Breaking News
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
Bazar Blitar Djadoel 2022 Semangat Kebangkitan UMKM Pasca Pandemi Covid 19

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Menuju endemi melalui bazar Blitar Djadoel dalam rangka Bulan Bung Karno sebagai wujud awal kebangkitan perekonomian di Kota Blitar bagi para pelaku Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM), melalui kegiatan bazar Blitar Djadoel 2022 tahun ini, akan menjadi pengungkit tumbuh kembang para pelaku usaha. Ini disampaikan oleh Wakil Walikota Blitar Tjutjuk Sunario pada acara pembukaan bazar Djadoel di Aloon-Aloon kota Blitar pada Jum'at sore (17/06/22). Pada pembukaan bazar tahun ini merupakan hal yang sangat istimewa, karena dihadiri oleh Menteri UKM Teten Masduki yang sekaligus menandai pembukaan dengan pengguntingan rangkain bunga melati di pintu gerbang masuk stand bazar, didampingi Wakil Walikota Blitar sejumlah pejabat lainya termasuk dari Disperindag provinsi Jawa Timur, beberapa Bupati Walikota di Jatim, serta unsur Forkopimda kota Blitar. Kegiatan ini akan berlangsung hingga tanggal 21 Juni 2024. Bazar Blitar Djadoel ini diikuti tidak hanya oleh pelaku UMKM dan pengusaha dari Blitar saja melainkan juga dari luar Blitar.
"Bazar Blitar Djadoel ini bukan sekedar bazar biasa, namun bazar ini mengandung unsur spirit seperti dalam ajaran Bung Karno. Bazar Blitar Djadoel memiliki makna besar yang tersirat didalamnya, karena pada bulan Juni diperingati sebagai Bulan Bung Karno yang diawali dari 1 Juni hari lahir Pancasila, seluruh rangkaian kegiatan di Kota Blitar hingga nanti acara Haul Bung Karno tanggal 21 Juni, dan kegiatan lainya hingga ahir bulan, bakal digelar,"ungkapnya
Lebih lanjut Tjutjuk Sunario juga menyampaikan Bazar Blitar Djadoel juga ini juga sebagai tanda kebangkitan setelah kondisi membaik, antusias masyarakat begitu besar, bukan hanya UMKM lokal kota Blitar, tahun ini pihak pemkot Blitar juga mengundang UMKM se-Jawa Timur dan luar provinsi Jawa Timur. Agenda tahunan ini merupakan perwujudan kepedulian pihak Pemkot Blitar terhadap yang ada di lingkungan pemerintahan Kota Blitar dan sekitarnya. Bertepatan dengan bulan Bung Karno, Bazar Djadoel tahun 2022, juga akan ada workshop tentang kesenian.
"Untuk memeriahkan bazar Blitar Djadoel kami pentaskan kesenian lokal, workshop serta bedah buku Bung Karno.
Konsepnya budaya dan ekonomi. Nanti workshopnya juga tentang kesenian Kota Blitar dan literasi Bung Karno karena kan digelar pada Bulan Bung Karno, dan kegiatan ini menjadikan kota Blitar Spirit Nation and Character Building," ucapnya.
Sementara itu Menteri UKM Teten Masduki pada kesempatan itu sangat mengapresiasi upaya pemerintah kota Blitar untuk menumbuhkembangkan pelaku UMKM yang salah satunya melalui ajang bazar Blitar Dajadoel, Menteri juga mengaku kagum dengan pentas seni tradisional tari barong yang dibawakan oleh para seniman Blitar. Teten pada kesempatan itu juga membawa amanah Pemerintah Pusat dari Presiden Joko Widodo, dengan kegiatan seperti bazar Blitar jadul seperti ini akan memberikan dampak bagi pelaku UMKM yang cukup baik, dapat menggerakkan perekonomian nasional yang luar biasa.
Saat ini alhamdulillah di tribulan pertama status pertumbuhan ekonomi pada angka 6,51% itu hal terbaik di Asia. sementara masih banyak negara-negara lain mengahadapi ekonomi berat tetapi di Indonesia cepat melakukan pemulihan ekonomi. Sehingga dengan berbagai upaya dilakukan adjustmen dan recovery, sekarang ini kita dihadapkan pada inflasi dunia, pertumbuhan rendah dan inflasi tinggi yang dipicu oleh harga pangan yang meningkat dan juga energi dan ini berdampak pada melemahnya daya beli masyarakat.
"Oleh karena itu pemerintah daerah perlu mengantisipasi keadaan ini dengan menata anggaran pasca pandemi. UMKM bukan hanya perlu recover tapi juga butuh tranformasi agar para pelaku usaha mikro dan menengah cepat pulih kembali," tuturnya.
Menteri UKM juga menyinggung selama krisis dari waktu ke waktu UMKM yang jadi penyelamat perekonomian negara ini. Sebanyak 97% lapangan pekerjaan disediakan oleh pelaku UMKM. Padahal UMKM hanya mengakses 19,8 persen memperoleh kredit dari perbankan.
"Jika UMKM dapat memperoleh kredit perbankan lebih besar lagi, maka betapa dahsyatnya pertumbuhan dan kekuatan UMKM kita, kita kurang mempertimbangkan kekuatan ini, sejalan dengan itu Presiden ingin merubah paradigma lama, UMKM tidak dipandang sebelah mata dengan dijadikan bamper ekonomi, UMKM hanya dipandang sebagai produk yang hanya untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Kita harus merubah image bahwa UMKM sebagai penyangga perekonomian, dan lebih meningkatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) agar di 2024 UMKM maju dan berkembang lebih pesat. saat ini kita juga ingin mendorong UMKM di era digital dengan memperbaiki jaringan internet di seluruh pelosok. Saat ini ada 19 juta UMKM yang sudah masuk sistem digitalisasi dari target 33 juta hingga tahun 2024 UMKM maju dan berkembang lebih pesat. saat ini kita juga ingin mendorong UMKM di era digital dengan memperbaiki jaringan internet di seluruh pelosok. Saat ini ada19 juta UMKM yang sudah masuk sistem digitalisasi dari taget 33 juta hingga tahun 2024. Untuk itu kepala OPD harus mempersiapkan diri menata itu agar Indonesia tidak lagi disebut sebagai negara yang sedang berkembang," pungkasnya.(adv.kmftik/za/mp).


.jpg)














