Bupati Blitar: Dengan Keaneka Ragaman, Kususnya Ikan Hias Produk Blitar Semakin Kawentar Dalam dan L

By Sarinan MP 02 Jul 2022, 16:35:00 WIB Daerah
Bupati Blitar: Dengan Keaneka Ragaman, Kususnya Ikan Hias Produk Blitar Semakin Kawentar Dalam dan L

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Kabupaten Blitar secara geografis dan demografis dengan 22 Kecamatan dan 248 Desa Kelurahan secara ekonomi memiliki keberagaman produknya baik dari sektor pangan, Sumber daya alam perikanan laut, perikanan air tawar. Kusus pada sektor perikanan air tawar petani ikan hias kususnya ikan koi tetap primadona, Ikan koi sudah menembus pasar expor luar negeri seperti yang baru baru ini ikan koi Kabupaten Blitar expor perdana ke Malaysia, dengan keberagaman produksi ini akan membuat Kabupaten Blitar akan semakin kawentar. Hal ini disampaikan Bupati Blitar dalam acara Munas Asosiasi Pecinta Koi Indonesia (APKI) ke-VI di Pendopo Ronggo Hadi Negoro pada Sabtu (02/07/22). Acara ini dibuka langsung oleh Dirjen Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Artati Widiarti. Munas APKI ke VI digelar selama dua hari tanggal 2 hingga 3 Juli 2024 diikuti Forkopimda Blitar Raya, Dinas KKP Jatim, para breedeer koi dan petani ikan hias se Blitar Raya. "Bukan saja karena ikan koinya, namun seluruh potensi yang ada di Blitar Raya ada banyak ragam. koi kita sudah ekspor ke beberapa negara, bahkan baru-baru in ke Malaysia,"ujar Rini Syarifah. Bupati juga berharap Munas ini, selain sebagai media silaturahmi, moment ini juga sebagai ajang sharing knowledge, untuk terus berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas ikan hias koi sekaligus menjaga kepemilikan brand Blitar yang merupakan sentra koi nasional. Dan Kabupaten Blitar nanti pada tanggal 28 Oktober 2022 bisa menjadi peserta kontes Koi Show memperebutkan Piala Presiden." Saya juga berpesan agar kegiatan APKI tetap bersinergi dengan program pemerintah daerah, dengan harapan untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Blitar yang mandiri dan sejahtera berlandaskan akhlak mulia Baldatun Toyibatun Warubun Ghofur,"tuturnya. Di lain sisi Dirjen Peningkatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI Artati Widiarti, Dirjen KKP mengemukakan, ikan hias dengan segala keindahannya bisa sebagai terapi mengurangi stres, ikan hias seperti koi dinilai sebagai pengungkit sumber - sumber ekonomi lainya. Ikan hias juga memberi multi player impact yang cukup besar, tidak saja di budidaya dan perdangangannya saja, tapi juga termasuk idustri pendukungnya, seperti pakan, tanaman hias air, aquarium beserta asesoriesnya. Ikan hias memiliki jaringan mulai hulu sampai ke hilir. “ Memelihara ikan ikan hias sudah lama menjadi hobi, apalagi sejak masa pandemic Covid 19, ikan hias terutama koi menjadi berkembang pesat peminatnya.perkembangan domistikpun menunjukan angka yang luar biasa.kita juga patut bersyukur karena Indonesia memiliki 2/3 kawasan air dengan keragaman sangat tinggi, kususnya jenis ikan hias budidaya air tawar, sehingga multi impact player jauh lebih tinggi dibanding ikan hias air laut,”kata Artati Widiarti. Selanjutnya Dirjend KKP Artati juga menjelaskan dalam rangka mewujudkan ekologi ekonomi berkelanjutan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menempuh jalan menumbuhkembangkan ekonomi berkelanjutan dengan dukungan sosial bertanggungjawab dalam peningkatan sumberdaya perikanan termasuk ikan hias didalamnya. “ Salah satu terobosan KKP dalam tahun 2022 – 2024 adalah pembangunan kampung – kampung budidaya perikanan air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal untuk mengentaskan kemiskinan dan mempertahankan kepunahan dari spesies lokal bernilai ekonomi tinggi,”jlentrehnya. Masih menurut Dirjend KKP, Ikan hias merupakan salah satu komuditas yang akan diakselerasikan oleh Kemertian KKP, dan Kabupaten Blitar terpilih sebagai kampung pembudidaya ikan hias. Berdasarkan data statitistik BPS nilai export ikan hias sejak 2017 hingga 2021 mengalami peningkatan . “ Dari 27,6 juta US pada 2017 menjadi 34,5 juta US pada tahun 2021, dengan indeks pertumbuhan rata- rata 6,11 persen. Ini baru data eskpor yang tercatat di BPS, belum transaksi domistik angkanya jauh lebih besar dan 80 persen didominasi oleh export ikan hias air tawar,”pungkasnya. (za/mp)




  • Ahmad Nawawi Resmi Maju Calon Ketua Umum PB Mathla, ul Anwar 2026–2031

    🕔19:03:50, 11 Apr 2026
  • Mahasiswa UNY Dorong Partisipasi Donor Darah Lewat Red Heroes Project, Perkuat Dukungan pada SDGs 3 dan 4

    🕔16:17:39, 24 Nov 2025
  • Wamenkop Farida: Kopontren Dapat Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

    🕔21:24:46, 14 Nov 2025
  • Polres Palopo Ungkap Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Feni Ere

    🕔21:24:00, 21 Mar 2025
  • Reuni Alumni Akpol 1991 Bhara Daksa Sambangi Rumah Kompol(Purn) Sutomo, Berikan Kado Kursi Roda

    🕔10:56:12, 23 Agu 2024