Relawan Puan Maharani: Jangan Pilih Pemimpin karena Alasan Popularitas.
Jangan sampai kita terjebak dalam dominasi rezim popularitas

By Ahmad Romdoni 18 Apr 2023, 15:20:26 WIB DKI Jakarta
Relawan Puan Maharani: Jangan Pilih Pemimpin karena Alasan Popularitas.

Keterangan Gambar : Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN), Daddy Palgunadi


MEGAPOLITANPOS.COM: Jakarta-Dalam memilih pemimpin jangan semata-mata berdasarkan popularitas, tanpa melihat rekam jejak, latar belakang dan komitmennya terhadap kepentingan bangsa.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Gema Perjuangan Maharani Nusantara (GPMN), Daddy Palgunadi dalam Diskusi publik bertema "Suara Rakyat Dalam Oligarki Politik" yang digelar Forum Muda Kebangsaan di Jalan Taman Mpu Sendok No.12, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

"Jangan sampai kita terjebak dalam dominasi rezim popularitas yang menurut saya lebih cenderung emosional sesaat dan menyesal di belakang," kata Daddy yang dikutip Selasa (18/4).

Dalam memilih pemimpin, Daddy meminta publik menelaah lebih jauh lagi figur yang akan kita pilih.

"Apakah dia berkomitmen terhadap nilai-nilai kebangsaan yang selama ini telah mengakar kuat di masyarakat kita? Apakah dia kita yakini secara kuat akan melanjutkan pembangunan nasional yang sudah kita raih selama ini dan akan lebih maju selama periode kepemimpinannya," kata Daddy.

Daddy mengingatkan bahwa memilih pemimpin itu tidak boleh dipengaruhi oleh faktor emosional semata, seperti layaknya memilih seorang figur idola masyarakat.

Memilih seorang pemimpin nasional yang akan menentukan masa depan bangsa ini ke depan harus juga melibatkan faktor rasional yang melibatkan varian-varian penting dan melekat pada sosok calon pemimpin tersebut.

"Kita berbicara soal masa depan bangsa, bukan sekedar memilih layaknya memilih seorang idola publik. Dalam konteks ini, saya yakin partai politik memiliki hitungan-hitungan yang lebih matang, dan tentunya tetap mempertimbangkan aspirasi yang berkembang di tengah masyarakat," kata Daddy.

Daddy menambahkan, selain kualitas dan kredibilitas yang dimiliki oleh Capres dan Cawapres yang akan dipilih oleh masyarakat, yang tak kalah penting adalah konsep dan program yang ditawarkan oleh para Capres dan Cawapres yang dipilih.

"Apakah konsep dan program itu benar-benar diterima secara rasional dan diyakini dapat membuat bangsa ini lebih maju di periode berikutnya," sambung Daddy.

Selanjutnya, apakah program yang ditawarkan benar-benar menjawab permasalahan yang selama ini dihadapi oleh bangsa dan negara.

Faktor-faktor ini harusnya menjadi pertimbangan publik dalam menentukan pilihan mereka yang nantinya akan menjadi pertimbangan partai politik dalam mengusung Capres dan Cawapres dalam Pilpres 2024 mendatang.

Jika semua faktor-faktor tersebut menjadi dasar yang penting bagi publik, tentunya komunikasi politik antara partai politik dan konstituennya akan muncul secara otomatis.

"Ruang-ruang komunikasi antara elite dan publik secara otomatis akan terbangun karena telah memiliki persepsi dan ekspektasi yang sama persis," demikian Daddy.




  • Gabungan Wartawan Bersatu dalam Doa, KWP Gelar Doa Bersama di Kompleks DPR/MPR RI

    🕔08:00:28, 19 Sep 2026
  • Gelar Sosialisasi Percepatan Sertipikasi Tanah bagi MBR, Kejar Target 3 Juta Bidang.

    🕔20:17:21, 18 Sep 2026
  • Menteri ATR/Kepala BPN Hormati Proses Hukum KPK dan Pastikan Pelayanan Pertanahan Tetap Berjalan.

    🕔20:13:11, 18 Sep 2026
  • Kumpulkan Seluruh Pejabat Administrator Pusat dan Daerah, Sekjen ATR/BPN: Pelayanan Harus Tetap Optimal.

    🕔23:24:35, 17 Sep 2026
  • Formula Tower Jadi Pusat Aktivitas, Dedi Hermanto dan Ahmad Romdoni Perkuat Komunikasi Publik FORMULA

    🕔14:51:35, 17 Sep 2026