- Safari Jumat di Montallat, Shalahuddin Tinjau Infrastruktur dan Salurkan Bantuan Pendidikan
- Pastikan Wilayah Aman, Babinsa Dan Komduk Aktif Laksanakan Patroli Malam.
- PELATARAN Jadi Solusi Warga Urus Layanan Pertanahan di Akhir Pekan.
- Pastikan Infrastruktur Berkualitas, Bupati Shalahuddin Turun Langsung Tinjau Jalan Panglima Batur
- Program Asri DPC Gerindra Kabupaten Blitar Gelar Bersih Pantai Tambakrejo.
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Pastikan Pengeboran Sarana Air Bersih Berfungsi dengan Baik.
- Proses Pembangunan Program RTLH dalam TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa.
- Kementerian UMKM Terapkan Program Pemulihan Terintegrasi bagi UMKM Terdampak Bencana di Sumatera
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
Dikeluhkan Warga, Pengerjaan Sambungan Pipa PDAM TKR Jadi Penyebab Kemacetan

Keterangan Gambar : Beberapa hari terakhir ini terpantau Jalan Raya Cadas-Kukun dikeluhkan warga pengguna jalan, lantaran terjadi kemacetan yang cukup panjang.
MEGAPOLITANPOS.COM Tangerang,- Beberapa hari terakhir ini terpantau Jalan Raya Cadas-Kukun dikeluhkan warga pengguna jalan, lantaran terjadi kemacetan yang cukup panjang.
Kemacetan terjadi karena adanya proyek sambungan pipa besar milik PDAM Tirta Kerta Raharja (TKR) kabupaten Tangerang yang memakan badan jalan sehingga terjadi penyempitan Jalan.
Salah satu pengguna jalan sebut saja NS yang setiap hari melintasi jalan tesebut merasa kesal, karena perjalanan pulang ke Rajeg yang biasanya hanya 25 menit jadi memakan waktu 1 jam.
Baca Lainnya :
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- DPRD Kota Bogor Tinjau Trase Baru Batutulis, Progres Pembangunan Capai 84 Persen
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
"Saya kesal mas jalan jadi macet, masak proyek PDAM TKR yang cukup besar hingga membuat jalan macet tidak satupun petugas dari dishub atau Polisi yang mengatur lalu lintas, saya minta dipercepat pengerjaanya," kata NS kepada wartawan, Rabu (25/1/2023).
Sementara Ketua DPP LSM Barata Harahap saat ditemui dikantornya mengatakan, setiap pengerjaan semestinya ada Izinya dari dinas PUPR dan harus berkoordinasi dengan beberapa dinas terkait termasuk Dishub dan Kepolisian.
"Saya kemarin juga melintas disitu, kena macet juga dan saya lihat tidak satupun anggota Dishub maupun Polantas di lokasi proyek sambungan Pipa PDAM TKR," ujar Harahap.
Menurutnya, koordinasi dengan beberapa dinas terkait sangat penting agar tidak terjadi miskomunikasi dilapangan."Saya minta koordinasi dengan semua pihak segera dilakukan agar tidak terjadi kemacetan, harus ada solusi agar jalan lancar dan tidak dikeluhkan warga pengguna jalan," pungkasnya.
Terpisah Kepala UPT TKR Rajeg Alex saat dihubungi via sambungan WhatsApp mengaku baru mau melakukan koordinasi dengan berbagai pihak.
"Iya bang kita akan segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, saya akan sampaikan dengan kontraktornya," kata Alex.
Untuk diketahui bahwa proyek sambungan pipa PDAM TKR dikerjakan oleh PT Karya Sepakat Kita dan PT Rafa Karya Indonesia(Frwt/Korwil Kab Tng)









.jpg)




