- Polres Blitar Kota Laksanakan Ramp Check dan Tes Urine Sopir serta Awak Bus di Terminal Patria
- Geger! Kasi Satpol PP Majalengka Ditemukan Tewas Mendadak di Kamar Kos Cigasong
- PRSI Dukung Robotic Competition 2026 di Kupang, Pemkot Beri Dukungan Penuh
- BRI Life Tebar Kebaikan Ramadan Lewat Program Takjil on The Road
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- Menkop: Kopdes Merah Putih Jadi Ujung Tombak Keadilan Ekonomi dan Solusi Kesejahteraan Desa
- Lantik Pejabat Pengawas dan Fungsional, Wamen Ossy: Ujung Tombak dalam Pelayanan Pertanahan
- Kementerian ATR/BPN Dukung Program Ketahanan Energi Lewat Penyediaan Lahan dan Tata Ruang
- Gelar Rapim, Menteri ATR/Kepala BPN Minta Jajaran Matangkan Penyelarasan Data Jelang Penetapan LSD di 12 Provinsi
- Ramadhan Berbagi, Dr H. Amrullah: Hadirkan Kebahagiaan Lintas Agama
Forum Peduli Indonesia Damai Serukan Pemilu Jujur, Adil dan Bermartabat

Keterangan Gambar : Para pemuka atau tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai (FPID)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Para pemuka atau tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Peduli Indonesia Damai (FPID) menyerukan kepada seluruh elemen bangsa dan umat untuk mewujudkan pemilihan umum (pemilu) yang jujur, adil, dan bermartabat.
Mereka yang tergabung FPID yakni Marsyudi Syuhud (Waketum MUI), Kardinal Mgr. Ignatius Suharyo (Keuskupan Agung Jakarta), Gomar Gultom (Ketum PGI), Wisnu Bawa Tenaya (Ketum PHDI), Philip K. Wijaya (Ketum Permabudhi), Budi S. Tanuwibowo (Ketum Matakin), Sri Eko Sriyanto Galgendu (Pimpinan spiritual nusantara), dan Engkus Ruswana (Presidium Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia).
"Kami, Forum Peduli Indonesia Damai (FPID) menyerukan kepada seluruh umat dan bangsa untuk mewujudkan Pemilu yang damai, langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan bermartabat agar melahirkan presiden, wakil presiden dan wakil rakyat terbaik," ujar Wakil Ketua Umum (Waketum) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Marsyudi Syuhud saat membacakan seruan di Gedung Oikumene, Salemba, Jakarta, Senin (5/2/2024).
Baca Lainnya :
- Mudik Lebih Nyaman, Bank Jakarta Siapkan Posko Istirahat hingga Program Mudik Gratis
- DPR Sentil Program Konversi 120 Juta Motor Listrik: Ambisi Besar Harus Dibayar Kesiapan Nyata
- Operasi Keselamatan Lodaya 2026 Digelar, Ratusan Personel Amankan Majalengka
- DPR Dorong Percepatan Teknologi Pengolahan Sampah Usai Tragedi Bantargebang
- Panic Buying BBM Jadi Alarm Nasional, Ateng Sutisna Soroti Lemahnya Logistik Energi
Seruan ini, menjadi yang ketiga dilakukan FPID setelah sebelumnya dilakukan di Gereja Katedral dan Hotel Sahid, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Dalam paparannya, para tokoh agama tersebut membacakan 6 poin seruan yang disampaikan secara bergiliran.
Seruan pertama, mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan jangan menjadi golongan putih (Golput).
Kedua, mengajak masyarakat untuk menentukan pilihan dengan jiwa bebas merdeka sesuai suara hati nurani sendiri. Segala bentuk rayuan, bujukan, bisikan, ajakan, tekanan dan atau ancaman mesti diabaikan.
"Ikuti suara hati nurani, yes! bujukan dan intimidasi, no!," seru para tokoh agama tersebut.
Kemudian, seruan ketiga yaitu ikut aktif menjaga dan mengawasi seluruh tahapan Pemilu agar berlangsung sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil, agar Pemilu berlangsung aman, damai, dan bermartabat.
"Keempat tajamkan nalar dan suara hati. Jangan memilih mereka yang bertentangan dengan dan atau melanggar prinsip Luber dan Jurdil. Dukung calon yang bermartabat menjunjung prinsip Luber dan Jurdil," kata Romo Kardinal Ignatius Suharyo.
Kelima, jaga dan junjung tinggi persatuan di atas perbedaan pilihan. Terakhir, mengajak umat untuk saling mengingatkan karena Pemilu merupakan momentum penting bagi masa depan bangsa dan negara.
"Maka gunakan hak kita dengan sebaik-baiknya secara merdeka tanpa perlu memusuhi mereka yang berbeda pilihan," ujar Ketum Matakin Budi Tanuwibowo. ** (Anton)













