- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Mengenal Bhumi ATR/BPN, Cara Menelusuri Informasi Pertanahan Lewat Peta Digital.
- Patroli Bersama Pwrsonil Kodim dan Komduk Jaga Stabilitas Kamtibmas.
- Gelaran Soekarno Run 2026 Wariskan Semangat Juang Putra Sang Fajar.
- Soroti Nasib Warga Lahei, Waket II DPRD Barito Utara Siap Cek Langsung Jalan Hauling
- Koramil 03/Legok Gelar Karya Bakti Gerakan Nasional Indonesia Asri di Desa Palasari
- Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Laksanakan Pembongkaran RTLH Milik Ibu Sukesti.
- Perkuat Sinergitas Wilayah, Pangkogabwilhan II Terima Kunjungan Dankodaeral XIII dan Danlanal Balikpapan
- Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0510/Tigaraksa Cor Jalan hingga Malam Hari.
- MHX Jakarta 2026 Hadirkan 21 Rumah Sakit Malaysia, Tawarkan Konsultasi Kesehatan Gratis
RSUD Kota Tangerang Gelar FGD Di Harus TBC Sedunia

Keterangan Gambar : Hari Tuberkulosis atau TBC 2023 di Aula RSUD
MEGAPOLITANPOS.COM Kota Tangerang - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Hari Tuberkulosis atau TBC 2023 di Aula RSUD. Kamis (23/03/2023).
Hari TBC kali ini mengangkat tema Ayo Bersama Akhiri TBC, Indonesia Bisa. Dengan demikian, RSUD Kota Tangerang bertekad untuk menumpaskan angka penderita TBC, khususnya di Kota Tangerang.

Baca Lainnya :
- Kwarcab Pramuka Majalengka Libatkan 808 Peserta dalam JOTA-JOTI 2026
- Kapolres Majalengka Ungkap Tiga Kasus Kriminal, Dugaan Kekerasan Seksual Anak Disorot
- PN Tak Berwenang Adili Sengketa Internal, PDIP Majalengka Tancap Gas Hadapi Pileg 2029
- Asthara Skyfront City Rampungkan Dua Show Unit Terbaru Allurea Type E.
- Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur RSUD Kota Tangerang dr. O.U Taty Damayanti, dr. Virginia Spesialis Paru, perwakilan dari Dinas Kesehatan, 50 orang Kader, dan 27 Pasien.
Direktur dr. O.U Taty Damayanti, mengatakan, FGD ini memberikan pengetahuan tentang TBC RO (Resisten Obat) dari berbagai aspek bahasan. Kegiatan ditujukan kepada pasien dan kader yang mengantar untuk menguatkan komitmen dalam menjalani pengobatan. Selasa Lalu (21/03)

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, pasien memperoleh pengetahuan tentang penyakitnya, mengakrabkan hubungan pasien dengan pelaksana layanan," ujarnya.
Menurutnya, TBC menjadi concern bagi pihaknya. Karena selain penyakit tersebut bisa menularkan, pengobatannya pun tidak mudah.
"Gampang sekali menular di lingkungan keluarga, sekolahan, tempat kerja, maupun tempat umum. Dan yang repotnya TB ini, pengobatannya tidak sebentar, minimal 6 bulan, itupun TB biasa. Sedangkan TB RO, bisa 1 sampai 2 tahun. Dan pengobatannya itu, efek sampingnya besar, sehingga banyak pasien-pasien drop out," jelasnya.
Maka itu, dr. O.U Taty juga meminta agar masyarakat selalu menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), supaya penyakit TBC dapat tereliminasi di tahun 2030.

"Semoga kita bisa mencapai menurunkan 90 persen angka kasus TBC di tahun 2030," harapnya.
Rangkaian pada kegiatan hari ini juga melakukan 23 skrining bagi menderita kencing manis. Kemudian, tanggal 24 Maret 2023 ada edukasi untuk anak-anak yang menderita TBC.
"Karena itu (kencing manis) hampir beresiko terhadap TBC. Jadi hari ini ada 23 skrining yang kita lakukan foto rontgen," katanya.
"Nah itulah peran nakes untuk melakukan edukasi kepada pasien agar taat minum obat. Karena kalau TB biasa tidak minum obat, akan menjadi Resisten Obat. Bisa lebih parah lagi pengobatannya," pungkasnya. ** (Nan)

.jpg)

.jpg)





.jpg)






