- Naruk Saritani Hadiri Rapat Paripurna Masa Sidang III DPRD Barito Utara
- Anggota DPRD Hadir Dalam Rapat Paripurna Masa Sidang III, Pembahasan Kebijakan Anggaran Barito Utara Berjalan Lancar
- EDRR Indonesia 2026 Dorong Kolaborasi Global untuk Perkuat Ketahanan Bencana Nasional
- Paripurna Masa Sidang III, DPRD dan Pemkab Barito Utara Bahas Anggaran 2026 dan 2027
- Pemkab Barito Utara Ajukan Perubahan KUA-PPAS APBD 2026 ke DPRD
- Masyarakat Nilai Pelayanan Berkategori Baik Capai 84,42 Kepuasan
- Gelapkan Mobil Rental, Residivis Kambuhan Dijebloskan ke Sel Tahanan Polres Blitar
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- Kementerian UMKM Koordinasi Lintas Sektor Perkuat Integrasi Layanan Terpadu SAPA UMKM
- Kreatif Merdeka Carnival 2026 Ajak Generasi Muda Berkarya Lewat Animasi dan AI
Aktivis 98 Ingatkan PDIP Agar Tidak Memelihara Anak Harimau untuk Kedua Kali

MEGAPOLITANPOS.COM Politik - Koordinator Forum Jaringan Antar Kota Aktivis 98, Ivan Panusunan, mengingatkan kepada PDIP untuk selektif memilih pimpinan daerah dalam pilkada 2024.
Sejarah telah menjadi pelajaran berharga dimana PDIP sejak 2012 sampai 2024 telah memilih anak harimau yang mencabik-cabik rahimnya dengan penelikungan dan pengkhianatan.
"PDIP jangan lagi terjebak dalam penilaian figur, karena yang kelemar kelemer saja akhirnya berkhianat" tegas Ivan dalam keterangan persnya di Jakarta hari ini (25/8).
Baca Lainnya :
- Kapolres Majalengka Gerakkan Jajaran Bagikan 20 Ribu Bendera Merah Putih
- DPR RI, Ateng-Ledia Sosialisasikan Perlindungan Anak di Era Digital
- 26.547 Obat Terlarang Disita, Kapolres Majalengka Perketat Perburuan
- 6.426 Botol Miras Digilas, Bupati Majalengka Gaspol Berantas Peredaran Ilegal
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
PDIP sebagai partai kader pasti punya banyak stock kader yang mupuni, dan kader adalah kepanjangan tangan partai untuk memperjuangakan program partai di kekuasaan termasuk pemimpin daerah.
"Lucu kalau PDIP mengambil figur yang bukan kader dan dari luar partai, kesannya PDIP partai jadi partai idol bukan partai kader lagi" ujar Ivan.
Ivan juga mengingatkan agar PDIP juga tidak terilusi dengan angka-angka elektabilitas yang menunjukan popularitas tokoh, apalagi sejarah juga membuktikan tokoh yang popularitasnya besar pernah kalah juga di pilkada.
"Foke lawan Jokowi, adalah bukti shahih dimana elektabilitas tidak menjamin kemenangan" ingat Ivan. ** (AR)

.jpg)

.jpg)













