- Bupati Barito Utara Bacakan Amanat Presiden pada HUT ke-80 Bhayangkara
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Rian Bakal Calon Ketum TheJak: Saatnya Manajemen Lebih Terbuka, TheJak Milik Kita Bersama Bukan Segelintir Orang
- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang melaksanakan kegiatan Pembayaran Uang Ganti Rugi Pengadaan Tanah untuk pembangunan Jalan Tol Serpong–Balaraja Seksi 2A
- RDP dengan Komisi II DPR RI, Sekjen ATR/BPN Laporkan Capaian Pelaksanaan Tujuh Layanan Prioritas
- Sekjen ATR/BPN: Layanan Pertanahan Capai 8,4 Juta Berkas Setiap Tahunnya
- Jadi Pembicara di Diklat Pratama DPP GMPK, Menteri Nusron: Nasionalisme Menjadikan Bangsa yang Kuat
- Ketua Bidang Perempuan PKS Dorong Kampus Bahas Isu Homoseksualitas Secara Objektif dan Menyeluruh
- Pangdam Jaya Sambangi Polda Metro dan Beri Ucapan HUT Bhayangkara ke-80
- Bupati Shalahuddin Tandai Dimulainya Penataan Kawasan Kumuh Lanjas dan Pembangunan Water Front City
Bupati Blitar: Petani Milenial Optimalkan Lahan Melalui Teknologi Modern

Keterangan Gambar : Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Setor pertanian di Kabupaten Blitar sangat luar biasa, selain sumber kekayaan alam yang meliputi sektor perikanan laut dan perikanan budidaya, bidang peternakan, dan lain sebagainya. Kepada para pemuda dan karang taruna diharapkan mampu memberikan kontribusi, siap menjadi generasi milenial memberdayakan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Kabupaten Blitar. Hal ini disampaikan Bupati Blitar Hj.Rini Syarifah dihadapan 40 mantan siswa Polbangtan Malang pada Senin (03/10/22) pada acara Bimtek pendampingan kawasan sentra produksi pangan di ruang pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Blitar.
Acara ini dihadiri oleh DR.Setya Budhi Udrayana S.Pt. MSi. Dirjend Polbangtan wilayah Malang bimbingan tehnis bagi pendamping kawasan sentra produksi pangan Kabupaten Blitar, pada Senin (03/10/22) di ruang pertemuan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, setelah pemaparan kepada para mantan siswa ini selanjutkan akan dikirim ke lokasi yang telah ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar, dalam hal ini Dinas Pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Ir. Pangan Wawan Widianto - Mou dengan Dirjend pertanian Direktur peningkatan produksi tanaman pangan. Kegiatan pendampingan akan dilakukan selama tiga bulan bisa ditindak lanjuti membangkitkan potensi pertanian yang ada di Kabupaten Blitar. Kegiatan pendampimgan akan dilakukan di tiga Kecamatan, masing - masing Kecamatan Sanankulon, Wonodadi dan Kecamatan Udananwu semua merupakan daerah sentra tanaman cabe.
Baca Lainnya :
- Camat Palasah Bawa Kue ke Polsek, Momen Hangat Bhayangkara ke-80
- Modus Bantuan Masjid Tipu Warga di Majalengka, 4 Pelaku Ditangkap Kilat!
- Bhayangkara ke-80, Kasus Kekerasan Anak Terungkap di Majalengka
- Polres Majalengka Sikat Jambret, Tangkap Pelaku Hitungan Jam
- Jawaban Bupati Majalengka Soal APBD 2025 : PAD, Pajak, hingga Infrastruktur

"Cabe merupakan tanaman komoditas yang sangat membanggakan, diharapkan budidaya tanaman cabe ini dapat dioptimalkan, dan saya berharap SMK pertanian bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan bisa mengelola sektor pertanian di Kabupaten Blitar," ungkap Wawan.
Sementara itu Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah dalam sambutannya menyampaikan, hari ini kita sudah luar biasa dalam acara ini dihadiri oleh pakar pakar pertanian yang nantinya dapat membimbing kepada generasi milenial.
"Kabupaten Blitar adalah tanah yang subur yang harus diangkat semua potensinya, seperti produk cabe, tanaman holtikultura lainya, Kabupaten pada sektor pertanian sempat memperoleh penghargaan TPID dari Pemerintah pusat, karena semua potensi ini ada di Kabupaten Blitar mampu menjadi penyangga pangan Nasional," tutur Bupati
Dengan dipilihnya tiga kecamatan yang sebagai demplot, diharapkan dari kegiatan bimbingan tehnis dari lembaga tersebut, hasilnya akan memberikan dorongan dan motivasi bagi petani lain di 19 Kecamatan yang ada di Kabupaten Blitar.

"Selain itu kondisi Kabupaten Blitar yang kaya Sumber Daya Alam (SDA) maka kita harus betul betul siap menggunakan tehnologi, generasi milenial dituntut bisa mandiri, menjadi tenaga yang terampil, dengan menggarap semua potensin yang ada, generasi muda Kabupaten Blitar tidak galau dan menjadi urban," pungkas Rini Syarifah.(Za/MP)

















