- Sambut HUT ke-499 Jakarta, Pemprov DKI Sebut Jakarta Fair Jadi Simbol Kolaborasi dan Kemajuan Kota
- Kapolres Majalengka Taklukkan Ciremai, Kibarkan Merah Putih Raksasa
- UMKM 5K Run Jadi Ajang Promosi Produk Olahraga Lokal dan Gaya Hidup Sehat
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Jadi Pusat Perayaan HUT Jakarta dengan Ragam Hiburan Istimewa
- Ketum PRI Lantik Pengurus Samudra, Perkuat Peran Santri dalam Pembangunan Bangsa
- Pasangan Muda Indonesia Bersinar di Macau Open 2026, BNI dan PBSI Petik Hasil Pembinaan Jangka Panjang
- KUR Rp40 Miliar Digelontorkan ke NTB, Dorong UMKM dan PMI Naik Kelas
- Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Fraksi PSI Lakukan Kegiatan Reses ke-3
- PENAS XVII Jadi Pintu Kolaborasi dan Inovasi bagi Pertanian Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Komitmen Barito Utara Dukung Kemandirian Pangan Nasional di PENAS XVII Gorontalo
Cabut Piagam Penghargaan Kapolres Kediri, Aliansi Kediri Bersatu Anggap Tidak Merespon Laporan dan Tuntutan Warga
Dalam aksi yang dilakukan massa iitu berlangsung damai usai pihak Kepolisian Resor Kediri menerjunkan petugas pengamanan.

Keterangan Gambar : Aksi di Depan Polres Kediri
MEGAPOLITANPOS.COM: KEDIRI – Puluhan massa aksi yang mengatasnamakan Aliansi Kediri Bersatu ( AKB) dari unsur Pengiat Masyarakan Saroja dan Gelora Cinta yang beberapa waktu lalu sempat memberikan Piagam Penghargaan kepada Kapolres Kediri dan Kasat Reskrim Polres Kediri akhirnya melakukan pencabutan Piagam Penghargaan yang telah diberikan tersebut kemarin siang.
Massa Aliansi Kediri Bersatu mendatangi Kantor Mapolres Kediri untuk melakukan aksi damai mendapat pengamanan ketat dari petugas. Massa aksi damai membawa berbagai pamflet bertuliskan sejumlah kritikan terhadap pihak kepolisian, dengan tujuan mencabut aduan dan piagam penghargaan yang diberikan kepada Kapolres Kediri dan Kasatreskrim pada tanggal 7 September lalu.
Supriyo Dewan Pengawas Penguat Masyarakat SAROJA yang juga korlap aksi damai mengungkapkan, aksi yang dilakukannya bersama kawan kawan Aliansi Kediri Bersatu ini agar keinginannya dipenuhi.

“kami pada intinya dumas ( pengaduan masyarakat ) kami pada tanggal 7 September kami tarik kembali, karena pada prinsipnya pengrusakan atau kerusakan jalan yang ada di sana ( wilayah Kecamatan Ngancar) itu terserah penilaian dari Polres, itu termasuk delik umum, delik aduan atau apa terserah, bagi kami Saroja dan kawan kawan merasa percuma,”tandasnya
Priyo yang dikenal tegas dan juga mantan aktivis 98 ini menegaskan, pihaknya akan mencari dengan mekanisme yang lain, yang jelas dugaan kami jelas ketika jalur evakuasi yang merupakan jalan yang bagus dilalui oleh truk kita hanya tanyakan atas itu perintah dari siapa, nota dinas siapa dan dari mana sehingga boleh boleh lewat situ, itu yang kita inginkan, kenapa? Kalau terjadi kerusakan siapa yang bertanggungjawab karena itu aset negara.
“Jadi kami tidak ada urusan dengan korupsinya dengan tambangnya, kenapa ? Yang kami persoalkan dugaan, mohon maaf pembiaran pengrusakan aset negara.” Tegas Priyo panggilan Dewan Pengawas SAROJA
Lebih lanjut Supriyo Pengiat Masyarakatnyang telah berhasil mengungkap sejumlah kasus korupsi ini menambahkan, akan menempuh cara lain yaitu dengan mengajukan gugatan class action bilamana diperlukan. Pihaknya juga tidak mau ribut dengan kepolisian yang dianggap sebagai keluarga dan saudara.
Dan dalam aksi itu Perwakilan Pendemo ditemui oleh Waka Polres Kediri dan mengaku bahwa kepolisian sudah menindaklanjuti aduannya, tapi pihaknya merasa tidak ada tindakan lebih lanjut dan menurutnya sepengetahuannya di LSM ketika ada Dumas minimal ada tahapan-tahapan seperti SP2P ke pihaknya sehingga pihaknya mengerti perkembangan. Dia mengaku bahwa tidak ada pemberitahuan apapun sehingga dia akan mencari keadilan dengan cara lain.
Dalam aksi yang dilakukan massa iitu berlangsung damai usai pihak Kepolisian Resor Kediri menerjunkan petugas pengamanan.
















