- Bupati Majalengka Kucurkan Rp 7 Miliar, Jembatan Waringin Akhirnya Terwujud
- Tan Ngi Hing : Bazar Merdeka Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM RW 14 Karangtengah
- Ekspedisi Batas Negeri di Temajuk, 181 Meter Merah Putih Berkibar di Muka Indonesia
- HUT ke-41 Dufan Ancol Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Nikmati Wahana Gratis
- Dilepas ke 11 Negara, 4.021 Alumni LKP Siap Bersaing di Dunia Kerja Global
- PT Jaya Putra Kundur Minta Perlindungan Hukum kepada Presiden, Persoalkan Pembatalan Lahan di Batam
- Kementerian UMKM Siapkan Insentif 50 Persen di Marketplace, Media Diminta Kawal UMKM Naik Kelas
- Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati Kirim Bantuan Korban Gempa Bumi NTT melalui PELNI
- MBK Buka 24 Jam Aturan Ruwet Pelaku Usaha Terancam Gulung Tikar
- DPMPTSP Barito Utara Kawal Promosi Potensi Daerah di APKASI Otonomi Expo 2026
Ini Tradisi Harga Bahan Pokok Naik Saat Bulan Suci Ramadan di Pasar Anyar Kota Tangerang

Keterangan Gambar : Foto Istimewa : Harga bahan pokok naik tiap Bulan Ramadhan di Pasar Anyar Kota Tangerang.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Memasuki bulan suci Ramadan, kebanyakan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat harga jualnya. Hal tersebut terjadi pada saat seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Termasuk para pembeli yang merasakan dampak dari meningkatnya harga bahan pokok.

Kenaikan harga bahan pokok juga dialami oleh sekian banyak pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Harga bahan pokok yang naik terdiri dari, bawang, cabai, telur, hingga kacang-kacangan.
Baca Lainnya :
- Bupati Majalengka Kucurkan Rp 7 Miliar, Jembatan Waringin Akhirnya Terwujud
- Tan Ngi Hing : Bazar Merdeka Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM RW 14 Karangtengah
- MBK Buka 24 Jam Aturan Ruwet Pelaku Usaha Terancam Gulung Tikar
- Peran Penting Kemitraan dengan BRI Talun Dorong UMKM Usaha Fasiatin Naik Kelas dan Berkembang
- Canvas Gemilang 2026 Dapat Respon Positif dari Masyarakat, Wadah Anak Muda Tuangkan Gagasan
Seperti Ibu Zulhimah selaku pedagang cabai dan sayur mayur yang mengungkapkan kenaikan harga bawang dan cabai yang dijualnya.
"Bawang merah harga jualnya sudah 35 ribu per kilogramnya. Cabai rawit setan sudah 70 ribu per kilogramnya, kalau cabai keriting masih murah 25 ribu. Kalau sayur masih stabil," jelasnya.
Selain itu, diikuti pula dengan kenaikan harga ayam per ekornya. Sebelum memasuki Ramadan, harga awal ayam per ekornya ialah Rp. 35 ribu tetapi saat memasuki bulan Ramadan, harganya mencapai 40 ribu lebih untuk per ekornya.
Ditambah kenaikan harga telur per kilogramnya pun semakin tinggi. Sebelum meningkat, harga awalnya ialah Rp. 28 ribu per kilogramnya. Memasuki bulan Ramadan, harga telur naik Rp. 2 ribu menjadi Rp. 30 ribu per kilogramnya.
Terlebih lagi kenaikan harga juga terasa di toko kelontong. "Bahan yang naik itu terutama kacang, minyak. Kayak kacang tunggak, kacang tanah, kacang tanah kupas, pokoknya kacang-kacangan. Tapi bukan itu aja, semua ada yang naik, paling ada beberapa item yang masih stabil. Tapi 80 persen kebanyakan harga pada naik," ungkap Fadlan Iman selaku pedagang kelontong.
Fadlan Iman juga menambahkan nominal kenaikan harga pada dagangannya.
"Kalau ini naiknya melonjak, bahkan ada yang naik sampai 10 ribu kalau kacang. Kalau sarden kalengan, minuman serbuk palingan naik seribu sampai 2 ribu," tambahnya.

Kenaikan bahan pokok ketika memasuki bulan Ramadan memberikan dampak yang begitu besar untuk para pembeli. Dikarenakan lebih banyak pengeluaran di bulan Ramadan, terlebih lagi digunakan untuk membeli bahan pokok untuk sahur dan berbuka puasa.
"Berasa, kalau Ramadan kan pengeluaran lebih banyak, buat sahur dan buka puasa. Jadi double gitu lah istilahnya," tanggapan salah satu pembeli yang merasakan dampak kenaikan harga bahan pokok di Pasar Anyar. ** (Red)







.jpg)








