- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Pakar Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- Jatinangor Music Fest 2026 Meriah, Booth BNI Jadi Magnet Pengunjung
- Polemik Dualitas Alumni Trisakti, Maman: Kini Hanya Ada IKA Trisakti
Aktivis Minta Penutupan Karoke di Pasar Kemis Jangan Tebang Pilih

Keterangan Gambar : Tempat hiburan malam yang disegel
MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang- SatpolPP kabupaten Tangerang diduga tebang pilih dalam melakukan penertiban dan penyegelan terhadap beberapa lokasi tempat hiburan malam
Hal tersebut diungkapkan Dulamin Zhigo, ketua Forum Masyarakat Tangerang Utara (Formatur) menanggapi Penertiban dan penyegelan tiga lokasi tempat Hiburan malam di wilayah kecamatan Pasar Kemis oleh jajaran aparatur kecamatan, satpolPP dan TNI/Polri pada minggu (9/10/2022).
Menurut Aktivis yang akrab disapa Ustad Zhigo, dalam melakukan penyisiran di kecamatan pasar kemis seharusnya tidak ada satupun lokasi tempat hiburan yang luput dari penyegelan para aparat penegak perda.
Baca Lainnya :
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
Hal itu disebut Dulamin lantaran jarak antara satu tempat hiburan malam ke tempat hiburan malam lainnya tidak terlampau signifikan jaraknya dan dugaan pelanggaran yang dilakukan terbilang serupa dengan tiga lokasi tempat hiburan malam yang sebelumnya dilakukan penyegelan.
"Jarak dari Teluk Jakarta ke Wisma mas tidak terlampau jauh, nah yang menjadi pertanyaan kami hari ini kenapa empat tempat hiburan itu tidak tersentuh oleh aparat gabungan," ungkap dia.
Menurut Zhigo, terlewatinya empat lokasi hiburan malam disekitaran Wisma Mas justru menimbulkan tandatanya besar dikalangan aktifis di kabupaten Tangerang ada apa?, karena masih dikangkanginya Perda oleh para pengusaha hiburan malam disekitaran Wisma Mas.
Ia menilai, jika memang aparat penegak perda seharusnya melakukan penyegelan terhadap empat lokasi yang diduga sengaja dibiarkan beroperasi disekitaran komplek perumahan Wisma Mas.
"Kalau memang tidak ada apa-apanya, seharusnya tidak ada beban dong untuk segera melakukan penertiban di Wisma Mas, beda lagi kalau memang dugaan kami benar tentunya akan berat melakukan penyegelan," ungkapnya.
Dengan demikian, ia berharap satpolPP kabupaten Tangerang dapat kembali melakukan penyisiran dan penyegelan terhadap empat tempat hiburan lainnya, sehingga kepercayaan publik dan kewibawaan para aparat penegak perda dapat terus terpelihara.
"Saya kenal betul dengan pucuk pimpinan satpolPP, dan rasanya tidak mungkin mau menjatuhkan harga dirinya dengan menjadi beking dibalik luputnya empat lokasi tempat hiburan malam itu, tapi saya ngga tau dibawah beliau seperti apa," ungkap Ustadz Zhigo.
Untuk diketahui, Tiga tempat hiburan malam bantaran teluk Jakarta dan kalimati, Kecamatan Pasar kemis disegel satuan polisi pamong praja minggu (9/10/2022) dinihari.
Penyegelan tersebut dilakukan lantaran lokasi tempat hiburan malam itu disinyalir mengganggu ketentraman warga dan diduga tidak mengantongi ijin.
Kepada wartawan, camat Pasar kemis Sony Karsan menuturkan pasca dilakukan penyegelan pihaknya akan melakukan pengawasan secara intens agar kedua lokasi tempat hiburan malam itu tidak lagi beroperasi.
"Apabila kertas segel itu ada rusak atau apa kita segera panggil yang namanya pengusahanya supaya bisa kita tindaklanjuti," ungkap Sony Karsan, di lokasi penyegelan.
Ia menjelaskan, proses penyegelan yàng dilakukan pada saat itu, pihaknya tidak melakukan pengrusakan untuk masuk kedalam kedua tempat hiburan malam tersebut.
"Agar semuanya bisa kondusif aman dan tidak ada hal hal yang tidak diinginkan," jelas camat.(**)















