- Babinsa Koramil Ciledug Dan Serpong Bersama Komduk Aktif Patroli Malam.
- Tembus 3.000 Pelari, Sachrudin: Tangerang 10K Semakin Ramai dan Berdampak.
- Koramil 10/Sepatan Gelar Baksos, Komsos dan Santunan Anak Yatim.
- Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar Aktif Kelola Pertanian, Peternakan Kambing dan Perikanan Untuk ini.
- Paguyuban Jawa Tengah dan Persejasi DKI Jakarta Tampilkan Sepakbola Berjalan (Walking Football)
- Warga RW 11 VTE Antusias Ikuti Skrining Kesehatan
- Bupati Barito Utara Sampaikan Apresiasi kepada AKBP Singgih, Sambut Kapolres Baru
- Babinsa Jajaran Kodim 0506/Tgr Bersama Komduk Patroli Malam.
- Perbasi Cup Bergulir, Maryono: Olahraga Buka Peluang Wisata dan Ekonomi.
- Berita Sahih dan Kabar Bohong Makin Kabur, Masyarakat Harus Cermat
Idul Fitri 2026: Perempuan Jadi Pilar Ekonomi Keluarga di Masa Sulit

Keterangan Gambar : Anggota DPR RI, Anis Byarwati
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta, – Momentum Idul Fitri selalu menjadi waktu yang tepat untuk kembali ke fitrah, mempererat kebersamaan, serta memperkuat kepedulian sosial. Di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang, peran perempuan dalam menjaga ketahanan keluarga semakin mendapat sorotan.
Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS, Anis Byarwati, menilai bahwa perempuan—terutama para ibu—memegang peran krusial dalam menjaga keseimbangan ekonomi rumah tangga.
Baca Lainnya :
- Kunspek Komisi VIII, Maryono Dorong Dinas Damkar Segera Terwujud.
- Paska Insiden Keracunan Makan MBG Anggota DPR RI Nurhadi : BGN Diminta Perkuat Pengawasan Dapur MBG.
- Komisi IV DPRD Kota Tangerang Bagus Triyanto Dorong Kualitas Pekerjaan Proyek Perbaikan Jalan.
- H. Iing Bongkar Masalah Proyek Majalengka: Belum PHO Sudah Rusak
- Sukses Gelaran Festival Es Campur Merdeka Khas Blitar, Awak Media Hadir Berkontestasi
“Dalam kondisi sekarang, perempuan itu benar-benar jadi penopang utama di keluarga. Para ibu harus makin pintar mengatur keuangan keluarga, memastikan kebutuhan tetap terpenuhi walaupun kondisi ekonomi tidak mudah,” ujar Anis.
Ia mengakui bahwa tekanan ekonomi masih dirasakan oleh masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok dan belum pulihnya daya beli membuat banyak keluarga harus beradaptasi dengan berbagai keterbatasan.
“Kita tidak bisa menutup mata, harga-harga kebutuhan sehari-hari masih terasa tinggi. Situasi ini membuat perempuan sering kali harus mencari cara tambahan, bahkan ikut menambah penghasilan keluarga,” lanjutnya.
Meski demikian, Anis menegaskan bahwa mencari nafkah bukanlah tugas utama perempuan, melainkan tanggung jawab yang pada dasarnya berada pada laki-laki. Peran perempuan dalam ekonomi keluarga dinilai sebagai bentuk dukungan yang memperkuat, bukan kewajiban utama.
“Ketika perempuan ikut berkontribusi, itu adalah kekuatan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi saat ini justru menuntut adanya kerja sama yang lebih baik antara suami dan istri dalam mengelola ekonomi keluarga.
“Mengelola ekonomi keluarga membutuhkan komunikasi yang baik dan pembagian peran yang bijak. Dengan kerja sama yang sehat, beban tidak bertumpu pada satu pihak, sehingga keluarga lebih kuat menghadapi tantangan,” jelas Anis.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya dukungan kebijakan terhadap perempuan, terutama dalam sektor ekonomi produktif seperti UMKM.
“Perempuan memiliki potensi besar di sektor UMKM. Akses permodalan, pelatihan, dan perlindungan sosial harus diperkuat agar mereka tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” tambahnya.
Di momen Idul Fitri ini, Anis mengajak masyarakat untuk memperkuat semangat kebersamaan dan saling membantu, khususnya bagi mereka yang masih terdampak kondisi ekonomi.
“Idul Fitri mengingatkan kita untuk saling peduli. Semangat berbagi dan gotong royong menjadi kunci menjaga kekuatan sosial di tengah situasi yang menantang,” ujarnya.
Ia berharap ke depan perempuan Indonesia tidak hanya tangguh menghadapi tekanan ekonomi, tetapi juga mendapatkan dukungan dan kemitraan yang seimbang
dalam keluarga.
“Dengan kerja sama yang baik antara suami dan istri, keluarga akan menjadi lebih kokoh. Dari keluarga yang kuat, insyaAllah ketahanan ekonomi bangsa juga akan semakin terjaga,” tutupnya. (Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)
.jpg)













