- PWI Jaya Matangkan MHT 2026, Total Hadiah Rp255 Juta
- Tan Ngi Hing : Dukung Rasionalisasi Platform Anggaran MBG Rp270 Trilyun 2027
- Dua Polisi Gadungan Diamankan Polsek Jatiuwung
- Tugas Nanggolo : PKDI Blitar Tolak Tawaran ADD Rp12,5 Miliar Dinilai Belum Menjawab Tuntutan
- Konsultasi Publik Pelebaran Jalan Digelar, Bupati Barito Utara Tegaskan Komitmen Pembangunan Infrastruktur
- Miss Jakarta Fair 2026 Usung Misi Pemberdayaan Perempuan, Gabriela Corrine Sugiharto Tampil sebagai Juara
- PM Singapura Lawrence Wong Disambut Presiden Prabowo, Leaders Retreat Perkuat Kemitraan Strategis
- Apel Pagi Pemkot Depok, ASN Diminta Aktif Sukseskan CKG dan Imunisasi Lengkap
- Batara Expo 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Pelaku UMKM
- Bupati Barito Utara Apresiasi Dedikasi Polri pada Syukuran Hut ke 80 Bhayangkara Tingkat Kabupaten Barito Utara
Forum Peduli Indonesia Damai Serukan Pemilu Jujur, Adil dan Bermartabat

Keterangan Gambar : Para pemuka atau tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai (FPID)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Para pemuka atau tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai (FPID) menyerukan kepada seluruh elemen bangsa dan umat untuk mewujudkan pemilihan umum (pemilu) yang jujur, adil, dan bermartabat.
Mereka yang tergabung FPID yakni Marsyudi Syuhud (Waketum MUI), Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo (Keuskupan Agung Jakarta), Gomar Gultom (Ketum PGI), Wisnu Bawa Tenaya (Ketum PHDI), Philip K. Wijaya (Ketum Permabudhi), Budi S. Tanuwibowo (Ketum Matakin), Sri Eko Sriyanto Galgendu (Pimpinan spiritual nusantara), dan Engkus Ruswana (Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia).
"Kami, Forum Peduli Indonesia Damai (FPID) menyerukan kepada seluruh umat dan bangsa untuk mewujudkan Pemilu yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan bermartabat agar melahirkan presiden, wakil presiden dan wakil rakyat terbaik," ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsyudi Syuhud saat membacakan seruan di Gedung Oikumene, Salemba, Jakarta, Senin (5/2/2024).
Baca Lainnya :
- Gerindra Majalengka Gaspol Kaderisasi, 100 Calon Kader Dilepas
- Aspirasi Warga Tak Lagi Mandek, DPRD Majalengka Kebut Proyek Miliaran
- Aspirasi Warga Terealisasi 2026, Jembatan Cijurey Siliwangi Dibangun Rp 19 Miliar
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
Seruan ini, menjadi yang ketiga dilakukan FPID setelah sebelumnya dilakukan di Gereja Katedral dan Hotel Sahid, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam paparannya, para tokoh agama tersebut membacakan 6 poin seruan yang disampaikan secara bergiliran.
Seruan pertama, mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan jangan menjadi golongan putih (Golput).
Kedua, mengajak masyarakat untuk menentukan pilihan dengan jiwa bebas merdeka sesuai suara hati nurani sendiri. Segala bentuk rayuan, bujukan, bisikan, ajakan, tekanan dan atau ancaman mesti diabaikan.
"Ikuti suara hati nurani, yes! bujukan dan intimidasi, no!," seru para tokoh agama tersebut.
Kemudian, seruan ketiga yaitu ikut aktif menjaga dan mengawasi seluruh tahapan Pemilu agar berlangsung sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, agar Pemilu berlangsung aman, damai, dan bermartabat.
"Keempat tajamkan nalar dan suara hati. Jangan memilih mereka yang bertentangan dengan dan atau melanggar prinsip Luber dan Jurdil. Dukung calon yang bermartabat menjunjung prinsip Luber dan Jurdil," kata Romo Kardinal Ignatius Suharyo.
Kelima, jaga dan junjung tinggi persatuan di atas perbedaan pilihan. Terakhir, mengajak umat untuk saling mengingatkan karena Pemilu merupakan momentum penting bagi masa depan bangsa dan negara.
"Maka gunakan hak kita dengan sebaik-baiknya secara merdeka tanpa perlu memusuhi mereka yang berbeda pilihan," ujar Ketum Matakin Budi Tanuwibowo. ** (Anton)



_-_Copy.jpg)













