- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
- LSM LASKAR Angkat Bicara Carut Marut MBG di Blitar
- TaniBot System: Inovasi PRSI Menuju Era Smart Farming di Indonesia
- Pengusaha Majalengka H. Memet Tasmat Berbagi dengan Wartawan Jelang Idul Fitri 2026
- Universitas Bandar Lampung Perkuat Kompetensi Guru Melalui Pelatihan Coding dan Robotik
- Semarak Ramadan, PWI Jaya Salurkan Ratusan Bingkisan untuk Yatim dan Dhuafa
Sarahsehan Kesehatan Bersama BPOM Hadirkan Nurhadi DPR RI Partai Nas Dem ini Respon Sumaji DPRD Kab Blitar

MEGAPOLITANPOS.COM, Blitar - Dalam rangka turut mencerdaskan dan menyehatkan bangsa Indonesia Partai Nas Dem menggelar sarasehan tentang penggunaan obat dan makanan minuman bertajuk Informasi obat dan makanan melalui website BPOM dan aplikasi BPOM mobile mengajak masyarakat semakin cerdas.
Kegiatan laksanakan di kediaman anggota DPRD Nas Dem Kabupaten Blitar Sumaji jalan raya Serut Desa Tlogo Kecamatan Kanigoro pada Minggu (23/03/25).
Acara ini dihadiri oleh anggota DPR RI Komisi 9 Nurhadi S.Pd, MM dari Daerah pemilihan Jawa Timur VI yang meliputi Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung, Kota Blitar, dan Kota Kediri. Komisi 9 adalah yang membidangi Kesehatan sehingga sangat pas. Selain itu juga hadir Kakak Ciput anggota DPRD sekarang, kak Narto juga kak Mega.
Baca Lainnya :
- Menkop Dorong Optimalisasi Pengelolaan Dana Umat Dan Sinkronisasi Dengan Program Kopdes Merah Putih
- Sidak Pasar Jelang Lebaran, Bupati Barito Utara Pastikan Stok Pangan Aman dan Harga Stabil
- Bupati Barito Utara Pimpin Rapat Percepatan Operasional Koperasi Merah Putih
- Kinerja Industri Asuransi Jiwa Sepanjang Tahun 2025 Tetap Stabil, AAJI: Komitmen Pelindungan
- Wakabid Pendidikan PWI Jaya Indra Utama jadi Komisaris Utama Waskita Beton Precast Tbk, Kesit B Handoyo Sampaikan Ucapan Selamat
"Ini bagian untuk sosialisasi agar masyarakat semakin pintar menggunakan obat obatan, dan lebih mengenali jenis obat, dengan minum obat yang semaki cepat kasiatnya atau cespleng, itu sangat berbahaya, bisa dipastikan mengandung Bahan Kimia Obat," ungkap Nurhadi.
Bila kita minum obat misal obat atau jamu tradisional masih tutur Nurhadi, efek khasiat minum jamu tradisional tidak serta merta langsung dapat dirasakan, "Agar diperhatikan Bahan Kimia Obat (BKO) sangat berbahaya, untuk itu kita harus seksama, Bahan Kimia Obat dapat merusak fungsi ginjal dan dampak efek kesehatan lainya," tutur Nurhadi
Pada kesempatan sore itu acara penyuluhan dihadiri Rini Wulan Sari dari BPOM Surabaya, dan Reni Agustina dari BPOM kediri, dalam hal ini berdua mengajak masyarakat lebih berhati hati mengkonsumsi makanan apalagi sekarang saat Ramadhan banyak penjual makanan di mana mana.
"Masyarakat harus jeli memilih makanan hindari makanan kedaluwarsa, terutama parcel lebaran, makanan kue kue, minuman," Tuturnya.
Tugas Badan Pengawa Makanan dan minuman adalah menjaga keamanan dan mutu produk olahan obat makanan dan minuman. Pengawasan dari mulai pemilihan bahan bahan - produksi - sampai peredaran.

"Masyarakat harus ingat KLIK yakni Kemasanya dalam kondisi baik tidak cacat. Label produk penandaan label yang benar. I yakni tentang ijin edar, masyarakat harus tahu akan hal itu, semua produk harus punya ijin beredar di pasaran, dan ke tiga adalah K yang berarti makanan apakah layak dikonsumsi, digunakan dalam ambang batas atau kedaluwarso," pungkasnya.
Sementara itu Sumaji Anggota DPRD Kabupaten Blitar Komisi III ini, Pihaknya sebagai wakil rakyat sangat berharap dengan penyuluhan ini menjadikan masyarakat semakin cerdas, sehingga akan selalu mengkonsumsi
makanan olahan pabrikan hati hati dan tidak sembarangan minum obat dan jamu tradisional.
"Ini adalah hal yang sangat tepat untuk diketahui masyarakat, belanja makanan, minuman, parcel menjelang lebaran, ini sangat mengedukasi bagi masyarakat," pungkasnyap. ** (za/mp)















