- Wabup Barito Utara Hadiri HUT Ke-1 Kodam XXII Tambun Bungai
- PTPN I Raih Anugerah Mahayuga, Tegaskan Peran Perkebunan bagi Ketahanan Pangan Nasional
- Pemkab Barito Utara Perkuat Sinergi dengan BMKG, Gedung Radar Cuaca Muara Teweh Diresmikan
- Bupati Shalahuddin Buka Raker LPT-IK Kabupaten Barito Utara Tahun 2026
- PT Dua Kuda Indonesia Yakin Bangkit, Kepailitan Dinilai Hambat Operasional Bukan Prospek Bisnis
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Launching Kopi Bubuk Konvensional Jos Jiz Siap Jadi Pesaing Pasar Internasional
- Operasi Laut Gabungan Sita 1,3 Ton Ketamine, Delapan Awak Kapal Asing Diamankan
- Pramono Anung Dukung Kolaborasi Bank Jakarta-Persija, Target Juara untuk 500 Tahun Jakarta
Tak Bisa Andalkan TPA! HPSN 2026, DLH Majalengka Gaspol Bentuk 26 Bank Sampah Desa

Keterangan Gambar : Foto : dok. kominfo
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Ancaman sampah kian nyata. Produksi sampah di Kabupaten Majalengka menembus angka sekitar 900 ton per hari, sementara yang mampu tertangani di TPA Heuleut baru sekitar 120 ton per hari. Situasi ini menjadi alarm keras bagi semua pihak.
Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 pun tak dibiarkan berlalu begitu saja. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka langsung "tancap gas" dengan mengukuhkan 26 Bank Sampah Unit (BSU) desa serta meluncurkan inovasi EMAS PKK bersamaan Gerakan Bersih (Geber) Jum'at di Kecamatan Sukahaji. Jumat (20/2/2026).
Kepala DLH Kabupaten Majalengka, Wawan Sarwanto, menegaskan bahwa pola lama mengandalkan pengangkutan ke TPA tidak lagi cukup.
Baca Lainnya :
- Menko Polkam Ajak LPM Berani Ambil Langkah Nyata untuk Kesejahteraan Rakyat
- M.Rifa\'i : Musancab Targetkan 14 Kursi Parlemen Pemilu 2029 PKB Kabupaten Blitar Kembali Berjaya
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
"Kita tidak bisa terus menerus mengandalkan TPA. Kalau sampah tidak dikurangi dan dipilah dari rumah tangga, maka beban di hilir akan terus menumpuk. Kuncinya ada di sumbernya," tegas Wawan.
Menurutnya, pengukuhan 26 BSU desa bukan sekadar seremoni, melainkan strategi konkret untuk memangkas residu sejak dari hulu.
"Sampah harus selesai di desa. Bank sampah bukan pajangan. Ini harus jadi gerakan nyata yang memberi dampak lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
DLH menegaskan, perubahan perilaku masyarakat menjadi harga mati dalam upaya mengatasi persoalan sampah yang kian kompleks. Tanpa keterlibatan aktif warga dalam memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, persoalan ini akan terus berulang.
"HPSN 2026 ini harus menjadi titik balik. Edukasi dan pendampingan akan terus kami lakukan. Tapi keberhasilan ada di tangan masyarakat. Kalau sudah terbiasa memilah, persoalan sampah akan jauh lebih ringan," tambahnya.
Dengan penguatan Bank Sampah Unit di 26 desa serta kolaborasi bersama PKK melalui program EMAS PKK, DLH optimistis Majalengka mampu menekan volume residu ke TPA dan membangun sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berkelanjutan.
Tantangannya kini, konsistensi dan kesadaran bersama untuk menjadikan perubahan perilaku sebagai budaya, bukan sekadar slogan tahunan. ** (Agit)

















