- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Buka Seleksi Wawancara Kanvas Gemilang 2026, Wabup Intan Dorong Inovasi Masyarakat untuk Percepat Pembangunan.
- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
Bahas Penanganan Banjir, Bupati Tangerang Kumpulkan Stakeholder

Keterangan Gambar : Bahas Penanganan Banjir, Bupati Tangerang Kumpulkan Stakeholder
MEGAPOLITANPOS.COM, Kota Tangerang-Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengumpulkan seluruh stakeholder terkait penanganan banjir di Tol Bitung dan juga di Desa Kadu Kec. Curug. Bupati Zaki mengatakan banjir di wilayah tersebut perlu dicarikan solusi agar tidak berlarut-larut.
"Kita sama-sama berkolaborasi untuk memecahkan masalah. Kita tidak mau saling tuduh, saling menyalahkan tapi paling tidak langkahnya nanti konkret dan jelas agar tidak terjadi lagi di masa yang akan datang," ungkap Bupati Zaki di Aula Pendopo Bupati Tangerang, Ki Samaun Kota Tangerang, Jumat (18/11/22).
Bupati menambahkan banjir kemarin sangat luar biasa sekali. Tidak hanya terjadi di Desa Kadu dan Exit Tol Bitung saja namun juga melanda wilayah lainnya. Pemkab telah memberikan bantuan kepada para masyarakat terdampak melalui kecamatan dan OPD untuk membantu meringankan masyarakat. Sedangkan untuk perbaikan infrastruktur yang bisa meminimalisir banjir termasuk juga jaringan lainnya, Pemkab Tangerang belum bisa berbuat lebih karena kewenangannya terbatas.
Baca Lainnya :
- Pimpin Upacara Peringatan Harhubnas 2026, Bupati Tangerang Tandaskan Keselamatan Transportasi Bukan Sekadar Formalitas.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
"Penanganan jangka pendek kita sepakat, akan mencoba buat sumur resapan di kawasan pemukiman yang sedang terkena banjir. Jadi kita masing-masing bekerja saling membantu untuk meminimalisir daerah rawan banjir ini. Mudah-mudahan 2023 bisa segera dikerjakan." jelasnya.
Hal serupa dikatakan oleh Bambang, selaku Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWS C2). Balai BBWS C2 akan segera melakukan langkah-langkah yang nanti langsung masuk ke masalah.
"Kita harus duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan banjir ini, karena ini permasalahan bukan hanya pada hulu dan hilirnya yang harus kita benahi. Kami pun sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tangerang mau menuntaskan masalah banjir ini," ucap Bambang.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga SDA Kab. Tangerang, Iwan Firmansyah mengungkapkan ada masukan permohonan dari warga untuk pembuatan saluran atau sumur-sumur resapan di beberapa titik di lokasi-lokasi banjir di Desa Kadu yang selanjutnya akan menjadi fokus Pemda.
"Jasa Marga dan MMS dan juga Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane sesuai kewenangannya, paling tidak, mereka bisa bekerja secara simultan dengan Pemerintahan Daerah Kabupaten Tangerang untuk meminimalisir, baik jangka pendek dan jangka panjangnya," ujarnya.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan OPD, Jasa Marga dan perwakilan MMS serta Camat Curug.(Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kab. Tangerang/Jhn)













