- Warisan Leluhur yang Tetap Hidup, Hajat Laut Pangandaran Dorong Pariwisata Daerah
- Disambut Meriah di Istana Merdeka, Presiden Steinmeier Bahas Kerja Sama Strategis dengan Prabowo
- 585 Personel Gabungan Jajaran Polda Metro Disiagakan pada Kunjungan Kenegaraan Presiden Jerman
- Pesan Megawati Kepada Generasi Muda Dalam Bulan Bung Karno
- Jakarta Fair Kemayoran 2026 Semakin Semarak dengan Pertunjukan Barongsai Berkelas Dunia
- BNI Apresiasi Prestasi Alwi Farhan di Australia Open 2026, Pembinaan PBSI Dinilai Berhasil
- Jaga Stabilitas Keamanan Koramil 06/ Cbd dan Koramil 09/Setu Patroli Malam
- Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur
- Jadi Pembicara di Akademi Politik UMJ, Wamen ATR/Waka BPN: Pertanahan Berperan Strategis dalam Mendukung Asta Cita Presiden
- Sambut Kedatangan Megawati di Bulan Bung Karno Sebagai Loyalitas Kader Partai
Wamenkop Farida: Kopdes Merah Putih Buka Peluang Penciptaan Lapangan Kerja Dan SDM Kompeten

Keterangan Gambar : Wamenkop Farida Farichah.
MEGAPOLITANPOS.COM, Surabaya - Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah menegaskan, keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih tidak hanya mengandalkan jumlah, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Farida menjelaskan, upaya Pemerintah dalam menyiapkan pelatihan manajemen koperasi, mulai dari keuangan, digitalisasi pencatatan transaksi, logistik, tata niaga, serta pendampingan bisnis bagi para pengurus koperasi.
“Kami selalu mendampingi koperasi dalam penyusunan proposal bisnis, agar usaha yang direncanakan sesuai dengan yang dijalankan. Ini penting untuk menjaga profesionalitas pengelolaan Kopdes Merah Putih,” katanya dalam talkshow bertajuk ‘Kopdes Merah Putih, Asta Cita, Perekonomian Jawa Timur,’ di Jawa Timur (Jatim), Kamis (27/11/2025).
Baca Lainnya :
- Menkop Ajak Koperasi Tebu Rakyat Miliki Saham Pabrik Gula
- Dekranasda Bersama Kemenkop Bersinergi Bantu Usaha Lokal Di Kalbar Untuk Siap Ekspor
- Menkop Tekankan Pentingnya Kolaborasi lintas sektor Percepat Kemandirian Ekonomi Desa
- Kemenkop Pastikan Program Pengembangan Koperasi Di Luar KDKMP Tetap Menjadi Prioritas
- Menkop Sebut, Kopdes di NTT akan Menjadi Ekosistem Baru Ekonomi

Farida menegaskan, potensi besar yang akan tercipta dengan pembangunan 80 ribu gerai dan pergudangan Kopdes Merah di seluruh desa dan kelurahan. “Bayangkan, 80 ribu gerai dan pergudangan baru dibangun di setiap desa. Ini akan menjadi instrumen baru yang membuka lapangan kerja,” tegasnya.
Dikatakan Wamenkop, setiap koperasi desa diharapkan memiliki enam gerai, yang mampu menyerap 20-25 tenaga kerja per lokasi. Jika seluruh gerai beroperasi, diperkirakan akan tercipta 1,6 juta lapangan pekerjaan baru. “Ini adalah ikhtiar kita bersama,” tambahnya.
Farida juga mengimbau koperasi-koperasi eksisting untuk tidak merasa tersaingi dengan hadirnya Kopdes Merah Putih. Sebaliknya, koperasi baru ini harus dilihat sebagai mitra strategis yang dapat memperluas jaringan usaha koperasi yang sudah ada.
“Koperasi yang sudah memiliki aset dan valuasi tinggi didorong untuk membangun pabrik dan industri agar produk-produk dalam negeri dapat didistribusikan dan dipajang di etalase 80 ribu gerai yang sedang kami bangun,” jelasnya.
Kementerian Koperasi (Kemenkop) telah merebranding koperasi dengan mendorong Kopdes Merah Putih masuk ke ranah koperasi produksi, distribusi dan industri meskipun ada layanan koperasi simpan pinjam.
“Kopdes juga didorong menyuplai bahan pangan berasal untuk SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) yang tersebar di beberapa titik di Jatim. Jika hari ini, MBG dapur baru terus dibuka akan ada peluang baru rantai pasok pangan baru bagi koperasi,” tuturnya.
Dia menegaskan, tujuan utama dari program ini adalah membangun ekosistem koperasi yang saling melengkapi antara Kopdes Merah Putih dengan koperasi eksisting.
“Ekosistem baru ini akan memperkuat jaringan koperasi dan memberikan nilai tambah bagi seluruh anggota dan masyarakat desa,” ujarnya.
Sebagai upaya mewujudkan hal ini, Wamenkop mengajak semua pihak untuk ikut berpartisipasi dan bergotong royong, termasuk media yang memiliki peran penting dalam menyebarkan informasi positif terkait pengembangan
Namun, tantangan utama masih ada, seperti pengurus dan pengawas yang belum menguasai tata kelola koperasi secara optimal. Oleh karena itu, Kementerian Koperasi (Kemenkop) menggelar pelatihan bagi 17 ribu pengurus dan pengawas di berbagai kabupaten/kota.
Wamenkop mengapresiasi Pemprov Jatim berkomitmen memberikan pendampingan intensif kepada calon pengurus dan pengawas koperasi serta mempermudah perizinan melalui koordinasi dengan BKPM dan DPPTSP.
Selain itu, kemitraan dengan Dekopin, akademisi, dan pesantren akan terus diperkuat untuk mendorong inovasi usaha berbasis potensi desa seperti mangga, kopi, dan tembakau.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).

.jpg)



.jpg)











