- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
UHAMKA dan DPPAPP DKI Kolaborasi Cegah Kekerasan Seksual

Keterangan Gambar : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus pada Selasa (17/6)
MEGAPOLITANPOS.COM, Jakarta,– Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) Provinsi DKI Jakarta menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Kampus pada Selasa (17/6), bertempat di Aula A.R. Fakhruddin Lantai II Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UHAMKA.
Mengusung tema “Bersama Ciptakan Kampus Aman: Sinergi Mewujudkan Ruang Bebas Kekerasan Seksual,” kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen institusional UHAMKA dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UHAMKA, Dr. Muhammad Dwi Fajri, M.Pd.I yang menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun budaya kampus yang berpihak pada korban serta menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan perlindungan.
Baca Lainnya :
- SILAT APIK PTMA ke-5 Resmi Dibuka di Jakarta, Bahas Etika Digital dan Transformasi Sosial di Era AI
- Ciracas Targetkan 49 Biopori Jumbo untuk Kurangi Sampah
- Panti Putra Utama Kembangkan Urban Farming, Bekali Penghuni Keterampilan Hidup Mandiri
- Pemda DKI Diminta Turun Tangan Atasi Kisruh Gedung Pasar Baru
- JKB Audiensi dengan PSI di DPRD DKI, Bahas Pencegahan Radikalisme dan Kolaborasi Sosial

“Sosialisasi ini adalah langkah strategis untuk membangun kesadaran kolektif sivitas akademika terhadap urgensi pencegahan kekerasan seksual. Kami berharap, dengan kerja sama bersama DPPAPP DKI Jakarta, mahasiswa dan dosen UHAMKA dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan ruang yang aman dan beretika,” ujar Dr. Muhammad Dwi Fajri, M.Pd.I dalam sambutannya.
Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain Sundari Waris selaku komisioner Komnas Perempuan, AKP Kuswadi SH,. MH selaku Kanit 2 PPA Polda Metro Jaya, Noridha Weningsari, M.Psi Psikolog selaku Tenaga Ahli Psikologi Klinis Pusat PPA Provinsi DKI Jakarta, dan Mustiawan, M.I.Kom selaku Ketua Satgas PPKPT Uhamka. Narasumber memaparkan data, bentuk-bentuk kekerasan seksual di ranah pendidikan tinggi, serta mekanisme pelaporan dan perlindungan korban.
Mustiawan, M.I.Kom, selaku Ketua Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual ( SATGAS PPKPT) UHAMKA, menegaskan bahwa perlu adanya sinergi dari seluruh pihak khususnya pemerintah, kepolisian dan masyarakat untuk menciptakan ruang yang bebas kekerasan seksual termasuk di lingkungan kampus.
”Dari 310 laporan kekerasan yang diterima oleh Inspektorat Jenderal Kemendikbudristek Per Agustus 2024, Kekerasan Seksual merupakan kekerasan yang sering terjadi mencapai 49,7%. Maka Perlu adanya kolaborasi dan sinergi dari seluruh pihak dalam menciptakan kampus aman yang bebas dari kekerasan seksual” ujar Mustiawan.
Kegiatan ini diikuti civitas akademik UHAMKA, dari mahasiswa, perwakilan dosen dan tenaga kependidikan. Selain pemaparan materi, sesi diskusi interaktif pun menjadi momentum penting dalam menggali pemahaman peserta serta menyuarakan aspirasi mahasiswa terkait pentingnya sistem pencegahan dan penanganan yang berpihak dan responsif.
Melalui kegiatan ini, UHAMKA menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga menjadi pelopor dalam menciptakan ruang aman dan setara bagi seluruh sivitas akademika.(Reporter: Achmad Sholeh Alek).


.jpg)














