- Hari Santri 2026, Nurul Anwar Ajak Santri Terus Belajar dan Berkarya
- Hari Santri 2026, Benny Siswanto Dorong Santri Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Momentum Idul Fitri selalu menjadi waktu yang tepat untuk kembali ke fitrah, mempererat kebersamaan, serta memperkuat kepedulian sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga semakin mendapat sorotan.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, menilai bahwa perempuan—terutama para ibu—memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.
Baca Lainnya :
- Momentum Sumpah Pemuda, Komisi II Dorong Pemuda Aktif dalam Pembangunan
- Suswati : Hari Santri Nasional Bagian Intergral Wujudkan Generasi Muda yang Akhlaqul Kharimah.
- Kontroversi Rencana Hibah Miliaran Rupiah Sabilu Taubah Gus Iqdam Picu Kecemburuah Dewan vs Wabup Beky.
- Maman Imanulhaq Desak Azerbaijan Cabut Larangan Jilbab Muslimah
- Hadiri Hari Kesaktian Pancasila, Adityawarman Tegaskan Pentingnya Persatuan
“Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan keluarga, memastikan kebutuhan tetap terpenuhi walaupun kondisi ekonomi tidak mudah,” ujar Anis.
Ia mengakui bahwa tekanan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan belum pulihnya daya beli membuat banyak keluarga harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan.
“Kita tidak bisa menutup mata, harga-harga kebutuhan sehari-hari masih terasa tinggi. Situasi ini membuat perempuan sering kali harus mencari cara tambahan, bahkan ikut menambah penghasilan keluarga,” lanjutnya.
Meski demikian, Anis menegaskan bahwa mencari nafkah bukanlah tugas utama perempuan, melainkan tanggung jawab yang pada dasarnya berada pada laki-laki. Peran perempuan dalam ekonomi keluarga dinilai sebagai bentuk dukungan yang memperkuat, bukan kewajiban utama.
“Ketika perempuan ikut berkontribusi, itu adalah kekuatan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi saat ini justru menuntut adanya kerja sama yang lebih baik antara suami dan istri dalam mengelola ekonomi keluarga.
“Mengelola ekonomi keluarga membutuhkan komunikasi yang baik dan pembagian peran yang bijak. Dengan kerja sama yang sehat, beban tidak bertumpu pada satu pihak, sehingga keluarga lebih kuat menghadapi tantangan,” jelas Anis.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan terhadap perempuan, terutama dalam sektor ekonomi produktif seperti UMKM.
“Perempuan memiliki potensi besar di sektor UMKM. Akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial harus diperkuat agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” tambahnya.
Di momen Idul Fitri ini, Anis mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan saling membantu, khususnya bagi mereka yang masih terdampak kondisi ekonomi.
“Idul Fitri mengingatkan kita untuk saling peduli. Semangat berbagi dan gotong royong menjadi kunci menjaga kekuatan sosial di tengah situasi yang menantang,” ujarnya.
Ia berharap ke depan perempuan Indonesia tidak hanya tangguh menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga mendapatkan dukungan dan kemitraan yang seimbang
dalam keluarga.
“Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, keluarga akan menjadi lebih kokoh. Dari keluarga yang kuat, insyaAllah ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga,” tutupnya. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).




.jpg)











