- Destinasi Komersial pertama, Asthara Skyfront City Luncurkan The Floritz Gallery
- Aktivis di Blitar Penuhi Panggilan Polisi Usai Orasi Antikorupsi
- Politisi PDI-P Taupik Nugraha Minta Pemkab Edukasi Masyarakat Soal Status dan Kewenangan Jalan
- Dewan Taupik Apresiasi Kanal Pengaduan Masyarakat, Minta Dukungan Anggaran Maksimal
- Taupik Nugraha Pertanyakan Target Pengentasan Kawasan Kumuh di Barito Utara
- Pemkab Tegaskan Pemda Tak Bisa Perbaiki Fasilitas Perumahan Sebelum PSU Diserahkan
- Pemkab Barito Utara Jelaskan Pentingnya Penyerahan PSU Perumahan kepada Pemda
- DPRD dan Pemkab Barito Utara Sepakati Dua Raperda Strategis, Siap Difasilitasi ke Gubernur Kalteng
- Di Hadapan HIPMI, Prabowo Tegaskan Komitmen Swasembada Pangan dan Energi
- Gerak Serentak PKK Majalengka Guncang Desa :26 Kecamatan Disisir, Bantuan Digelontorkan
Bupati Barito Utara Buka FGD Perhitungan IKD 2026

MEGAPOLITANPOS.COM-Muara Teweh – Bupati Barito Utara melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Barito Utara, H. Mochmad Iksan, membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Muara Teweh, Rabu (03/06/2026).
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kepala BPBD, Bupati menyampaikan bahwa kegiatan FGD memiliki arti penting dan strategis dalam upaya memperkuat kapasitas daerah menghadapi berbagai ancaman bencana.
Baca Lainnya :
- BPBD Barito Utara Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Pencegahan Bencana
- Bupati Barito Utara Buka FGD Perhitungan IKD 2026
- Kajari Baru Barito Utara Disambut Adat Dayak, Pemkab Harapkan Sinergi untuk Kemajuan Daerah
- DPRD Bahas Raperda PSU, Patih Herman Desak Solusi Konkret untuk Jalan Perumahan
- Hangatkan Kebersamaan Ramadhan, Bupati Barito Utara Buka Puasa Bersama PAKUWOJO
Menurutnya, Perhitungan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) Tahun 2026 merupakan salah satu komponen penilaian yang digunakan untuk melihat tingkat ketahanan atau kapasitas daerah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.
“Tujuan utama dari perhitungan IKD ini adalah untuk mendorong penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) di Kabupaten Barito Utara. Artinya, kita ingin daerah ini semakin aman, semakin siap menghadapi bencana, dan mampu melindungi masyarakat dari berbagai risiko yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujarnya.
Bupati juga mengingatkan bahwa Kabupaten Barito Utara memiliki berbagai potensi ancaman bencana, baik bencana alam maupun nonalam, sehingga memerlukan kesiapsiagaan dan sinergi seluruh pihak. Karena itu, penguatan ketahanan daerah menjadi tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas BPBD semata. Seluruh sektor harus terlibat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat hingga masyarakat itu sendiri.
“Tanpa kerja sama dan komitmen bersama, upaya membangun daerah yang tangguh terhadap bencana tidak akan berhasil,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara berharap nilai Indeks Ketahanan Daerah terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan menurunnya Indeks Risiko Bencana. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan lebih aman, berkelanjutan, dan memberikan perlindungan nyata bagi masyarakat.
Bupati juga mengajak seluruh peserta FGD untuk memanfaatkan forum tersebut secara maksimal dengan menyampaikan berbagai masukan, evaluasi, dan solusi nyata demi kepentingan daerah serta peningkatan ketahanan bencana di Kabupaten Barito Utara.
(A)

















