- Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri
- Pemkab Barito Utara Kaji Tiru Tata Kelola Pemerintahan ke Kulon Progo
- Bupati Barito Utara Hadiri Rakor Pemerintahan Desa/Kelurahan se-Kalteng 2026
- Kaji Tiru ke Bantul, Pemkab Barito Utara Dalami Inovasi Tata Kelola dan Pelayanan Publik
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
- Bupati Majalengka Ajak Ribuan Bobotoh Doakan Persib Juara Piala Presiden 2026
Heboh! Warga Temukan Mayat Mengambang di Sungai, Polisi Pastikan Bukan Pembunuhan

Keterangan Gambar : Foto : humas polres Majalengka
MEGAPOLITANPOS.COM MAJALENGKA - Pagi yang semula tenang di Blok Senin, Desa Jatiraga, Kecamatan Jatitujuh, mendadak berubah mencekam. Warga digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengambang di aliran Sungai Cibuaya, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB.
Kabar itu menyebar cepat, memicu kepanikan warga yang berbondong-bondong mendatangi lokasi. Di tepian sungai, aparat kepolisian bersama warga melakukan evakuasi dalam suasana tegang.
Penanganan langsung dikomandoi Kapolres Majalengka, AKBP Rita Suwadi, melalui Kapolsek Jatitujuh, AKP H. Yayat Hidayat.
Baca Lainnya :
- Anto Febrianto Tantang Pemuda Majalengka : Mandiri dan Berani Kritik
- Interupsi PDIP Warnai Paripurna APBD Majalengka, Bupati Beri Penjelasan
- Bupati Majalengka Beberkan Hasil Paripurna APBD 2026, Dana Tetap Aman
- APBD Majalengka 2026 Naik Jadi Rp 3,14 Triliun, Ini Rincian Anggarannya
- Persib Gagal Juara, Ateng Sutisna Ajak Bobotoh Tetap Solid dan Bermartabat
Korban diketahui berinisial AB (34), warga setempat. Ia pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak membuang sampah dan mendapati tubuh korban dalam posisi telungkup di tengah aliran sungai.
Proses evakuasi berlangsung dramatis. Aparat gabungan turun langsung ke lokasi, mengangkat jenazah dari air ke daratan, disaksikan puluhan warga yang masih diliputi rasa penasaran dan cemas.
Hasil pemeriksaan awal mengungkap kondisi tubuh korban sudah membengkak, diduga telah meninggal sekitar dua hari. Korban ditemukan tanpa baju, hanya mengenakan celana jeans, dengan sejumlah tato di tubuhnya.
Namun di balik situasi yang sempat memicu spekulasi liar, polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Fakta lain yang terungkap, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi. Sebelum kejadian, ia sempat berkumpul dengan teman-temannya pada Sabtu malam dan dilaporkan dalam kondisi mabuk sebelum akhirnya diantar pulang.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, bahwa di balik ketenangan desa, tragedi bisa datang tanpa aba-aba. Polisi memastikan seluruh penanganan telah dilakukan sesuai prosedur, sementara jenazah korban kini telah dimakamkan oleh keluarga. ** (Agit)












1.jpg)




