- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
- Layanan Kesehatan Gratis untuk Nasabah, Pemkab Barito Utara Gandeng BPD Kalteng
Entrepreneur Hub Terpadu Upaya Nyata Kementerian UMKM Wujudkan Asta Cita ke-3

Keterangan Gambar : ajang Entrepreneur Hub Terpadu edisi Sumatera Utara, Selasa (20/5).
MEGAPOLITANPOS.COM, Medan - Program Entrepreneur Hub Terpadu menjadi salah satu upaya nyata Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mewujudkan komitmennya dalam mendukung pencapaian Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo Subianto melalui penguatan ekosistem kewirausahaan yang inovatif, tangguh, dan berdaya saing global.

Baca Lainnya :
- Diskusi UMKM: KUR Meningkat, Tapi Produk Impor dan Biaya Platform Digital Jadi Tantangan
- Kementerian UMKM Dukung BKPM Percepat Legalitas Usaha Mikro
- Percepat Akses Pembiayaan UMKM Sumut, Kementerian UMKM Gelar Akad Massal KUR
- Menteri UMKM: Penindakan Impor Ilegal Perkuat Perlindungan dan Daya Saing UMKM
- Kementerian UMKM Gandeng BP Batam dan BRI Perkuat UMKM di Ekosistem Industri
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Siti Azizah, dalam sambutannya pada ajang Entrepreneur Hub Terpadu edisi Sumatera Utara, Selasa (20/5), menyampaikan bahwa program ini menjadi wadah strategis untuk mencetak wirausaha unggul melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor.
“Entrepreneur Hub Terpadu dirancang sebagai platform yang menyatukan inovasi, akses permodalan, literasi digital, dan peluang pasar dalam satu ekosistem yang terintegrasi,” ujar Siti Azizah.
Ia menambahkan, kontribusi UMKM sangat besar terhadap perekonomian daerah, khususnya dalam menciptakan lapangan kerja. Namun, tantangan saat ini bukan hanya menambah jumlah pelaku usaha, melainkan juga mendorong peningkatan skala, kualitas, dan daya saing usaha.
“Menjadi wirausaha hari ini tidak cukup hanya bermodal keberanian dan intuisi. Diperlukan inovasi, pemahaman teknologi digital, jejaring yang kuat, serta literasi finansial,” katanya.
Dalam mendukung lahirnya wirausaha yang berdaya saing, Kementerian UMKM mengintegrasikan berbagai dukungan mulai dari kemudahan legalitas usaha, pembiayaan yang inklusif, pelatihan berbasis teknologi, hingga perluasan akses pasar domestik dan internasional.
Selain dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Siti Azizah juga berharap agar wirausaha selalu menanamkan tiga prinsip utama.
"Wirausaha harus menerapkan tiga prinsip utama dalam menjalankan usaha, mulai dari berani bermimpi besar dengan visi yang memberikan dampak sosial dan ekonomi, membangun kolaborasi dan bertransformasi digital," kata Siti Azizah.
Siti Azizah berharap, pendekatan menyeluruh lewat program Entrepreneur Hub Terpadu, dapat menjadi motor penggerak lahirnya wirausaha yang adaptif, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global.
Wakil Rektor 3 Universitas Sumatera Utara Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan mengatakan, Entrepreneur Hub Terpadu Sumatera Utara 2025, juga menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pencapaian Asta Cita ke-3 Presiden Prabowo Subianto.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung target strategis nasional, khususnya rasio kewirausahaan sebesar 3,10 persen pada 2025,” kata Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan.
Sebagai institusi pendidikan tinggi, kata Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan, pihaknya menempatkan penguatan sektor UMKM dan kewirausahaan sebagai bagian integral dari mandat tridharma perguruan tinggi.
Untuk itu, USU terus mendidik dan membina mahasiswa serta alumni agar memiliki jiwa kewirausahaan yang adaptif dan berbasis inovasi.
“Kami percaya UMKM yang sehat tidak hanya ditentukan oleh skala usaha, tetapi juga kekuatan inovasi, manajerial yang tangguh, literasi keuangan, dan kesiapan transformasi digital,” kata Poppy Anjelisa Zaitun Hasibuan.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)






.jpg)

.jpg)






