Breaking News
- Kapolda Metro dan Pangdam Jaya Sambangi Mako Korps Marinir
- Munjirin Minta FKDM Jakarta Timur Perkuat Deteksi Dini demi Menjaga Kondusivitas Wilayah
- Kementerian UMKM Sambut PEWIRA Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Nasional
- Kementerian UMKM dan BPOM Luncurkan SAPA SEMESTA, Percepat Izin Edar Produk Pangan Olahan UMK
- Kadis DKP3 Majalengka Ungkap Strategi Selamatkan Ribuan Hektare Sawah
- Akhir Musorkablub KONI Majalengka, Lala Sunara Resmi Terpilih Ketua
- Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur Bank Indonesia
- Gathering Orang Tua Camaba FTSL ITB Tahun 2026 Penuh Kekeluargaan
- Kementerian UMKM dan APSKI Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Perguruan Tinggi
- Ketua MUI Periuk Apresiasi Dukungan dan Prestasi di Halal Fest ke-2 dan Milad MUI ke-51
Sudah Benar, Rumah Sakit Jadi Rumah Sehat. Tapi Untuk Preventif Dan Promotif Perlu Partisipasi Aktif
MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta - Perubahan nama Rumah Sakit Umum Daerah menjadi Rumah Sehat yang dilakukan gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan didukung oleh Relawan Kesehatan (Rekan) Indonesia.
ini sangat penting karena secara konsepsi Rumah Sehat itu titik tekannya adalah peningkatan upaya preventif dan promotif kesehatan kepada warga DKI agar bisa lebih meningkatkan upaya Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
Hal ini disampaikan oleh ketua Rekan Indonesia, Agung Nugroho kepada media siang ini di Jakarta.
"Apalagi bacaan situasi gubernur DKI saat covid 19 sama dengan Rekan Indonesia, dimana Rekan Indonesia melihat bahwa lemahnya preventif dan promotif di masyarakat menyebabkan kita sempat mengalami kucar kacir pada awal-awal pandemi Covid 19" ujar Agung.
Agung berpendapat, lemahnya preventif dan promotif yang dibangun di tengah masyarakat membuat lemah pertahanan kesehatan kita, padahal jika upaya preventif dan promotif kesehatan di tengah warga sudah terbangun sejak dahulu maka kesiapan warga dalam menghadapi penyakit sudah langsung tumbuh secara otomatis dan pemerintah tinggal menguatkan saja.
"Apresiasi dan dukungan penuh atas upaya Gubernur DKI dalam membangun preventif dan promotif kesehatan lewat perubahan konsep Rumah Sakit menjadi Rumah Sehat" tegas Agung.
Hanya saja Agung mengingatkan, upaya pembangunan preventif dan promotif kesehatan ini perlu waktu panjang dan tidak bisa hanya dilakukan oleh rumah sehat tanpa ada upaya membangun partisipasi aktif warga DKI dalam pembangunan preventif dan promotif kesehatan.
sebagai contoh Kuba saja butuh 30 tahun untuk bisa membangun ketahanan kesehatan dilingkungan tempat tinggal warga lewat upaya preventif dan promotif kesehatan yang berbasis partisipasi aktif warga.
"Jika hanya bertumpu pada rumah sehat, maka yang ada seperti yang sudah-sudah hanya seremonial belaka tanpa lahir kolaborasi yang mendorong partisipasi aktif warga" Agung mengingatkan.
Selain itu Agung juga mengingatkan bahwa ujung tombak untuk pembangunan preventif dan promotif kesehatan di warga itu ada pada puskesmas, karena konsepsi awal puskesmas adalah mendidik dan mencerdaskan rakyat untuk sadar dan bertanggungjawab pada kesehatan lingkungan tempat tinggalnya.
"Jadi puskesmas bukan malah lebih besar perannya menjadi rumah sakit raksasa tingkat kelurahan dan kecamatan dan malah kecil perannya dalam mengajak warga untuk berpartisipasi aktif dalam upaya membangun preventif dan promotif kesehatan" ujar Agung


.jpg)














