Breaking News
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
Wabup Mura Secara Virtual Ikuti Raker Bersama Mendagri

MEGAPOLITANPOS.COM, Murung Raya – Pemerintah Kabupaten Murung Raya (Mura) melalui Wakil Bupati (Wabup) Mura Rejikinoor secara virtual mengikuti Rapat Kerja (Raker) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Ketua KPK, Kepala LKPP, Gubernur dan Ketua DPRD Provinsi, Bupati/Walikota se-Indonesia dalam Rangka Evaluasi Program Strategis Kegiatan Pemerintah Daerah. Raker ini diikuti bertempat di aula A kantor Bupati Mura, hadir mendampingi Wabup Mura, Sekda Kab.Mura Hermon, Asisten II Setda Mura Ferry Hardi, Inspektur Kab.Mura Rudi Roy serta pejabat terkait lainnya, Senin (24/1/2022). Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam paparannya menyampaikan, faktor penyebab terjadinya korupsi yaitu sistem, integritas, budaya. Korupsi dapat terjadi karena kurangnya integritas dari para pelaku korupsi ataupun adanya tuntutan dan kebutuhan yang melatarbelakangi hal tersebut. “Faktor penyebab turunnya Integritas seseorang, antara lain: faktor ekonomi, sifat tidak pernah merasa cukup pada manusia, moral yang tidak kuat. Atensi kepada Pemda dalam upaya pencegahan korupsi, kultur organisasi yang harus dibenahi apalagi yang melibatkan orang-orang yang berada di dalam sistem,” tutur Mendagri. Ketua KPK Firli Bahuri menuturkan, strategi pemberantasan korupsi yakni, pertama pendekatan pendidikan masyarakat, kedua pendekatan pencegahan karena sesuai dengan teori yang pernah saya ketahui, bahwa korupsi itu juga muncul disebabkan oleh karena sistem (by system corruption) corruption because of fail, bad and weak system). “Dengan sasaran adanya perbaikan, penguatan dan koreksi sistem yang ada serta pembangunan baru dengan pendekatan ini kita sungguh berkeinginan hilangnya kesempatan dan peluang melakukan korupsi setelah dilakukanya perbaikan sistem. Ketiga pendekatan penindakan dengan penegakan hukum yang tegas, efektif sehingga menimbulkan kesadaran untuk taat patuh pada hukum bukan hanya sekedar membuat rasa takut akan sanksi yang berat. Kalau hanya menimbulkan rasa takut, maka para korupsi akan melakukan inovasi dan berkreasi untuk menemukan cara- cara modus operasi supaya tidak tertangkap,” kata Ketua KPK. Sementara, Wabup Mura Rejikinoor mengatakan, apa yang menjadi pencerahan/ paparan yang disampaikan oleh Mendagri, Ketua KPK dan Kepala LKPP yang mana cukup baik, tindakan-tindakan pencegahan penting dilakukan sehingga tidak terjadi tindak pidana korupsi. “Kami meminta masing-masing perangkat daerah lingkup Pemkab Mura untuk meningkatkan akuntabilitas, profesionalitas dan integritas dalam pelaksanaan tugas dan wewenang,” ujar Rejikinoor usai ikuti Raker tersebut. (Aseng).


.jpg)














