- Muhammad Nazaruddin Pimpin Jalan Sehat PRI, Bahas Program Pemerintah dan Agenda Partai
- Sambut HUT Ke-7 Kogabwilhan I, IKKT PWA CBS II Kogabwilhan II Pererat Silaturahmi Dan Kepedulian.
- Peran Aktif Babinsa Patroli Malam, Jadi Tauladan Warga.
- Dandim 0506/Tgr Hadiri Kirab Budaya dan Ruwat Bumi, Pentingnya Menjaga Kerukunan .
- Hasil Pemilihan RW 02 Tirtajaya, Sugianto Menang dan Ajak Warga Tinggalkan Perbedaan
- Bazar Sembako Koperasi Merah Putih Kutajaya Diserbu Warga, Barang Dagangan Ludes Terjual
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Lampaui Target, LP2B Capai 87,63% di Momen Peringatan 66 Tahun UUPA.
- Tepat di Momen HANTARU 2026, Implementasi PERINTIS 10 Hari Diperluas hingga ke 95 Kantah.
- Wilayah Aman, Adanya Babinsa Dan Konduk Patroli Malam.
Aktivis 98 Ingatkan PDIP Agar Tidak Memelihara Anak Harimau untuk Kedua Kali

MEGAPOLITANPOS.COM Politik - Koordinator Forum Jaringan Antar Kota Aktivis 98, Ivan Panusunan, mengingatkan kepada PDIP untuk selektif memilih pimpinan daerah dalam pilkada 2024.
Sejarah telah menjadi pelajaran berharga dimana PDIP sejak 2012 sampai 2024 telah memilih anak harimau yang mencabik-cabik rahimnya dengan penelikungan dan pengkhianatan.
"PDIP jangan lagi terjebak dalam penilaian figur, karena yang kelemar kelemer saja akhirnya berkhianat" tegas Ivan dalam keterangan persnya di Jakarta hari ini (25/8).
Baca Lainnya :
- Dua Pelajar Majalengka Bikin Gebrakan di PENTAS PAI Jabar 2026
- Mang Jemy Maju Pilkades Burujul Wetan, Bawa Misi Desa Sejahtera
- Menhan Sjafrie Cek Yonif TP 338 di Majalengka, Prajurit Diminta Siap
- KNPI Majalengka Buka 2.789 Lowongan, 2.500 Pencari Kerja Bergerak
- Bupati Eman Gebrak Ronda Majalengka, Desa Aktif Bakal Diganjar Hadiah
PDIP sebagai partai kader pasti punya banyak stock kader yang mupuni, dan kader adalah kepanjangan tangan partai untuk memperjuangakan program partai di kekuasaan termasuk pemimpin daerah.
"Lucu kalau PDIP mengambil figur yang bukan kader dan dari luar partai, kesannya PDIP partai jadi partai idol bukan partai kader lagi" ujar Ivan.
Ivan juga mengingatkan agar PDIP juga tidak terilusi dengan angka-angka elektabilitas yang menunjukan popularitas tokoh, apalagi sejarah juga membuktikan tokoh yang popularitasnya besar pernah kalah juga di pilkada.
"Foke lawan Jokowi, adalah bukti shahih dimana elektabilitas tidak menjamin kemenangan" ingat Ivan. ** (AR)


.jpg)
.jpg)












