Breaking News
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
Wacana Pemekaran Tangerang Tengah, Kepdes Rancaiyuh : Desa Kami Masih Tertinggal Dan Masih Banyak Ya

MEGAPOLITANPOS.COM, Kabupaten Tangerang-Peningkatan pelayanan publik, kesediaan fasilitas umum yang memadai dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat, adanya peningkatan kesejahteraan hidup bagi seluruh masyarakat daerah, serta partisipasi masyarakat dalam menciptakan suasana yang demokratis dan semakin berkembang, hal tersebut yang mendorong untuk terealisasinya pemekaran wilayah. Hal lainnya lagi adalah terjalinnya komunikasi yang seimbang dan berkualitas, antara pemerintah daerah, DPRD dan masyarakat daerah. Otonomi daerah memberikan kewenangan kepada daerah untuk mengatur masyarakat rumah tangganya sesuai dengan potensi yang di miliki oleh daerah. Seperti yang dikatakan Suherman, Kepala Desa Rancaiyuh Kecamatan Panongan Kabupaten Tangerang, mengatakan desanya memiliki area tanah yang luas, tetapi dilihat dari geografis kependudukan yang mayoritas petani dan karyawan pabrik, penduduknya masih belum bisa mandiri. "Karena itu belum layak untuk kategori kantor kelurahan karena memang harus melewati beberapa tahapan yang berlapis lapis. Kalau memang ada rencana pemekaran itu adalah sah sah saja," ujarnya Jum'at ( 13/ 01/2022). Menurutnya, untuk otonomi daerah adalah masyarakat yang taraf hidupnya sudah layak, fasilitas memadai serta masyarakat yang berkembang. "Wacana pemerintah untuk pemekaran menurut saya tidak masalah, sah-sah saja buat wacana yang besar ini," Pungkas Kades Rancaiyu. Dikatakannya Pembentukan Kota Baru Tangerang Tengah, adalah wacana yang sangat baik, karena tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat. "Tetapi di sisi lain seperti di Desa saya atau Desa Ciangir masih tertinggal dan banyak yang perlu dibenahi, banyak infrastruktur yang belum tersentuh dan masyarakatnya yang belum banyak berkembang karena mayoritas petani." Tutupnya.Esty


.jpg)














