- Tangis dan Doa Iringi Pelepasan Ryamizard Ryacudu, Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir
- Pemerintah Berlakukan Ekspor Satu Pintu untuk Batu Bara hingga Sawit Mulai 1 Juni 2026
- Kabar Duka Nasional: Ryamizard Ryacudu Tutup Usia di RSPAD Gatot Soebroto
- Terkait Tunggakan Pajak Armada Truk, DLHK Berdalih BPKB Terselip di BPKAD
- PRJ 2026 Segera Dimulai, Lansia, Anak-anak, dan TNI-Polri Bisa Masuk Gratis
- Borobudur Bersiap Sambut Puncak Waisak 2026, Ritual Namaskara hingga Pelepasan Lampion Dimulai
- Melalui Program Robotika untuk Negeri, PRSI Jawa Barat Hadirkan Robotik di Lingkungan Pesantren
- Bagikan 1.400 Paket Daging Kurban untuk Masyarakat, Ini Pesan Ketua DPC PDI Kota Blitar
- Sumsel Bhayangkara Run 2026 Siap Digelar, Angkat Wisata dan Ekonomi Palembang
- BKPSDM Majalengka Melejit! Digitalisasi ASN Dongkrak Peringkat ke 6 Ragional
GERAK 98: Gibran Rakabumi Raka, Transformasi Tiga Periode

Keterangan Gambar : Jimmy Fajar, Jubir Gerak 98
Jakarta, Jimmy Fajar, Juru Bicara GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) mengingatkan terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai bacawapres Prabowo Subianto adalah proses yang sistematis, tidak berdiri di ruang hampa.
Lintasan rekam jejak momentum politik yang terjadi saat ini diduga tidak terlepas dari kerangka upaya mempertahankan kekuasaan dengan diktum isu Tiga Periode Jokowi dan kini bertransformasi menjadi Tiga Periode Gibran.
“Kami memperhatikan betul dengan detil dan berdasar akal sehat bahwa proses ini tidak serta merta terlepas berdiri di ruang hampa. Kami menunggu dan terus memperhatikan dan sekarang, praduga kami hal ini adalah bagian dari proses upaya pelanggengan kekuasaan isu Tiga Periode Jokowi, telah bertransformasi menjadi Tiga Periode Gibran,” ujarnya.
Baca Lainnya :
- Menkop Siapkan Kopdes Merah Putih Jadi Garda Terdepan Kedaulatan Pangan
- Dukung Program Prabowo Dapur MBG Blitar Garum Tawangsari II Kerja Keras Sepenuh Hati
- Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani, Dinilai Provokatif dan Picu Perpecahan
- Menkop: Eksistensi Kopdes Merah Putih Merupakan Implementasi Dari Prabowonomics
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
Jimmy, yang juga Mantan Aktivis Frontkot (Front Kota) menyatakan semua anak bangsa memiliki hak untuk memimpin. Sayangnya, Generasi Z dan Milenial diberikan contoh yang buruk atas proses seseorang menjadi pemimpin. Mempertebal persepsi tidak mudahnya akses seseorang untuk terlibat dalam politik. Contoh terdekat adalah Kaesang dan Gibran justru membenarkan situasi tersebut.
“Riset British Council 2022, menggambarkan anak muda saat ini justru menginginkan politik yang bersih dan mereka frustasi melihat kondisi politik yang mempraktekkan KKN, akses dekat dengan penguasa dan pemimpin politik dipergunakan untuk mengamankan kekuasaan. Gibran Rakabuming dan Kaesang adalah contoh yang kurang baik dalam pendidikan politik republik,” ujarnya.
Jimmy menambahkan popularitas ternyata tidak selalu linier dan menyimpan potensi bahaya untuk terwujudnya iklim demokrasi yang sehat. Meski demikian, rakyat saat ini sudah maju dan mampu memilah, memilih berdasarkan akal sehat.
Upaya pemaksaan kekuasaan dengan menggunakan lembaga negara yang diperlihatkan saat ini pasti akan memunculkan perlawanan rakyat pejuang demokrasi. Terbukti ketika rezim Orde Baru runtuh.
“Rezim Orde Baru merupakan contoh bagaimana rakyat dibenturkan dengan dinamika politik yang menghalalkan segala cara menggunakan kekuatan elemen lembaga negara untuk mempertahankan nafsu berkuasa. Ujung dari perlawanan ini adalah runtuhnya Orde Baru,” ujarnya.
GERAK 98 (Gerakan Aktivis 98) adalah kumpulan aktivis 98 yang tergabung dalam berbagai organ mahasiswa; Forkot, FKSMJ, Frontjak, FAMRED, GEMPUR, Front Kota, FPPHR, GEMA IPB, KPMB dan KB UI serta tersebar di berbagai daerah dan bersama elemen rakyat lain, menumbangkan rezim bobrok Orde Baru dan memulai era Reformasi.
















