- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
- Ateng Sutisna Dorong Penguatan BIM demi Industri Bernilai Tinggi
- JKB Gelar Halal Bihalal 2026, Perkuat Konsolidasi Organisasi dan Komitmen Kebangsaan
- Dari Dapur Nusantara ke Dunia: Tempe RI Resmi Ekspansi ke Chile
- Menkop: Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, MES Siap Perkuat Sinergi Dengan OJK
- Kasrem 052/Wkr Pimpin Acara Laporan Korps 16 Prajurit Naik Pangkat
ASBADATA Barito Utara Dukung Pelestarian Budaya Lewat Festival Kuntau 2025

MEGAPOLITANPOS.COM - Muara Teweh – Anggota Asosiasi Bawi Dayak Budaya dan Wisata (ASBADATA) Kabupaten Barito Utara turut menghadiri pembukaan Festival Kuntau Bupati Barito Utara Cup Open Regional Kalimantan Tengah Tahun 2025, yang digelar oleh PSMK Huma Ije Pakat Barito Utara dan dibuka secara resmi oleh Bupati melalui staf Ahli, dilaksanakan di Lapangan Voly Yonif 631/Antang Kodim 1013 Muara Teweh, Sabtu (01/11/2025).
Kehadiran ASBADATA dalam kegiatan tersebut menjadi wujud nyata dukungan organisasi perempuan Dayak terhadap upaya pelestarian budaya daerah, khususnya Seni Bela Diri Tradisional Kuntau yang merupakan warisan leluhur Kalimantan Tengah.
Seperti diketahui ASBADATA adalah organisasi yang mewadahi perempuan Dayak atau “Bawi Dayak” yang memiliki minat dan keterlibatan dalam bidang budaya, pariwisata, dan pemberdayaan komunitas di Kalteng.
Dan di Kallteng sendiri sudah ada pengurus komisariat wilayah di 9 kabupaten yang sudah terbentuk.
Baca Lainnya :
- Generasi Nias Melek Teknologi, PRSI Sumut dan BINUS Medan Gelar Workshop Robotika
- Hujan Deras Picu Banjir di Jakarta Barat, 12 RT Terendam dan Sejumlah Jalan Lumpuh
- Pendatang Baru Wajib Lapor 1x24 Jam, Dukcapil Siapkan Layanan Jemput Bola
- Pesan Paskah 2026, Menag Tekankan Harmoni dan Persaudaraan Bangsa
- Pemprov DKI Siap Gelar Lebaran Betawi ke-18, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Jakarta
Pada 16 April 2025 yang lalu ASBADATA Provinsi Kalteng menggelar HUT ke-8.
Dalam acara ini, Pemerintah Provinsi mengapresiasi kontribusi organisasi dalam budaya & Pariwisata.
Disebut kan bahwa “Bawi Dayak” bukan sekadar sebutan tetapi mengandung makna “Kekuatan, Kelembutan, Dan Kearifan Perempuan Dayak"
Karena Kabupaten Barito Utara mempunyai potensi budaya Dayak yang kuat dan banyak festival budaya yang berlangsung (Festival budaya Iya Mulik Bengkang Turan) maka sangat mungkin dan diharapkan keterlibatan ASBADATA akan selalu aktif.
Pada kesempatan tersebut, Ketua ASBADATA Kabupaten Barito Utara, Erni Sulastri M. Masri, melalui wakil ketua Hj Siti Rukayah dan Sekretaris Kabupaten Anggita Lestari, menyampaikan apresiasi dan dukungan atas terselenggaranya festival Kuntau Bupati Barito Utara Cup Open Regional Kalimantan Tengah Tahun 2025.
“Kami sangat mengapresiasi Festival Kuntau ini, karena kegiatan seperti inilah yang memperkuat jati diri dan nilai-nilai budaya Dayak di tengah arus Modernisasi," papar Anggita.
Ditambahkannya ASBADATA akan terus berkomitmen mendukung kegiatan yang mengangkat dan melestarikan kearifan lokal Bumi Barito Utara, Bumi Iya Mulik Bengkang Turan.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya sebatas mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membangun kebanggaan generasi muda terhadap identitas Dayak dan daerahnya.
Kegiatan ini membuktikan bahwa budaya Dayak tidak pernah pudar. Justru semakin hidup, semakin dikenal, dan menjadi kebanggaan masyarakat Barito Utara.
Kabupaten Barito Utara memang dikenal memiliki potensi budaya yang kuat. Beragam kegiatan kebudayaan seperti Festival Iya Mulik Bengkang Turan hingga Festival Kuntau menjadi ajang penting untuk memperkenalkan kekayaan tradisi lokal kepada masyarakat luas.
ASBADATA Barito Utara pun bertekad untuk terus aktif berperan dalam setiap kegiatan kebudayaan daerah, baik melalui partisipasi langsung, pemberdayaan perempuan Dayak, maupun pengembangan sektor wisata berbasis budaya.
“Kami ingin perempuan Dayak hadir sebagai penjaga dan penggerak budaya, sekaligus bagian dari pembangunan pariwisata daerah yang berakar pada identitas lokal,” tutup Anggita Lestari yang juga di aamiin kan oleh rekan - rekan nya yang turut hadir
Melalui dukungan ASBADATA, semangat pelestarian budaya di Barito Utara diharapkan terus tumbuh dan menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk mencintai serta menjaga warisan leluhur Dayak yang kaya makna.
(Writer Anti)

.jpg)
.jpg)











