- Kementerian UMKM Dorong Adopsi AI untuk Perkuat Ekonomi Inklusif
- Bingung Soal Proses dan Biaya Balik Nama Sertipikat Orang Tua ke Anak? Simak Penjelasan Berikut
- Muscab X PPP Kota Blitar Tonggak Parameter Pemilu 2029 Gerak Maju dan Menang
- Banjir Kembali Merendam Kawasan Permukiman Warga di Kebon Pala, Jakarta
- Gedung D Ditjen Bina Pemdes Kemendagri di Jalan Pasar Minggu Terbakar, Tidak Ada Korban Jiwa
- Anggota DPRD H. Parmana Setiawan Ikut Gowes Bersama Bupati, Perkuat Sinergi untuk Kota Bersih
- Kayuh Sepeda Keliling Kota, Bupati Pastikan Muara Teweh Tetap Bersih dan Nyaman
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- M.Trijanto : Tanpa Anggaran Koni Percasi Sukses Gelar Event Catur Semua Jenjang
- Jatmiko Adik Bupati Tulungagung Siap Proaktif Dukung Penyidikan KPK
Forwat Gelar Aksi, KPU Kota Tangerang Diminta Transparan Soal Anggaran Publikasi Media

MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Tangerang (Forwat) menggelar unjuk rasa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tangerang agar terbuka soal anggaran publikasi media pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Aksi di depan Kantor KPU pada Kamis, (20/6/2024) itu berjalan damai dikawal ketat oleh anggota kepolisian dan Satuan Polisi Praja Kota Tangerang.
Dalam orasinya, Ketua Forwat Andi Lala menegaskan, media adalah mitra dari KPU Kota Tangerang dan berperan penting dalam memberi informasi pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang yang akan berlangsung pada bulan November 2024 mendatang.
Baca Lainnya :
- Uu Ruzhanul Ulum Kobarkan Identitas PPP, Target Lonjakan Suara hingga Siapkan Kader Tempur di Pilkada
- Perhatian Presiden RI untuk Pendidikan Daerah, SDN Gandawesi II Direvitalisas
- Dies Natalis ke-20 UNMA, Bupati Eman : Kampus Harus Jadi Motor Solusi di Era Tantangan Kompleks
- Suara dari Hutan Majalengka : Ketua Komisi III DPRD Ingatkan Arah Pembangunan Harus Tunduk pada SDGs
- Bupati Majalengka Tertibkan Kabel Udara, Kolaborasi Pemda - Operator Demi Kota Lebih Aman dan Estetis
"Sebenarnya rekan rekan media ini adalah mitra bagi mereka, juga punya peran penting pada pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang, khususnya memberikan informasi atas proses tahapan hingga penetapan hasil Pilkada," tegas pria yang akrab disapa Lala.
Lala menambahkan, bahwa aksi tersebut juga bertujuan untuk membela hak-hak yang harus diberikan kepada awak media. Mengingat, di KPU Kota Tangerang telah menerima dana hibah sebesar Rp. 61 miliar, termasuk anggaran publikasi media sebesar Rp. 2.8 miliar.
Lala juga mengatakan, sejauh ini KPU Kota Tangerang juga belum pernah merilis besaran dan pengunaan anggaran tersebut.
"Karena yang kita suarakan ini adalah hak kami selaku media, karena anggaran itu memang sudah ada. Kita kritisi agar KPU Kota Tangerang transparan berapa anggaran media tersebut," katanya.
Usai menyampaikan aspirasi, massa aksi diterima oleh komisioner KPU Kota Tangerang,
Laila mengingatkan kepada Ketua KPU Kota Tangerang, Qori Ayatulloh pernah menyampaikan bahwa untuk anggaran publikasi di media massa penyelengaraan Pilkada 2024 sebesar Rp 2,8 miliar dan belum digunakan. Nominal anggaran tersebut terungkap setelah dipertanyakan oleh Forwat.
"Kata Qori, pada tahun 2024 anggaran media itu Rp 2,8 miliar dan masih belum terpakai. Sedangakn, pada tahun 2018 secara global hanya Rp 1,1 miliar. Secara global ditahun 2018 anggarannya sebesar Rp 1,1 miliar itu untuk iklan dan Advertorial, juga sebagainya. Sedangkan, untuk tahun 2024 sebesar Rp 2,8 miliar, itu belum terpakai," saat di hadapan awak media.
Qori menambahkan, bahwa KPU Kota Tangerang mengajukan hibah pada tahun 2022. Karena, pasca Covid dikhawatirkan pemerintah daerah tidak dapat mencukupi kuota tersebut. Maka, seluruh KPU se-Indonesia mengajukan pada tahun yang sama, yakni tahun 2022.
"Tahun 2024 ini pemilunya ini serentak, baik Pileg pilpres. Ini prosesnya memang panjang, kalau hibah kita ajukan pada tahun 2022. Kenapa 2022, karena se-Indonesia juga mengajukan ditahun 2022 pasca Covid kepala daerah tidak mampu membayar pada satu tahapan, maka dilakukan pertermin," ungkapnya.
Qori juga mengakui bahwa anggaram tersebut belum di komunikasi dan diinformasikan kepada rekan rekan media. ** (Red)

















