- DPRD Barito Utara Siap Dukung Tambahan Anggaran Penanganan Karhutla
- Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Wirausaha Sulsel melalui Bursa Wirausaha Unggulan
- Bupati Shalahuddin Tegaskan APBD-P Harus Transparan dan Akuntabel
- Bupati Shalahuddin, APBD-P 2026 Harus Jadi Ruang Evaluasi Substantif
- Pemkab Barito Utara Petakan Pemerataan Sarana Pendidikan dan Kesehatan
- Bupati Shalahuddin Siapkan Penguatan Sektor Pariwisata Barito Utara
- Bupati Shalahuddin Dorong Penguatan PAD untuk Kurangi Ketergantungan Dana Transfer
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Kapolda PMJ Komjen Asep Edi Suheri Terima Audiensi Pimpinan DPRD DKI Jakarta
- Tutup Rakor Karhutla di Teweh Selatan, Bupati Shalahuddin Tekankan Kesiapsiagaan dan Respons Cepat
Bupati Eman Tinjau Kekeringan, Ribuan Hektare Sawah Berhasil Diselamatkan

Keterangan Gambar : Bupati Majalengka H Eman Suherman bersama petani
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Dampak kemarau panjang akibat fenomena El Nino mulai menghantam sektor pertanian di Kabupaten Majalengka. Sedikitnya 72 hektare lahan persawahan di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, dipastikan mengalami gagal panen karena krisis air.
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Bupati Majalengka H. Eman Suherman turun langsung meninjau wilayah terdampak pada Rabu (22/7/2026). Ia didampingi Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Gatot Sulaeman, Kepala BPBD Agus Tamim, unsur Muspika Jatitujuh, serta perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisangarung.
"Hari ini saya bersama teman-teman dari DKP3 dan BPBD memonitor langsung dampak kemarau panjang. Kami ingin memastikan kondisi sawah yang dikelola para petani. Memang ada wilayah yang mengalami kekeringan, tetapi ada juga yang hari ini bisa tersenyum lega," ujar Eman Suherman.
Baca Lainnya :
- Wamen Ossy: Kementerian ATR/BPN Hormati Proses Hukum dan Pastikan Layanan Pertanahan Tetap Berjalan.
- Danramil Rajeg Pimpin Baksos Dan Komsos Jaga Jakarta On The Spot .
- Turun ke Wilayah Peringati Maulid, Maryono Ajak Masyarakat Teladani Sifat-Sifat Rasulullah.
- Tim Bola Voli Merpati Blitar Raih Juara 2
- Polres Majalengka Ungkap 4 Kasus Narkoba, Sabu dan Sintetis Disita
Hasil peninjauan menunjukkan kondisi berbeda di sejumlah wilayah. Di Kecamatan Kertajati yang didominasi sawah tadah hujan, kekeringan terjadi cukup parah karena minim sumber air dan jaringan irigasi. Pemerintah daerah kini mengkaji peningkatan kapasitas embung sebagai solusi jangka panjang.
Sementara di Desa Panyingkiran, Kecamatan Jatitujuh, sekitar 72 hektare sawah gagal panen setelah pasokan air terhenti. Upaya pengeboran sumur sempat dilakukan, namun hasil uji geolistrik menunjukkan tidak ditemukan sumber air tanah yang memadai.
Pemkab Majalengka akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi, termasuk mengevaluasi pola tanam agar petani dapat beralih ke komoditas yang lebih tahan terhadap kekeringan.
Di tengah ancaman kemarau, kabar baik datang dari lima desa di Kecamatan Jatitujuh, yakni Jatitujuh, Jatitengah, Biyawak, Jatiraga, dan Pilangsari. Ribuan hektare sawah yang sebelumnya rawan puso kini berhasil diselamatkan setelah sodetan air dari Bendung Rentang mulai mengalir sekitar satu bulan terakhir.
"Biasanya pada musim kemarau hanya sekitar 500 hektare yang bisa panen. Setelah sodetan dari Bendung Rentang dibuka, hampir 2.000 hektare sawah kini mendapat pasokan air dan terhindar dari gagal panen," ungkapnya.
Bupati memberikan apresiasi kepada BBWS Cimanuk Cisangarung yang telah merealisasikan pembangunan sodetan tersebut. Menurutnya, langkah itu menjadi penyelamat bagi ribuan petani di wilayah utara Majalengka.
Pemkab Majalengka juga menyiapkan sejumlah langkah lanjutan untuk menghadapi musim kemarau, mulai dari normalisasi dan pembesaran embung, penguatan jaringan irigasi, hingga penyesuaian pola tanam yang lebih hemat air.
Perhatian pemerintah disambut positif para petani. Aep (56), petani asal Desa Panyingkiran, mengaku merasa lebih optimistis setelah Bupati turun langsung melihat kondisi sawah yang mengering.
"Kehadiran Pak Bupati bersama DKP3, BPBD, dan BBWS membuat kami merasa tidak ditinggalkan. Kami berharap solusi yang disiapkan pemerintah bisa mengatasi kekeringan sehingga petani kembali panen dengan hasil yang baik," ujarnya. ** (Agit)

.jpg)








.jpg)




