- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
- DPRD Apresiasi Gerak Cepat PUPR, Namun Soroti Kualitas
- Halal bi Halal Disdik Majalengka Perkuat Silaturahmi, BAZNAS Sisipkan Gerakan Kepedulian Pelajar
- Ditreskrimsus Polda Metro Bongkar Uang Palsu Pecahan Rp 100 Ribu di Bogor
- BBM RI Paling Murah di ASEAN! Fakta atau Ilusi, Perbandingan Harga RON 95 Picu Perdebatan Panas
- Stabilitas BBM Jadi Prioritas, Wabup Felix Dorong MBSM Maksimal Layani Warga
- Majalengka Ngebut! Groundbreaking KIEM Buka Jalan Ribuan Lapangan Kerja
Diduga Dilaporkan Gelapkan Uang Arisan Paket Sembako, Yanto akan Lapor Balik ke Polisi

Keterangan Gambar : Yanto( Rompi dan kaos putih)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta- Maraknya pemberitaan di masyarakat terkait dugaan penggelapan uang arisan paket sembako dan tabungan hari raya juga pelaporan warga terhadap dirinya ke Polsek Tambora, Yanto warga RT 10/05 Kelurahan Jembatan Lima, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat berencana akan melaporkan balik pihak yang melaporkannya ke Polres Metro Jakarta Barat.
"Banyaknya informasi terkait diri saya yang dilaporkan di Polsek Tambora, atas tuduhan penggelapan uang arisan sembako dan tabungan hari raya, saya akan melaporkan balik si pelapor ke Polres Metro Jakarta Barat," kata Yanto dalam keterangannya , Minggu, (09/03/2025).
Baca Lainnya :
- Laporan tidak Teregister, Empat Anggota Polsek Danau Paris Dilaporkan Ke Propam Polri
- Kasus Dugaan Penipuan Solar Industri Jalan di Tempat, Reformasi Polri Diuji di Meja Penyidik Polres Jaksel
- Polda Metro Jaya–FWP Gandeng PWI Jaya Gelar UKW, Wujudkan Wartawan Profesional di Lingkungan Kepolisian
- Kapolda Metro Jaya Ungkap Tujuan Pembentukan Polisi Siswa Keamanan Sekolah
- Pelayanan BPKB Ditlantas Polda Metro Dapat Pujian dari Warga, Dinilai Cepat dan Ramah
Menurut Yanto, laporan yang dilakukan pelapor tersebut sangat merugikan dirinya.
"Nama baik saya benar-benar dirugikan. Untuk itu saya melaporkan kembali si pelapor atas pencemaran nama baik saya," tambah Yanto.
Menurutnya, pelaporan tersebut ada unsur politis, karena dirinya saat ini mencalonkan ketua RW.
"Saya menduga ada unsur politis, untuk menjatuhkan saya di pencalonan diri saya sebagai ketua RW," ujarnya.
Yanto menceritakan terkait kronologi koordinator arisan paket sembako dan tabungan hari raya yang di kelolanya yang berhenti setelah lebaran di tahun 2024.
"Persoalan arisan paket sembako dan tabungan hari raya sudah saya berhentikan setelah hari raya 2024. Karena koordinator yang selama ini saya percaya sudah berani menyelewengkan uang. Salah satunya adalah Nsh," ungkapnya.
Lebih jauh ia menjelaskan, Nsh selaku koordinatornya, sudah disuruh tanggung jawab terkait persoalan pengambilan uang warga tersebut, karena koperasi yang dikelolanya sudah ditutup.
"Itu Nsh sudah saya ingatkan, jangan pernah bawa - bawa nama saya di arisan yang kamu kutip. Dan kamu harus bertanggung jawab kepada nasabahmu," saran Yanto.
Terkait buku tabungan koperasi berkah sejahtera juga tabungan hari raya, Yanto kembali menegaskan, bahwa semua itu tidak sesuai berdasarkan tahun pembuatan.
"Kami membuat buku tabungan setiap tahun ada perubahan warna, dan barang bukti yang dibuat laporan itu tidak sesuai, karena Nengsih memakai buku palsu. Dan setiap orang yang menyetor harus ada tanda tangan dan stempel koperasi. Sedangkan milik Nengsih tidak ada tanda tangan dan stempel koperasi," jelasnya.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).







.jpg)

.jpg)






