- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
Ini Tradisi Harga Bahan Pokok Naik Saat Bulan Suci Ramadan di Pasar Anyar Kota Tangerang

Keterangan Gambar : Foto Istimewa : Harga bahan pokok naik tiap Bulan Ramadhan di Pasar Anyar Kota Tangerang.
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang - Memasuki bulan suci Ramadan, kebanyakan bahan pokok untuk kebutuhan sehari-hari semakin meningkat harga jualnya. Hal tersebut terjadi pada saat seminggu sebelum memasuki bulan Ramadan. Termasuk para pembeli yang merasakan dampak dari meningkatnya harga bahan pokok.

Kenaikan harga bahan pokok juga dialami oleh sekian banyak pedagang di Pasar Anyar, Kota Tangerang. Harga bahan pokok yang naik terdiri dari, bawang, cabai, telur, hingga kacang-kacangan.
Baca Lainnya :
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
Seperti Ibu Zulhimah selaku pedagang cabai dan sayur mayur yang mengungkapkan kenaikan harga bawang dan cabai yang dijualnya.
"Bawang merah harga jualnya sudah 35 ribu per kilogramnya. Cabai rawit setan sudah 70 ribu per kilogramnya, kalau cabai keriting masih murah 25 ribu. Kalau sayur masih stabil," jelasnya.
Selain itu, diikuti pula dengan kenaikan harga ayam per ekornya. Sebelum memasuki Ramadan, harga awal ayam per ekornya ialah Rp. 35 ribu tetapi saat memasuki bulan Ramadan, harganya mencapai 40 ribu lebih untuk per ekornya.
Ditambah kenaikan harga telur per kilogramnya pun semakin tinggi. Sebelum meningkat, harga awalnya ialah Rp. 28 ribu per kilogramnya. Memasuki bulan Ramadan, harga telur naik Rp. 2 ribu menjadi Rp. 30 ribu per kilogramnya.
Terlebih lagi kenaikan harga juga terasa di toko kelontong. "Bahan yang naik itu terutama kacang, minyak. Kayak kacang tunggak, kacang tanah, kacang tanah kupas, pokoknya kacang-kacangan. Tapi bukan itu aja, semua ada yang naik, paling ada beberapa item yang masih stabil. Tapi 80 persen kebanyakan harga pada naik," ungkap Fadlan Iman selaku pedagang kelontong.
Fadlan Iman juga menambahkan nominal kenaikan harga pada dagangannya.
"Kalau ini naiknya melonjak, bahkan ada yang naik sampai 10 ribu kalau kacang. Kalau sarden kalengan, minuman serbuk palingan naik seribu sampai 2 ribu," tambahnya.

Kenaikan bahan pokok ketika memasuki bulan Ramadan memberikan dampak yang begitu besar untuk para pembeli. Dikarenakan lebih banyak pengeluaran di bulan Ramadan, terlebih lagi digunakan untuk membeli bahan pokok untuk sahur dan berbuka puasa.
"Berasa, kalau Ramadan kan pengeluaran lebih banyak, buat sahur dan buka puasa. Jadi double gitu lah istilahnya," tanggapan salah satu pembeli yang merasakan dampak kenaikan harga bahan pokok di Pasar Anyar. ** (Red)

.jpg)

.jpg)





.jpg)






