- Romy Soekarno Gandeng KPU Kota Blitar Dorong Gen Z Jadi Pengawal Demokrasi Digital.
- Kamenag Kab Tangerang Dampingi Stafsus Kementrian Agama Persoalan GKPI.
- Pangkogabwilhan II Jadi Narasumber Latihan Posko OMP Dikreg LVI Sesko TNI TA 2026.
- Romy Soekarno : Rebranding Dari Pelayanan Adminduk Menjadi Garda Depan Perlindungan Sosial.
- Stafsus Menteri Agama Turun ke Tangerang, Pastikan GKPI Mauk Sepatan Bisa Ibadah Lagi.
- Praktisi Hukum M Haryono S.H., M.H., : Elim Tyu Samba Masih Layak Menggunakan Azas Praduga Tak Bersalah ini Penjelasanya.
- Dugaan Ancaman Golok Saat Ibadah GKPI Rajeg, LBH Gekira Desak Penyelidikan Menyeluruh
- Kementerian UMKM dan UI Perkuat Sinergi Kewirausahaan Berbasis Inovasi
- PELNI Tingkatkan Kesiapsiagaan Awak Kapal Hadapi Situasi Darurat
- Satgas Sampah Koramil /Ciputat Turun Tangan Bersihkan Lingkungan di Jalan Dewi Sartika.
Ahmat Dardiri: Angkat Bicara Akibat Jembatan Tak Kunjung Dibangun Jalan Macet di Pusat Kota Sutojayan
Ahmat Dardiri: Angkat Bicara Akibat Jembatan Tak Kunjung Dibangun Jalan Macet di Pusat Kota Sutojayan

Keterangan Gambar : pemandangan kemacetan akibat belum di bangkunya jembatan
MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Jalanan macet di pusat kota Kecamatan Sutojayan terkesan terabaikan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar. Ini terjadi paska dibongkarnya jembatan di Sutojayan karena pelebaran normalisasi Kali Bogel, dan hingga tahun 2022 belum ada solusi membuatkan jembatan alternatif, ini memperparah keadaan. Padahal itu adalah jalur lingkar yang sangat vital. Hal ini diungkapkan Ahmad Dardiri tokoh masyarakat Sutojayan.
Dardiri yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Blitar dan pernah duduk di Komisi III angkat bicara, pasalnya merasa gerah.
"Setiap hujan Pertigaan SD Kalipang 01 selalu macet oleh motor dan mobil yang mengantar anak sekolah. Maklum disitu kawasan SMAN, MTs Maarif Nurul Ulum, SMPN 01, SMPN 02, SDN Kalipang 01, Mts Miftachul Ulum, MA Trisula "TUMPLEK BLEK" disitu,"ungkap Dardiri.
Baca Lainnya :
- PWI Majalengka Menggema, Doa untuk 8 Orang Hilang di Krakatau
- Kodim 0506/Tgr Deteksi Dini Keamanan Dengan Patroli Pos Ronda.
- Koramil 04/Ciledug Turun Tangan, Pasar Lembang Dibersihkan dari Sampah.
- Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam.
- Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.
Dardiri juga menyebut pertigaan itu kalau tidak ada relawan yang membantu, polisi sangat kuwalahan mengatasinya. "Apalagi saat ini jembatan kali Bogel merupakan satu-satunya penghubung antara Sutojayan - Kademangan, setelah Jembatan kali Bogel di Sutojayan diputus, dan tidak segera dibangun jembatan pengganti, lengkap sudah, anak - anak sekolah harus nunggu macet hingga jam 07.20 WIB dan terpaksa telat masuk sekolah," tegasnya
Selanjutnya kepada wartawan Ahmad Dardiri mengungkapkan. "Harapan kami, Mbok ya o, yang jadi Pejabat, jadi anggota DPRD Kabupaten Blitar, memperhatikan hal ini, alih-alih menambah jembatan baru, jembatan yang di putus itu segera di bangun lagi, supaya ada alternatif, jika di jembatan utama macet, apalagi jembatan utama ini lebarnya sudah tidak memadai. Jangan juga alasan belum ada anggaran...., itu hanya mengada ada.., kalau ada kemauan..., pasti bisa," bebernya
Sekali lagi, bukan soal anggaran, " Tapit inggal kemauan pejabat terkait, Bupati dan DPRD Kabupaten Blitar, masak hari gini, di kota Sutojayan anak sekolah harus telat karena mace, dan macetnya karena nhgak ada jembatan alternatif..., nggak ada jembatan alternatif, karena nggak ada kemauan pejabat nya.... Sekali lagi, kita bukan apa-apa, hanya demi keberlangsungan anak-anak generasi kita yang akan datang," pungkasnya.
Diberitakan media ini sebelumnya Komisi III juga pernah melihat langsung kondisi jembatan dimaksud bersama OPD terkait Dinas PUPR, untuk membuat jembatan membutuhkan anggaran 12 milyart rupiah, namun pekerjaan baru bisa dimulai pada tahun 2023. (za/mp)


.jpg)













