama, terutama kepada masyarakat yang kurang beruntung.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Ia menjelaskan, Ramadan menjadi momentum refleksi sekaligus aksi nyata dalam kehidupan bermasyarakat. Puasa melatih pengendalian diri, kejujuran, serta kepekaan sosial yang pada akhirnya berdampak pada terciptanya harmoni dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan pembinaan di Majelis Sabda Langit Ar-Rahman, yang beralamat di Blok Ahad Cisambeng, Palasah, Kabupaten Majalengka. Majelis ini mengusung semangat "Persaudaraan dan Kemanusiaan" sebagai nilai dasar gerakannya.
Ade berharap, Ramadan tidak hanya berhenti pada ritual tahunan, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak perubahan sosial yang nyata di lingkungan sekitar.
"Ketika puasa mampu membentuk karakter peduli dan berempati, di situlah nilai kemanusiaan menemukan maknanya," pungkasnya. ** (Agit)












1.jpg)




