Bahas Toleransi Pemilu 2024, Pimpinan DPRD Kabupaten Blitar Rakor Dengan Kemendagri

By Johan MP 17 Nov 2022, 09:34:11 WIB Jawa Timur
Bahas Toleransi Pemilu 2024, Pimpinan DPRD Kabupaten Blitar Rakor Dengan Kemendagri

Keterangan Gambar : Bahas Toleransi Pemilu 2024, Pimpinan DPRD Kabupaten Blitar Rakor Dengan Kemendagri


MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Hajat Nasional Pemilihan Umum 2024 semakin dekat, sukses penyelenggaraan Pemilu tujuan utama, terkait hal itu Legislatif dalam hal ini pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar mengikuti zoom meeting bersama Kemendagri Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, bertempat di ruang transit DPRD Kabupaten Blitar, Rabu (16/11/22).

Ketua DPRD Kabupaten Blitar Suwito Saren Satoto mengatakan Rakor tentang antisipasi hasil survei Litbang Kompas diharapkan memperkuat program kegiatan Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik. Rakor juga menindaklanjuti hasil survei yang memperlihatkan adanya kekhawatiran menghilangnya rasa toleransi pada Pemilu 2024.

“Dalam rapat, daerah semua diminta untuk menganggarkan program kegiatan untuk menumbuhkan greget wawasan kebangsaan, menghargai perbedaan serta melakukan antisipasi hasutan pencegahan, salah satunya dengan mengedukasi kepada warga pemilih, menghindari ujaran kebencian dan intoleran,” ungkapnya

Baca Lainnya :

Selanjutnya juga untuk melakukan kegiatan, mengkomunikasikan dan mengajak seluruh stakeholder untuk menciptakan situasi kondisi agar terhindar dari yang namanya politik identitas, politisasi identitas dan dampaknya ke sikap intoleran yang bukan ciri watak Banga Indonesia.

“Kita dilahirkan dengan kearifan bangsa ini menyikapi kemajemukan dengan rasa hormat untuk memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan,” bebernya

Selanjutnya yang berkaitan dengan program kegiatan, Suwito menyebutkan, dalam hal itu menjadi kewenangan tugas Kepala Kesbangpol, dinamikanya Kesbangpol mempunyai andil besar yang diharapkan agar mengusulkan berbagai program dan kegiatan yang orientasinya untuk mengedukasi kepada masyarakat.

“Kegiatan itu bisa melalui edukasi kepada warga pemilih, bagaimana bermedsos dengan bijak supaya terhindar dari hoax, menciptakan suasana yang kondusif,” terangnya.

Menurutnya, Kesbangpol sebagai leading sektor yang tepat, mengingat disana ada pembinaan partai politik, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan masih banyak stakeholder-stakeholder untuk diajak bersinergi menghindari bahaya intoleran.

Ditambahkan, pihaknya saat ini juga tengah membahas RAPBD 2023, dan untuk menindaklanjuti hasil rapat dengan Kemendagri ini pihaknya meminta kepada TAPD untuk menggali beberapa usulan dari Kesbang yang terkait dengan program kegiatan dalam rangka antisipasi terhadap permasalahan tersebut.

“Supaya program kegiatan itu berjalan maksimal, saya berharap dapat dukungan dari segi anggaran dan segera mengkonsolidasikan seluruh stakeholder untuk mempunyai cara pandang yang sama terkait persoalan ini,” pungkasnya. (za/mp)




  • Baznas Kabupaten Blitar Hadir Dengan Konsep Nyata Bedah Kesenjangan Sosial dan Ekonomi

    🕔14:16:43, 28 Apr 2026
  • Wali Kota Blitar Raih Juara 3 Nasional Berkinerja Tinggi dari Mendagri

    🕔22:36:46, 27 Apr 2026
  • Trijanto : Maraknya Politik Uang Tanda Hancurnya Demokrasi Pancasila

    🕔08:15:18, 26 Apr 2026
  • Diwarnai Kontroversi, Penjaringan PAW Kades Jambewangi Disinyalir Tidak Transparan

    🕔11:05:26, 24 Apr 2026
  • Gelar Rapat Paripurna Pembahasan LKPJ Bupati Tahun 2025 DPRD Berikan 20 Catatan penting

    🕔11:15:41, 24 Apr 2026