- Hadiri Paripurna Pidato Kenegaraan, H Nurul Anwar Sampaikan Harapan untuk Indonesia
- Dengarkan Pidato Kenegaraan, Anggota DPRD, Gun Sri Witanto Tekankan Pentingnya Mengisi Kemerdekaan Dengan Amanah UUD 45
- DPRD Barito Utara Gelar Paripurna Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Jelang HUT ke-81 RI
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Prabowo Targetkan 30 Ribu Koperasi Merah Putih dan Swasembada Bawang Putih
- Komisi II DPRD Barito Utara Dorong Setiap Desa Miliki Minimal 10 Hektare Kebun Desa
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
Dibalik Insiden Rusuh Reses Guntur Wahono Ternyata Pelakunya Orang diluar Undangan Resmi

Keterangan Gambar : Usai peristiwa ricuh saat malam reses Anggota DPRD Jatim Guntur Wahono di Dusun Bendorejo Desa Bendosewu Kabupaten Blitar
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Usai peristiwa ricuh saat malam reses Anggota DPRD Jatim Guntur Wahono di Dusun Bendorejo Desa Bendosewu Kabupaten Blitar, ternyata dipicu oleh sekelompok orang tak diundang.
Mereka oknum pembuat onar ini diluar undangan yang disebarkan oleh panitia, saat pembukaan acara hingga ditutup dengan doa hingga satu lagu obat kangen Guntur Wahono yang dilantunkan tak ada keributan.
Hal ini dikemukakan Guntur kepada awak media didampingi Endik Susilo selaku ketua panitia di rumah Guntur Wahono dirumahnya dusun Tambak Boyo Desa Sumber Kecamatan Sanan Kulon pada Rabu (31/01/2024).
Baca Lainnya :
- Menjelang HUT RI ke-81 2026 Legislatif dan Eksekutif Kabupaten Blitar Dengarkan Pidato Presiden Prabowo
- Komisi III DPRD Fasilitasi Audensi Antara PLN Dengan Keluarga Korban Meninggal Tersengat Listrik
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
Endi Susilo menjelaskan jumlah peserta yang diundang sebanyak 250 orang. Sementara, kericuhan itu pun terjadi setelah Guntur Wahono meninggalkan tempat reses di dusun Bendorejo desa Bendosewu Talun.
"Memang saat itu nama mereka tidak ada dalam undangan, sejumlah orang ini datang berkumpul dibagian belakang. Karena undangan sudah terdata lengkap, dan sebagian besar ibu-ibu," jelasnya.
Endi pun menjelaskan, sebelum warga dikumpulkan, saat sebelumnya mereka diberi penjelasan tidak adanya uang transportasi, dan mereka ada kesepakatan bersama warga setempat. Masyarakat menginginkan adanya program, yakni pembangunan pagar mushola dan mesin pembuat genting, sebagai ganti uang transportasi tersebut, yang bersumber dari APBD Provinsi Jatim.
"Undangan yang terdaftar dan datang, semua sudah paham kalau tidak ada uang transportnya, mereka tetap datang untuk bertemu dengan Pak Guntur. Setelah acara selesai, dan Pak Guntur sudah pulang, barulah kericuhan terjadi," terang Endi.
Sementara itu, Guntur Wahono membenarkan apa yang dikatakan Hendi. Ia mengaku sebelumnya, timnya sudah mengetahui adanya kelompok yang berkumpul di sebuah rumah, sebelum memasuki tempat acara, bahkan sempat bersalam salaman.
"Pas ribut-ribut itu, saya sudah pulang mas dan saya disitu sampai acara selesai. Diawal memang, tim saya sudah bilang, kalau ada sekelompok orang berkumpul di suatu rumah dekat tempat acara, saya pikir ya gak apa-apa mereka hadir meski tanpa undangan, saya sambut dengan baik ," ujar Guntur.
Terkait dugaan kericuhan tersebut sudah terencana dan mentargetkan acara PDI Perjuangan, Guntur tak mau berspekulasi lebih jauh dan berprasangka buruk.
"Saya tidak menuduh siapa-siapa. Tapi yang jelas, saya tau masyarakat di situ adalah basis PDI Perjuangan. Saya juga datang kesitu atas permintaan warga masyarakat, ngiras pantes menyambung silaturahmi karena saat lalu ternyata saya ada suara dukungan dari mereka, kami tetap menyambung persaudaraan," pungkasnya. ** (za/mp)
















