- Hari Santri 2026, Nurul Anwar Ajak Santri Terus Belajar dan Berkarya
- Hari Santri 2026, Benny Siswanto Dorong Santri Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
- Kantah Kabupaten Tangerang Salurkan UGK Untuk Pembangunan KSCS, Dukung Manfaat Air Baku bagi Masyarakat
- Perkuat Budaya Antikorupsi, Kantah Kabupaten Tangerang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK
- Kantah Kabupaten Pandeglang Ikuti Workshop Integritas Bersama KPK Bangun Budaya Anti Korupsi
- Lima Hari Kades Sangkanhurip Sulit Ditemui, Warga Pertanyakan Pelayanan Desa
- Kementerian UMKM Lanjutkan Pendampingan Usaha bagi UMKM Aceh Pascabencana
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Resmi Jadi Tersangka KPK
Bupati Pekalongan Tersangka

Keterangan Gambar : Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.(Foto: tangkapan layar IG Pemkab Pekalongan)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK-RI) resmi menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq sebagai tersangka tunggal pada kasus dugaan korupsi terkait pengadaan jasa outsourcing atau tenaga alih daya, dan pengadaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan tahun anggaran 2023 - 2026. Penetapan ini disampaikan oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Rabu (4/3/2026).
"Menaikkan perkara ini (OTT Bupati Pekalongan) ke tahap penyidikan dengan menetapkan satu orang sebagai tersangka, yaitu FAR (Fadia Arafiq) Bupati Pekalongan periode 2025 - 2030," kata Asep.
Asep mengatakan, penetapan status tersangka berdasarkan kecukupan alat bukti.
Baca Lainnya :
- Hari Santri 2026, Nurul Anwar Ajak Santri Terus Belajar dan Berkarya
- Hari Santri 2026, Benny Siswanto Dorong Santri Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah
- Hasil Pilkades Kebonjati Dipertanyakan, Warga Soroti Sistem QR Code
- Bangun Kedaulatan Ekonomi, Menkop Dorong Kolaborasi Cendekiawan dan Koperasi
- Sejarah Baru Pramuka Majalengka, 545 Anggota Resmi Jadi Pramuka Garuda
KPK kemudian melakukan penahanan terhadap Fadia Arafiq untuk 20 hari pertama terhitung 4 Maret sampai 23 Maret 2026.
"Penahanan (FAR) dilakukan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK," ujar Asep.
Fadia Arafiq disangkakan dengan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12 B Undang- undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 127 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).
Sebelumnya, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq di wilayah Semarang, Jawa Tengah, Selasa (3/3/2026). Dalam OTT, KPK mengamankan Fadia Arafiq bersama orang kepercayaan dan ajudannya.
"Para pihak (termasuk FAR) diamankan di wilayah Semarang," terang jubir KPK, Budi Prasetyo, Selasa (3/3/2026).
Selain Bupati Pekalongan, KPK mengamankan juga sejumlah orang dalam OTT di lingkungan Pemkab Pekalongan.(***)















