Breaking News
- Nurhadi : Mancing Berhadiah Jadikan Moment Terbaik Komunikasi dan Serap Aspirasi Masyarakat
- Mahasiswa Unhas dan Pemkab Bone Perkuat Sinergi melalui Bakti Sosial dan Audiensi Program Pemberdayaan
- Kontes Sapi dan Expo Skala Nasional Piala Bupati Blitar Sukses Tanpa APBD
- Dari Perkebunan ke Energi Bersih, PTPN I Dorong Bioenergi Menuju Net Zero Emission
- Ribuan Warga Padati Senam Massal Barito Utara, Bupati Serahkan Hadiah Utama Sepeda Motor dan Resmikan Futsal Bupati Cup 2026
- Bupati Barito Utara Deklarasikan GERNAS RANA, Perkuat Komitmen Lindungi Anak
- Dandim 0808/Blitar Rotasi Personel Pindah Satuan, Mutasi Pembinaan Karier Prajurit
- Harlah ke 25, DPC Demokrat Kabupaten Blitar Pelopori Gerakan Indonesia Asri di Pantai Pasur
- PT. FAZ ANUGERAH NUSANTARA Dukung Program Cetak Sawah Nasional Lewat Pengadaan Pupuk dan Pestisida
- Bulutangkis Kapolri Cup 2026 Digelar, Atlet Muda hingga Penyandang Disabilitas Siap Cetak Prestasi
Tepat Sasaran, 2021 LPDB KUMKM Salurkan Dana Bergulir Hingga Rp1,641 triliun

Poto:Direktur Utama LPDB-KUMKM, Supomo (kedua dari kiri) didampingi oara direksi saat konferensi pers awal tahun bertajuk “Performa Dana Bergulir LPDB-KUMKM 2021 dan Outlook LPDB-KUMKM 2022” di Jakarta, Senin (3/01/2022). Jakarta (MEGAPOLITANPOS.COM): Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM) sebagai Badan Layanan Umum(BLU) Kemenkop UKM pada tahun 2021 berhasil menyalurkan dan bergulir sebesar Rp1,641 triliun atau melebihi target yang cicanangkan sebesar Rp1,6 triliun. Sementara tingkat kredit macet (non performing loan/NPL) berada di tingkat 1,15 persen atau turun dari tahun sebelumnya sebesar 1,24 persen. Rendahnya NPL tersebut menunjukkan penyaluran kepada mitra hampir 98,85 persen efektif dan tepat sasaran, tidak ada tunggakan, dan membantu pertumbuhan ekonomi nasional. “Penyaluran dana bergulir tersebut melalui pola konvensional sebesar Rp813 miliar dan pola syariah senilai Rp828 miliar. disalurkan kepada 192 mitra di seluruh Indonesia,” kata Direktur Utama LPDB KUMKM, Supomo saat jumpa pers awal tahun 2022 bertajuk “Performa Dana Bergulir LPDB-KUMKM 2021 dan Outlook LPDB-KUMKM 2022” di Jakarta, Senin (3/1/2022). Supomo mengatakan penyaluran dana LPDB berkontribusi terhadap koperasi dan UMKM di saat kondisi pandemi Covid-19. “Jika tak bermanfaat, pasti koperasi akan mengalami kemacetan karena dana yang digulirkan tak memiliki hasil," katanya. Supomo menambahkan, keberhasilan LPDB-KUMKM menyalurkan dana bergulir ke seluruh Indonesia merupakan hasil sinergi dan kerja sama seluruh pihak. Mulai dari dukungan Kementerian Koperasi dan UKM, hingga para Dinas Koperasi di seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, lanjut Supomo, penyaluran dana bergulir sejak tahun 2008 hingga 2021 jumlah dana yang disalurkan telah mencapai Rp13,96 triliun. Rinciannya, melalui pola konvensional sebesar Rp10,53 triliun dan pola syariah sebesar Rp3,43 triliun. Dana tersebut disalurkan kepada 3.144 mitra di 34 provinsi. “Kenapa pola syariah lebih kecil? Karena pola syariah baru kita kumandangkan di akhir-akhir tahun 2019, dan kita baru benar-benar menjalankan pola syariah mulai 2020 hingga 2021,” ungkap Supomo. Sementara pada tahun 2022, LPDB-KUMKM menargetkan menyalurkan dana bergilir sebesar Rp1,8 triliun, atau mengalami peningkatan dari tahun 2021 sebesar Rp1,6 triliun. Dari sisi PNBP, LPDB KUMKM diharapkan mampu meraih PNBP Layanan sebesar Rp135 miliar. Untuk mencapai target tersebut, LPDB-KUMKM terus melaksanakan program Inkubator Wirausaha LPDB-KUMKM dengan melibatkan 8 lembaga inkubator. Selain itu, juga melakukan pembiayaan kepada koperasi sektor riil dengan porsi pembiayaan hingga 40 persen, dan melaksanakan project venture like melalui koperasi peternakan, pangan, hingga logistik. “Kami juga meningkatkan kerja sama antar Badan Layanan Umum (BLU),” kata Supomo. Dari sisi digitalisasi, LPDB-KUMKM juga terus melakukan transformasi proses bisnis, salah satunya adalah digitalisasi arsip dan akreditasi kearsipan bersama Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). “Beberapa transformasi digital yang sudah kami lakukan di antaranya sistem e-proposal, cash managemen system, geodinas, hingga aplikasi inkubasi online untuk program inkubator wirausaha LPDB-KUMKM dengan Ridi Online,” kata Supomo. Supomo berharap, ke depan LPDB-KUMKM bisa terus menjadi lembaga pembiayaan yang profesional, akuntabel, dan berintegritas dalam membantu koperasi dan UMKM di seluruh Indonesia untuk mendapatkan pembiayaan yang mudah, cepat, dan murah. Berbagai inovasi, kata Supomo, akan terus dilakukan agar koperasi dan UMKM bisa mendapatkan pembiayaan yang mudah, cepat, dan murah. “Kami akan terus mendukung perkuatan modal koperasi dalam rangka pemulihan perekonomian yang tahun ini menjadi fase pemulihan transformator UMKM,” tutupnya.


.jpg)














