- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
- Cegah Pelanggaran Lingkungan, Pemkab Barito Utara Sosialisasikan Aturan Pengawasan dan Sanksi Terbaru
- EDRR Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Indonesia Bidik Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
- Tinjau Progres Pembangunan Infrastruktur Daerah, Bupati Harapkan Dukungan Dari Semua Pihak
- Pemkab dan DPRD Gelar Rapat Bersama Matangkan Pembahasan Anggaran Prioritas Daerah
IDAI Rekomendasikan Jadwal Imunisasi Anak Umur 0-18 Tahun

Keterangan Gambar : Poto Istimewa
Megapolitanpos.com, Jakarta- Berikut informasi terkait jadwal imunisasi anak umur 0-18 tahun, update terbaru dari rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Kesehatan menjadi hal yang sangat diinginkan oleh semua mahkluk yang ada di bumi, karena jika tubuh sehat maka seseorang tetap bisa menjadi produktif menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dijelaskan bahwa Kesehatan merupakan suatu keadaan sehat baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan seseorang untuk hidup produktif secara sosial dan ekonomis.
Baca Lainnya :
- Pin Garuda Emas PAW Hendi Sang Jurnalis Siap Laksanakan Tugas Partai
- Dengar Kisah Marbot Jadi Panglima di 1 Muharram 1448 H, Ini Pesan Menyentuh Ketua DPRD Kota Bogor
- Warga Baru PSHT Cabang Kota Blitar, Gerbang Masuk Persaudaraan
- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Kecam Keras 9 Pasar di Kota Blitar Sepi, Disperindag Harus Buang Konsep Cara Lama
Kehidupan yang sehat tentunya dimulai dari keluarga. Memiliki keluarga yang sehat dapat diwujudkan salah satunya dengan cara memberikan imunisasi kepada anak sedini mungkin. Tujuan diberikannya imunisasi kepada anak adalah tubuh anak akan lebih mampu menghadapi dan mengalahkan infeksi penyakit.
Kementerian Kesehatan telah menerapkan imunisasi rutin lengkap untuk anak usia 0-18 tahun.
Atas dasar ini lah, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerbitkan rekomendasi jadwal imunisasi berdasarkan hasil perkembangan penelitian imunisasi secara global.
Berikut rekomendasi jadwal imunisasi anak usia 0-18 tahun :
1. Vaksin Hepatitis B (HB)
Vaksin Hepatitis B (HB) monovalen disuntikkan intramuscular kepada bayi segera setelah lahir sebelum berumur 24 jam, didahului penyuntikan vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.
2. Vaksin polio
Vaksin polio oral (bOPV) diteteskan ke mulut bayi ketika akan pulang. Jadwal pemberian vaksin polio lengkap terdiri dari bOPV saat lahir, 3x bOPV dan minimal 2x IPV , sesuai panduan Kemenkes pada usia 4 dan 9 bulan.
3. Vaksin BCG
Vaksin BCG disuntikkan intrakutan segera setelah lahir atau sebelum berusia 1 bulan.
4. Vaksin DTwP atau DTaP disuntikkan intramuskular mulai usia 6 minggu. DTaP dapat diberikan pada usia 2,3,4 bulan atau 2,4,6 bulan. Booster pertama pada usia 18 bulan, Booster berikutnya usia 5-7 tahun dan 10-18 tahun.
5. Vaksin Haemophilus Influenzae B
Vaksin HIB diberikan pada usia 2,4,6 bulan atau 2,3,4 bulan dan usia 18 bulan.
6. Vaksin Pneumokokus (PCV)
Vaksin PCV disuntikkan intramuskular pada usia 2,4,6 bulan dengan booster pada usia 12-15 bulan. Jika belum diberikan pada usia 7-12 bulan, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 1 bulan dan booster pada usia 12-15 bulan dengan jarak 2 bulan dari dosis sebelumnya.
Jika belum diberikan pada usia 1-2 tahun, berikan PCV 2 kali dengan jarak minimal 2 bulan. Jika belum diberikan pada usia 2-5 tahun, PCV10 diberikan 2 kali dengan jarak 2 bulan, PCV 13 diberikan 1 kali.
7. Vaksin Rotavirus (RV)
Vaksin RV monovalent (RV1) diteteskan ke dalam mulut diberikan dalam 2 dosis. Dosis pertama usia 6-12 minggu. Dosis kedua dengan interval minimal 4 minggu paling lambat usia 24 minggu.
Vaksin RV pentavalent (RV5) diberikan dalam 3 dosis. Dosis pertama, pada usia 6-12 minggu, interval antar dosis 4-10 minggu, dosis ketiga paling lambat usia 32 minggu.
8. Vaksin Influenza
Vaksin influenza disuntikkan intramuskular mulai usia 6 bulan. Untuk suntikan pertama dimulai dari usia 6 bulan- 8 tahun. Selanjutnya pengulangan setiap tahun 1 kali pada bulan yang sama menggunakan vaksin yang tersedia.
9. Vaksin MR dan MMR
Vaksin MR disuntikkan subkutan mulai umur 9 bulan, dosis kedua umur 15-18 bulan, dosis ketika umur 5-7 tahun. Bila sampai usia 12 bulan belum diberikan MR, maka dapat diberikan MMR mulai usia 12-15 bulan, dengan dosisi kedua 5-7 tahun.
10. Vaksin Japanese Enchepalitis (JE)
Vaksin JE disuntikkan subkutan, untuk anak yang tinggal di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis selama 1 bulan atau lebih.
Dosis pertama mulai usia 9 bulan, dosis penguat (untuk yang tinggal di daerah endemis) diberikan 1-2 tahun kemudian untuk perlindungan jangka panjang.
11. Vaksin Varisela
Vaksin varisela disuntikkan subkutan mulai usia 12-18 bulan.Pada usia 1-12 tahun, diberikan 2 dosis dengan interval 6 minggu sampai 3 bulan. Untuk usia 13 tahun atau lebih interval 4-6 minggu.
12. Vaksin Hepatitis A
Vaksin Hepatitis A disuntikkan intramuskular mulai usia ≥ 12 bulan dan diberika dalam 2 dosis dengan interval 6-18 bulan.
13. Vaksin tifoid
Vaksin tifoid polisakarida disuntikkan intramuskular mulai usia 2 tahun, diulang tiap 3 tahun.
14. Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)
Vaksin HPV disuntikkan pada anak perempuan secara intramuskular pada usia 9-14 tahun. 2 dosis interval 6-15 bulan, atau pada BIAS SD dosis pertama kelas 5 dan kedua kelas 6.
15. Vaksin Dengue
Vaksin Chimeric Yellow Fever Dengue (CYD) disuntikkan intramuskular pada usia 9-16 tahun, 3 dosis interval 6 bulan. Diberikan pada anak yang pernah sakit dengue yang dikonfirmasi dengan deteksi antigen atau tes serologi.
Demikianlah Semoga bermanfaat.***(AS).





.jpg)











