- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
- Satgas Sampah Kodim 0510/Tigaraksa Bersihkan Tumpukan Sampah di Jalan Gandaria Kresek.
- Jaga Kamtibmas, TNI Dan Komduk Patroli Malam Bersama.
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Penyaluran Tali Asih PPKH 281 PT NPR, Pemdes dan BPD Karendan-Muara Pari Jelaskan Mekanisme
- Kementerian UMKM Buka Peluang Waralaba Lokal Masuk Pasar Modal
- HUT ke-39, BRI Life Salurkan Bantuan Sembako hingga Fasilitas Air Bersih
- Masyarakat Rentan Sosial Desa Sumberingin Bersyukur BLT-DD Sudah Cair.
- Fraksi PKB DPRD Kabupaten Blitar Gelar Hari Fraksi: Ruang Aspirasi & Suara Rakyat.
Benny Harapkan Aturan Relaksasi Bea Masuk Barang Milik Pekerja Migran Indonesia Segera Diterbitkan Kemenkeu

Keterangan Gambar : Kepala BP2MI Benny Rhamdani saat memberikan keterangan usai melepas 44 Pekerja Migran Indonesia (PMI) program Government to Government (G to G) Korea Selatan.
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta - Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengharapkan Kementerian Keuangan dapat segera menerbitkan peraturan terkait relaksasi pajak bea masuk barang-barang milik pekerja migran Indonesia (PMI). Pasalnya, BP2MI telah mengusulkan terkait relaksasi bea masuk terhadap barang bawaan pekerja migran Indonesia dan disetujui oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis, 3 Agustus 2023 lalu.
Benny mengungkapkan, akibat tak kunjung terbit aturan relaksasi tersebut, para pekerja migran Indonesia yang kembali ke tanah air kerab merugi lantaran barang bawaannya termasuk oleh-oleh ditahan oleh petugas Bea dan Cukai dengan alasan aturan bea masuk.
"Mudah-mudahan ini dapat mengetuk hati para pejabat yang memiliki otoritas (Kementerian Keuangan) terkait relaksasi pajak (bea masuk) barang-barang milik pekerja migran Indonesia (PMI)," harap Benny kepada wartawan seusai melepas 44 PMI di Aula kantor BP2MI, Pancoran, Jakarta, Selasa (7/11/2023).
Baca Lainnya :
- Polemik Gibran Menguat, Maman Imanulhaq Dorong Jalan Konstitusional
- Coretan Liar Kotori Ruang Publik, Majalengka Kirim Pesan Tegas
- 38 Ribu Pil Obat Keras Terungkap, Polisi Bongkar Jaringan Pengedar di Majalengka
- Nurhadi Anggota DPR RI : Perlancar Layanyan Kesehatan Serahkan Mobil Ambulan Untuk Pemdes Bacem.
- Pasien Puskesmas Bantarujeg Viral, Bupati Majalengka Evaluasi Total
Benny mengungkapkan, pihaknya masih banyak menerima aduan dari para PMI terkait penahanan barang masuk.
"Saya banyak terima aduan, banyak barang-barang pekerja migran yang ditahan di pelabuhan di Semarang, di Tanjung Perak, Surabaya," ujar Benny.
Mantan senator DPD RI ini menyayangkan penahanan barang milik PMI itu karena peraturan relaksasi pajak bea masuk yang tak kunjung terbit.
"Sebagian barang tersebut adalah hadiah bagi keluarga PMI di rumah, yang tentu tidak dapat sampai tepat waktu, atau makanan yang mungkin sudah kedaluwarsa menunggu peraturan relaksasi pajak terbit," tutur Benny.
Terkait hal itu, Benny telah bersurat kepada Menteri Keuangan agar relaksasi pajak barang milik pekerja migran Indonesia dapat segera diterbitkan.
Seperti diketahui sebelumnya pada rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 3 Agustus lalu, Presiden Jokowi yang telah memberi izin terkait relaksasi itu. Presiden Jokowi menyetujui 1.500 dolar AS per tahun kiriman barang PMI dalam tiga kali pengiriman.
"Ada good will negara tentang relaksasi. Tapi mestinya kalau aturannya belum terbit jangan ditahan dulu barang barang PMI," cetusnya.
Selain itu dalam ratas bersama Presiden, kata dia, juga dibahas mengenai pembebasan international mobile equipment identity (IMEI) ponsel milik pekerja migran Indonesia.
"Presiden juga setuju khusus untuk PMI dibebaskan untuk IMEI handphone milik pekerja migran Indonesia," pungkasnya.** (Anton)
















