- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI
- Lomba Kreasi Layang - Layang Ajarkan Generasi Muda Produktif dan Lebih Berkegiatan Positif
- Drakor di Tambang Batubara: Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban, Mafia Legal Formal,.
- Dua Moment Penting Rangkum Kebersamaan Kader DPC Partai Demokrat, Taget 6 Kursi Parlemen
- BEN Carnival 5 Kota Blitar Potret Kebhinekaan Adat Budaya 37 Provinsi Tampil Memukau
- Kualitas Udara Memburuk, Ketua Komisi I DPRD Barito Utara Imbau Warga Waspadai Dampak Karhutla
Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan peninjauan kondisi Sungai Barito di kawasan gosong pinggir sungai, tepatnya di bawah Pasar Pendopo Muara Teweh, Senin (24/08/2026).
Peninjauan dipimpin langsung Bupati Barito Utara H. Shalahuddin, didampingi Sekretaris Daerah Muhlis bersama jajaran pemerintah daerah. Kegiatan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi sungai yang mengalami penyurutan akibat musim kemarau berkepanjangan dan minimnya curah hujan.
Baca Lainnya :
- Bupati Shalahuddin Tinjau Rumah Lanting di Sungai Barito yang Terdampak Surut
- Sebanyak 329 Rumah Tidak Layak Huni di Tangsel Tuntas Dibedah, Pondok Aren Terbanyak
- Kemenhub: Transportasi di Kalimantan Tetap Beroperasi di Tengah Karhutla.
- Polres Majalengka Kedepankan Langkah Preventif Tekan Knalpot Brong
- Gulkarmat Jakut Gencarkan Edukasi Cegah Kebakaran di Tengah Perayaan HUT ke-81 RI

Dalam peninjauan tersebut, Bupati bersama rombongan turut melihat kondisi sejumlah rumah lanting yang berada di sekitar kawasan sungai. Rumah lanting yang biasanya mengapung di permukaan Sungai Barito kini sebagian berada di atas daratan atau gosong akibat debit air yang terus menurun.
Kondisi tersebut dalam bahasa masyarakat setempat dikenal sebagai tapanggang.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung dampak perubahan kondisi Sungai Barito terhadap masyarakat yang beraktivitas dan tinggal di sekitar bantaran sungai.
Bupati juga melihat kondisi akses dan lingkungan sekitar rumah lanting yang terdampak surutnya air. Kondisi sungai yang semakin dangkal tidak hanya memengaruhi keberadaan rumah lanting, tetapi juga berpotensi berdampak terhadap aktivitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jalur sungai.
Pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi Sungai Barito, terutama selama musim kemarau. Peninjauan lapangan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dalam menentukan langkah yang diperlukan apabila kondisi surutnya air semakin berdampak terhadap masyarakat.

Selain melihat kondisi rumah lanting, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi jajaran pemerintah daerah untuk menyerap informasi dan melihat langsung situasi masyarakat di sekitar kawasan Sungai Barito.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menyesuaikan aktivitas di sungai dengan kondisi debit air saat ini, termasuk memperhatikan keselamatan saat menggunakan jalur sungai maupun melakukan aktivitas di sekitar bantaran.
(Dd)



.jpg)











