- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Babinsa dan Komduk Lakukan Patroli Malam.
- Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya.
- Basarnas Sebut Satu Kru Helikopter Super Puma Meninggal Dunia dalam Musibah di Sungai Barito
- Pemerintah Beri Diskon 30 Persen Tiket KAI Menjelang Libur Akhir Tahun
- DPRD Dukung Pembinaan Pencak Silat, Gun Sriwitanto, Isi Waktu Remaja dengan Kegiatan Bermanfaat
- Wamen Ekraf Dorong Mahasiswa Sulap Hasil Penelitian Jadi Bisnis Kreatif
- Kuliner hingga Fesyen, 140 UMKM Meriahkan Kemang Fest 20
- Nurhadi Gelar Sarasehan Kebangsaan Desa Sidomulyo dan Ngrejo \" Wawasan Kebangsaan dan Penjaga Konstitusi.
- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
Festival Dalang Muda Bentuk Implementasi Peradaban Moderen Harus Dilestarikan

Keterangan Gambar : Penyerahan tokoh wayang oleh Kepala Disparbud Jatim Drs Sinarto S.Kar MM kepada peserta festival wayang kulit dalang muda.
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Seni pakeliran wayang kulit merupakan salah satu kesenian tradisional warisan leluhur yang harus dijaga kelestariannya, karena wayang kulit tak hanya dikenal di Indonesia saja, melainkan juga dikenal seluruh dunia, bahkan telah mendapatkan pengakuan dari Unesco. Untuk itu hukumnya wajib bagi bangsa ini untuk selalu membumikan jagad pakeliran agar tidak menjadi bahan gunjingan dunia internasional.
Ini yang disampaikan oleh kepala Dinas Pariwisata dan kebudayan provinsi Jawa Timur Drs. Sinarto S.Kar MM, saat membuka acara festival wayang kulit dalang muda se Jawa Timur, pada Senin (07/11/22) di Pendopo Hand Asta Sih di Kelurahan Togogan Srengat.

Baca Lainnya :
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Babinsa dan Komduk Lakukan Patroli Malam.
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Tenaga Ahli Komisi II MPR Bersama Pengusaha Bela Bangsa Sambangi PT STM: Dorong Kolaborasi Strategis dan Inovasi Berbasis Data demi Kemakmuran Bangsa
"Melestarikan kesenian wayang kulit menjadi tanggungjawab kita semua, sebagaimana diamanahkan Gubernur Jawa Timur, wayang kulit termasuk 90 sanggar budaya yang jadi perhatian Pemprov Jatim, Gubernur juga terus mendorong agar semua itu dapat berkembang dan terjaga kelestariannya," tuturnya.
Sementara itu Asisten Administrasi Umum Setda Pemkab Blitar Mashudi Mashudi dalam membacakan sambutan tertulis Wakil Bupati Blitar Rahmat Santoso menyampaikan, festival wayang kulit dalang muda bekerjasama antara Dinas Kebudayaan dan Provinsi Jawa Timur yang diikuti oleh beberapa kabupaten/ kota di Jawa Timur.
Event ini memperingati Hari Hari Wayang Nasional ke 4 dan Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur.
"Kecintaan terhadap seni budaya daerah memang harus dipupuk dan dilestarikan, kesenian wayang kulit merupakan sarana edukasi dan menanamkan kecintaan akan seni budaya, sejalan dengan perkembangannya seni wayang kulit merupakan seni adiluhung yang harus diwariskan kepada generasi muda," ungkap Mashudi.

Atas nama pemerintah Kabupaten Blitar, pihaknya juga sangat mengapresiasi penyelenggaraan festival wayang kulit dalang muda yang diinisiasi oleh dinas periwisata dan kebudayaan Jawa Timur. Sehingga melalui pagelaran yang diselenggarakan di Kabupaten Blitar dapat menggugah gairah bagi para seniman khususnya dalang muda dan generasi muda agar semakin mencintai kesenian wayang kulit.
"Karena kesenian wayang kulit merupakan filosovi kehidupan kita sehari - hari, wayang kulit selain sebagai media tontonan juga sekaligus sebagai ajaran dan tuntunan dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya. (za/mp)
















