- Anis Byarwati Hadiri Gema Ramadan Menwa Jayakarta, Salurkan 100 Paket Sembako untuk Warga
- Nilai 32,40 dari KLH, Ateng Sutisna: Sumedang Sedang Berdiri di Bibir Krisis Sampah!
- Di Festra Ramadan, Bupati Eman Tegaskan Dukungan Kegiatan Pro Rakyat di Tengah Efisiensi
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
- Berbagi di Bulan Suci Ramadan, Kementerian ATR/BPN Salurkan Bantuan untuk Pegawai Terdampak Bencana di Aceh
- Jaga Kolaborasi dengan Mitra Kerja, Kementerian ATR/BPN Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama
- Arsip Pertanahan sebagai Nyawa Layanan, Kementerian ATR/BPN Percepat Restorasi di Aceh Melalui Kolaborasi
- Ultimatum Keras! Kios Tak Aktif di Pasar Sindangkasih Terancam Dicabut
- Polda Metro Gelar Bukber Ramadan 1447 Hijriah Bersama Ojol, Pererat Sinergi Kamtibmas Jaga Jakarta
- Diskusi UMKM: KUR Meningkat, Tapi Produk Impor dan Biaya Platform Digital Jadi Tantangan
Ultimatum Keras! Kios Tak Aktif di Pasar Sindangkasih Terancam Dicabut

Keterangan Gambar : Pasar Tradisional Sindangkasih, Cigasong Majalengka.
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA – Upaya penataan pasar tradisional kembali menjadi perhatian publik. Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Majalengka (Disperdagin) menerbitkan surat edaran yang mewajibkan pemilik dan penyewa ruko, kios, los, toko hingga auning di Pasar Sindangkasih Cigasong untuk segera mengaktifkan kembali usahanya.
Langkah ini diambil setelah hasil pemantauan menunjukkan sebanyak 234 kios tidak beroperasi dalam waktu cukup lama. Kondisi tersebut dinilai menghambat optimalisasi fungsi pasar sebagai pusat ekonomi rakyat serta berdampak pada penataan pedagang yang berjualan di luar area resmi.
Kepala Disperdagin Kabupaten Majalengka, Heri Rahyubi, menegaskan para pemilik atau penyewa diberi waktu paling lambat satu bulan sejak surat edaran diterbitkan untuk kembali membuka usahanya.
Baca Lainnya :
- Nilai 32,40 dari KLH, Ateng Sutisna: Sumedang Sedang Berdiri di Bibir Krisis Sampah!
- Di Festra Ramadan, Bupati Eman Tegaskan Dukungan Kegiatan Pro Rakyat di Tengah Efisiensi
- Gentengisasi Menyala ! Saatnya Majalengka Naik Level Nasional
- Ultimatum Keras! Kios Tak Aktif di Pasar Sindangkasih Terancam Dicabut
- Galih Dimuntur Serukan Perlawanan terhadap Polarisasi, Empat Pilar Jadi Benteng Bangsa
"Kami mengimbau agar kios dan ruko yang selama ini tidak aktif segera difungsikan kembali. Tujuannya agar aktivitas perdagangan kembali hidup dan pelayanan kepada masyarakat berjalan maksimal," ujarnya, Sabtu (28/2/2026).
Selain kewajiban membuka kios, pedagang juga diminta menjaga kebersihan, ketertiban, serta memenuhi kewajiban retribusi sesuai aturan yang berlaku.
Disperdagin juga memberi peringatan tegas. Apabila hingga batas waktu yang ditentukan kios tetap tidak beroperasi tanpa alasan jelas, pemerintah daerah akan mengambil alih pemanfaatannya. Pasalnya, Hak Guna Bangunan (HGB) sejumlah kios tersebut diketahui telah berakhir lebih dari tiga tahun lalu.
"Ini bukan sekadar penertiban, tetapi bentuk penataan agar fasilitas pasar bisa dimanfaatkan pedagang lain yang benar-benar siap berusaha," tegas Heri.
Sementara itu, Kepala Bidang Pasar Disperdagin, Taufikurrohman, menyebut dari 234 kios kosong, sebanyak 79 kios masih dalam kondisi layak pakai. Mayoritas kios yang tidak ditempati merupakan pedagang pakaian.
Di sisi lain, masih banyak pedagang yang berjualan di area depan atau luar pasar. Kondisi tersebut dinilai mengganggu ketertiban dan estetika kawasan pasar.
"Dengan adanya surat edaran ini, kami akan menertibkan pedagang di bagian depan agar bisa mengisi kios-kios yang kosong," katanya.
Disperdagin membuka ruang koordinasi bagi pedagang yang mengalami kendala untuk kembali aktif. Pemerintah daerah berharap kebijakan ini dapat menjadi contoh penataan pasar tradisional yang lebih tertib, produktif, dan berdaya saing di tengah tantangan perdagangan modern.
Penataan Pasar Sindangkasih Cigasong diharapkan tak hanya berdampak lokal, tetapi menjadi model revitalisasi pasar rakyat yang berkelanjutan di berbagai daerah Indonesia. ** (Agit)
















