- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Semangat Cinta Daerah Anggota DPR RI Nurhadi Tamu Kehormatan HUT RI ke 81 di Kampung
- Komisi II DPRD Minta Kemarau Agar Bupti Blitar Fokus Pola Pertanian Gogorancah
- Kementerian UMKM: Holding Perkebunan Perkuat Rantai Nilai Lada Putih Muntok
- Pemkab Barito Utara Tegaskan Komitmen Perhatikan Kebutuhan Umat
- Bupati Shalahuddin Kukuhkan Paskibraka Barito Utara, Tekankan Disiplin dan Tanggung Jawab
- Lima Kunci Sukses Ala Bupati Shalahuddin
- Wali Kota Blitar : Perluas Layanan Peziarah Makam Bung Karno Buka 24 Jam Sesuaikan Animo Masyarakat
- Ineu Bongkar Alasan Jabar Pinjam Rp 3,4 Triliun di Tengah Defisit
- Dandim Virlani : Pembukaan MPLS Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Atasi Kesenjangan Pendidikan di Blitar
Didukung BNI, Bisnis Dekorasi Rumah Sukses Manfaatkan Limbah Spare Part

MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) sukses dalam mendorong pengembangan UMKM agar mendapat kesempatan naik kelas serta proaktif mengimplementasikan bisnis berkelanjutan. Salah satu yang didukung BNI adalah UMKM El Art yang bergerak di bidang kerajinan.
Adapun El Art merupakan salah satu UMKM unggulan di Jawa Tengah yang menjadi peserta di ajang Inacraft on October 2023 yang digelar di JCC Senayan, Jakarta.
El Art sukses mengubah limbah spare part menjadi dekorasi rumah yang bernilai. Pemilik El Art, Edi Waluyo menuturkan, ide usaha tersebut dimulai saat masa pandemi Covid-19 lalu, di mana dia banting setir dari usaha kuliner ke bidang kerajinan.
Baca Lainnya :
- Bukan Sekadar Seremoni, PTPN I Hadirkan Dampak Ekonomi bagi Ratusan UMKM
- Segenap Jajaran Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemerintah Kabupaten Tangerang mengucapkan Dirgahayu Kemerdekaan Indonesia ke -81
- Monas Jadi Pusat Pesta Rakyat 17 Agustus 2026, 300 Ribu Kaus dan Jutaan Porsi Kuliner Dibagikan
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
Awalnya, Edi bercerita bawha dirinya resah melihat banyak limbah spare part dari bengkel di sekitar rumahnya yang tidak dimanfaatkan maksimal.
Kemudian, dia mendapatkan ide agar limbah-limbah tersebut bisa digunakan untuk bahan kerajinan tangan sekaligus menjadi ladang bisnisnya.
"Saya lihat di sekeliling saya di bengkel-bengkel di sekitar daerah saya banyak limbah-limbah dari spare part itu mereka ga maksimal output-nya. Mereka hanya dijual kiloan ke pemulung. Ini potensi kalau misalkan diolah menjadi sebuah karya mungkin memiliki nilai jual lebih tinggi ketimbang hanya dijual secara kiloan saja," ujar Edi.
Edi mengaku belajar secara otodidak melalui *media sosial* untuk mengolah limbah spare part tersebut. Alhasil, diimbangi dengan dasar seni yang dimiliki dari kecil, dia berhasil menjadikan sejumlah karya seperti patung-patung kecil yang terbuat dari logam.
Namun, dia menyadari masyarakat Indonesia kurang meminati hasil karya awalnya tersebut. Akhirnya dia membuat sejumlah seni terapan dari logam dengan tiga produk andalan, di antaranya Bearing Clock, Owl Clock, dan Piston Clock. Pangsa pasar El Art mencakup korporasi dan kerap diminta untuk menghasilkan karya seninya sebagai souvenir di suatu acara tertentu.
"Ketika tahu ternyata pangsa pasar untuk seni di Indonesia agak kecil, akhirnya saya bikin seni terapan di antaranya seperti Mini Owl atau lampu piston, jadi sesuatu yang memang ada seninya dan ada fungsinya. Akhirnya saya berjalan sampai sekarang," jelasnya.
Untuk pemasaran, Edi menyebut El Art lebih dominan memanfaatkan internet atau sekitar 80 persen, baik itu media sosial atau website. Sementara, 20 persen sisanya pemasaran secara offline pada pameran tertentu.
"(Pemasaran) media sosial. Jadi kita ada dua, pertama di Instagram. Di Instagram hanya untuk branding, untuk penjualan lebih banyak di website kita sendiri," pungkasnya. (Reporter: Achmad Sholeh)












.jpg)




