Breaking News
- Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Babinsa dan Komduk Lakukan Patroli Malam.
- Sertipikat Tanah Masih atas Nama Orang Tua yang Sudah Meninggal? Berikut Ini Risikonya.
- Basarnas Sebut Satu Kru Helikopter Super Puma Meninggal Dunia dalam Musibah di Sungai Barito
- Pemerintah Beri Diskon 30 Persen Tiket KAI Menjelang Libur Akhir Tahun
- DPRD Dukung Pembinaan Pencak Silat, Gun Sriwitanto, Isi Waktu Remaja dengan Kegiatan Bermanfaat
- Wamen Ekraf Dorong Mahasiswa Sulap Hasil Penelitian Jadi Bisnis Kreatif
- Kuliner hingga Fesyen, 140 UMKM Meriahkan Kemang Fest 20
- Nurhadi Gelar Sarasehan Kebangsaan Desa Sidomulyo dan Ngrejo \" Wawasan Kebangsaan dan Penjaga Konstitusi.
- TGH. Mustain Pimpin FORMULA NTB 2026–2031, Siapkan 14 Bidang Strategis untuk Pengabdian Umat
- Patrolinya Babinsa Dan Komduk Wujudkan Wilayah Aman Dan Kondusif.
Bangunan Sablon Luput Dari Pengawasan Satpol PP Kota Tangerang

MEGAPOLITANPOSCOM, Kota Tangerang - Bangunan sablon yang berdiri tegak di duga belum memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) luput dari pengawasan Satpol PP Kota Tangerang, pengerjaan pembangun gedung tersebut untuk produksi sablon. Proyek bangunan tersebut, berada di Jalan Kisaiman, Kelurahan Koang Jaya Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Pantauan di lapangan terlihat bangunan dengan luas kurang lebih 200 meter tersebut, berada di sebuah pemukiman. Sampai saat ini di duga belum ada tanggapan resmi terkait Izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta Izin Lingkungan. Agus salah satu pekerja, Jum'at (10/06/2022) mengatakan, dirinya tidak mengetahui tentang Izinnya. "Bapak tanyakan saja sama pemiliknya atau sama Ketua RT setempat saya mah, cuma kuli," ucapnya. Sementara itu, ketua LSM Poros Tangerang Solid (Portas), Hilman Santosa, sangat menyayangkan adanya pembangunan gudang sablon yang luput dari pengawasan Satpol PP. "Sebagai penegak Perda semestinya lebih tau dari masyarakat, jangan jangan ada pembiaran, jangankan memiliki PBG ijin lingkungan wilayah tersebut tidak tau keberadaan bangunan itu," terang Hilman. “Seharusnya ada regulasi tindakan tegas dengan cara disegel, stop kerjaannya, atau di gebok gudangnya. Saya akan meminta Satpol PP Kota Tangerang selaku penegak Perwal dan Perda untuk melakukan tindakan tegas terhadap para pelanggar yang merugikan PAD Kota Tangerang sesuai dengan poksinya," ujarnya. Jika seperti ini lanjut Hilman, dirinya akan membuat surat audiensi ke Satpol PP dan DPTPSTP Kota Tangerang untuk mempertanyakan Ketegasan Tindakan Peraturan serta Data apakah pemilik sudah mendaftarkan perizinannya. "Hal tersebut sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, dan PP Nomor 16 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung. Selasa 17 Mei 2022," Pungkasnya. Dari berita yang ditayangkan belum ada kutipan resmi dari pemilik dan kontraktor gudang sablon tersebut serta dari Pemerintah terkait di wilayah.(Red/KJK)
















